Perbankan Sinyalkan Setuju Salurkan KUR Pemula

NERACA

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan mengatakan, perbankan sudah mengisyaratkan dan memberikan sinyal setuju untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para pengusaha pemula. "Ini sudah dibahas dengan perbankan dan ada sinyal mereka setuju untuk salurkan ini," kata dia di Jakarta, Kamis (3/1).

Dia mengatakan, pihaknya sendiri telah mengirimkan surat kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Kebijakan KUR mengenai usulan skema baru untuk pengusaha pemula. Skema baru kredit itu diharapkan menjadi bagian dari diversifikasi program KUR yang mampu menyukseskan program penciptaan wirausaha baru di Indonesia.

"Posisi kita saat ini masih sedang menunggu jawaban dari Komite Kebijakan," terangnya. Namun, lantaran perbankan penyalur telah mengisyaratkan siap menjalankan skema baru itu pihaknya berharap KUR bagi pengusaha pemula itu bisa dilaksanakan secepat mungkin bahkan sebelum semester I tahun ini terlewati.

Sjarif Hasan juga menilai soal konsep skema baru KUR untuk pengusaha pemula telah dibahas dalam berbagai pertemuan khususnya dengan perbankan penyalur KUR. "Konsep pada dasarnya sudah ada, tinggal kita matangkan lagi untuk pelaksanaannya," paparnya.

Menurut dia, sudah saatnya memberikan keberpihakan penuh kepada para calon wirausaha baru agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk memulai usaha hingga pada akhirnya mampu menggerakkan perekonomian bangsa. "Mereka punya ilmu, kemampuan, dan mental tapi mereka tidak punya modal sehingga sulit untuk memulai usaha," terang Sjarif.

Sebelumnya, Menkop dan UKM menargetkan jumlah koperasi bisa mencapai 200 ribu unit pada tahun ini sehingga diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di bidang koperasi sekaligus menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

"Kami targetkan tahun ini jumlah koperasi bisa mencapai 200 ribu unit tersebar di seluruh pelosok Indonesia," katanya, kemarin. Dari jumlah itu, pihaknya berharap jumlah koperasi tak aktif juga akan semakin berkurang minimal di bawah angka 25% dari keseluruhan koperasi yang ada.

Pada 2012, jumlah koperasi juga tumbuh sebanyak 6,72% dari 188.818 unit pada tahun sebelumnya mencapai 194.295 pada akhir November 2012. "Fakta tumbuhnya jumlah koperasi di Indonesia ini juga ternyata berdampak positif bagi peningkatan penyerapan tenaga kerja," ungkapnya. [rin]

BERITA TERKAIT

Pemprov Sumsel Minta BSB Salurkan Pembiayaan ke Pelosok

Pemprov Sumsel Minta BSB Salurkan Pembiayaan ke Pelosok NERACA Palembang - Pemprov Sumsel meminta Bank Sumsel Babel (BSB) menggenjot pembiayaan…

Peran Penting Perbankan dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    NERACA   Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan kehadiran perbankan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di…

WOM Finance Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu

WOM Finance Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu NERACA Palu – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan untuk…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Dorong Penetrasi Asuransi, Insurance Day Digelar di 18 kota

      NERACA   Jakarta - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyelenggarakan peringatan hari asuransi atau Insurance Day 2018. Perayaan…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…