Ekspansi Bisnis, Jasa Marga Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun

NERACA

Jakarta- Sukses meraup keuntungan melalui pengoperasian jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga akan fokus pada pengembangan usaha di sektor properti. Saat ini pihak manajemen sedang memproses pembentukan anak usaha, Jasa Marga Properti dan telah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar.“Kami akan membangun rumah-rumah di dekat akses jalan tol, jadi ketika keluar rumah kan bisa langsung ke jalan.” jelas Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman di Jakarta (3/1).

Dia mengatakan, dalam perluasan bisnis tersebut pihaknya telah menyerahkan beberapa dokumen yang diperlukan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai bentuk legalisasi berdirinya suatu perusahaan. Anak usaha tersebut rencananya akan diisi oleh manajemen berpengalaman di properti dan berasal dari luar BUMN.

Pada kesempatan yang sama Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansyah mengatakan akan menerbitkan obligasi pada September 2013 senilai Rp2 triliun. Rencananya, hal tersebut menjadi salah satu langkah yang diambil guna menambah beberapa proyek pembangunan tol dan melunasi obligasi yang akan jatuh tempo sekitar Rp1,8 triliun.

Dia mengatakan, proyeksi terjadinya penurunan tingkat suku bunga dalam penerbitan obligasi di tahun 2013 menjadi keuntungan bagi Jasa Marga untuk memperoleh penambahan dana. Pihaknya mencatat, belanja modal yang digelontorkan pada tahun 2013 sebesar Rp 7 triliun dengan komposisi sebesar Rp 4,5 triliun berasal dari perbankan dan sisanya merupakan kas internal perusahaan. “Pembangunan tol tersebut antara lain Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Kebun Jeruk-Cileduk, Semarang-Solo untuk ruas Ungaran-Bawen, Pondok Indah-Soekarno Hatta, dan Gempol-Pandaan.” jelasnya.

Tarif Tol Naik

Seperti diketahui, kenaikan tarif tol terakhir, Oktober 2011 lalu mempertebal kocek para pengelola jalan bebas hambatan. Karena itu, sebagai pengelola ruas jalan tol terpanjang JSMR pun mendulang untung. Pasalnya, dari 14 ruas tol yang mengalami kenaikan harga, 12 ruas tol dikelola JSMR. Karena itu, diperkirakan sekitar 80% pendapatan perseroan tersebut berasal dari pengoperasian tol. Hal tersebut tercermin pada kinerja perseroan di tahun 2012.

Karena itu, tidak heran jika manajemen perseroan menargetkan pendapatan Rp5,6 triliun pada 2012. Pendapatan ini berasal dari transaksi tol sebesar Rp5,5 triliun dan dari usaha di luar tol mencapai Rp110 miliar. Pendapatan usaha ini diperkirakan meningkat 14,3% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 4,9 triliun.

Peningkatan tersebut didukung adanya kenaikan volume lalu lintas transaksi di ruas jalan tol sebesar 8% yang dikelola oleh Jasa Marga dan anak perusahaan pada 2012 sehingga menjadi 1,2 miliar kendaraan dari sebelumnya yang hanya mencapai 1,11 miliar kendaraan.

Laba Tumbuh 34,47%

Sementara hingga kuartal ketiga 2012, perseroan mencatat kenaikan laba periode berjalan sebesar 34,47% menjadi Rp1,25 triliun hingga kuartal ketiga 2012 dari kuartal ketiga 2011 sebesar Rp935,71 miliar. Kenaikan laba bersih diikuti kenaikan pendapatan usaha sebesar 37,94% menjadi Rp5,59 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp4,05 triliun.

Pendapatan tersebut berasal dari kenaikan pendapatan tol menjadi Rp4,07 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp3,50 triliun. Pendapatan konstruksi menjadi Rp1,43 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp459,65 miliar. Serta pendapatan usaha lain turun menjadi Rp84,02 miliar hingga September 2012 dari kuartal ketiga 2011 sebesar Rp89,20 miliar.

Beban usaha perseroan naik menjadi Rp3,28 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,78 triliun. Laba usaha perseroan naik menjadi Rp2,30 triliun hingga 30 September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,78 triliun.Laba bersih per saham naik menjadi Rp192,03 hingga kuartal ketiga 2012 dari kuartal ketiga 2011 Rp138,89.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp13,61 triliun pada 30 September 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp12,48 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp9,42 triliun pada 30 September 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp8,40 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp4,06 triliun pada 30 September 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp3,76 triliun. (iqbal)

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

Pemkot Depok Terbitkan Perwal Perkuat Koperasi

Pemkot Depok Terbitkan Perwal Perkuat Koperasi NERACA Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…