Saraswati Griya Tetapkan Harga IPO Rp 185 Per Saham - Bidik Dana IPO Rp 101,75 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Saraswati Griya Lestari Tbk menetapkan harga perdana saham Rp185 per saham dengan nilai nominal Rp100. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, perseroan akan menawarkan 550 juta saham ke publik. Dana hasil penawaran perdana saham/initial public offering (IPO) diperkirakan mencapai Rp101,75 miliar. Perseroan akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 10 Januari 2013.

Untuk masa penawaran perdana saham Saraswati Griya Lestari akan dilakukan pada 3-4 Januari 2013, penjatahan pada 7 Januari 2013, pengembalian uang pemesanan pada 8 Januari 2013, distribusi saham dan waran seri I secara elektronik pada 9 Januari 2013.

Selain itu, perseroan menawarkan waran sebanyak 275 juta unit dengan harga Rp220 per waran. Masa perdagangan waran seri I di BEI untuk pasar reguler dan negoisasi pada 10 Januari 2013-4 Januari 2018 dan pasar tunai pada 10 Januari 2013-8 Januari 2018. Sedangkan periode pelaksanaan waran seri I pada 10 Januari 2013-9 Januari 2018. PT Valbury Asia Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PT Saraswati Griya Lestari bergerak di bidang penyedia jasa akomodasi dan perhotelan.

Kebanjiran IPO

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen menyebutkan, sedikitnya akan ada 5 perusahaan yang akan listing di bulan Januari ini. Salah satunya akan menjadi yang pertama melantai di bursa tahun ini.

Kelima perusahaan tersebut yaitu PT Pelayaran Bina Buana Raya, PT Bank Maspion Indonesia, PT Saraswati Griya Lestari, PT Sarana Mediatama Metro, dan PT Multi Agro Gemilang, “Akan ada 5 perusahaan yang listing bulan ini, tapi total emisinya saya belum tau,”ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Emiten pertama yang akan mencatatkan sahamnya di BEI adalah PT Pelayaran Nasional Bina Buana. Perusahaan itu akan melepas 600 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga perdana Rp 230 per saham.

Masa penawaran dilakukan 27 - 28 Desember 2012 dan 2 - 3 Januari 2013. Calon emiten pelayaran ini menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Calon emiten berikutnya PT Bank Maspion Indonesia yang rencananya akan melepas 380 juta saham dengan harga Rp 300-340 per lembar saham. Perusahaan ini akan dicatat di BEI pada 10 Januari 2013.

PT Saraswati Griya Lestari juga akan dicatatkan di BEI pada 10 Januari 2013 dengan melepas 500 juta saham dengan harga Rp 150-200 per saham. Kemudian PT Sarana Meditama Metropolitan yang akan dicatatkan di BEI pada 11 Januari dengan melepas 180 juta saham dengan harga perdana Rp 400 per saham. Perusahaan ini menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi.

Terakhir, PT Multi Agro Gemilang Plantation yang rencananya bakal melepas 4 miliar lembar saham dengan harga perdana Rp 110 per saham. Multi Agro akan dicatatkan di BEI pada 16 Januari 2013. Adapun penjamin pelaksana emisi saham Multi Agro adalah PT Brent Securities dan PT Valbury Asia Securities. (bani)

BERITA TERKAIT

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…