Menakertrans: Jangan Sampai Terjadi PHK - Kenaikan UMP

Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten/kota di beberapa provinsi yang cukup signifikan.

"Saya sudah mengunjungi sejumlah perusahaan dan bertemu kalangan pekerja. Mereka memahami kondisi faktual masing-masing. Namun pada prinsipnya saya tegaskan, tidak boleh ada PHK terkait kenaikan upah minimum," ujar Menakertrans di kantor Kemnakertrans Jakarta, Kamis (3/1).

Muhaimin juga meminta para gubernur dan kepala daerah lainnya untuk lebih proaktif dalam menangani masalah industri padat karya sehubungan dengan pengajuan penangguhan pelaksanaan UMP 2013 dan mengimbau agar mengutamakan kesepakatan bipartit antara pengusaha dan pekerja.

Imbauan Menakertrans tersebut merupakan tanggapan atas permintaan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat melalui surat bernomor 452/MIND/12/2012 sebagai respons dari Keputusan Menakertrans No. 231/MEN/ 2003 tentang Tata Cara Penangguhan Pelaksanaan Upah Minimum dan Surat Menakertrans No.B.248/MEN/PHIJSK-PJS/XII/ 2012 kepada gubernur perihal Antisipasi Pelaksanaan Upah Minimum 2013.

"Malah sebelum surat dari Menteri Perindustrian itu diterima, kami telah berkoordinasi dengan dinas ketenagakerjaan di daerah. Kita telah menindaklanjuti surat itu dan melakukan koordinasi terkait kebijakan penetapan kenaikan upah minimum ini," kata Muhaimin seperti dikutip Antara.

Sesuai Keputusan Menakertrans tersebut, dalam pengajuan penangguhan pelaksanaan UMP 2013, para gubernur diminta bersikap proaktif dengan mendatangi industri padat karya di wilayahnya, terutama yang berorientasi ekspor, seperti industri makanan, minuman, tembakau, tekstil, pakaian jadi, kulit dan barang kulit.

"Para gubernur harus lebih proaktif dalam menangani masalah industri padat karya sehubungan dengan penangguhan pelaksanaan upah minimum provinsi 2013. Kita terus dorong kesepakatan bipartit dalam penetapan upah minimum ini," kata Muhaimin.

Pendekatan melalui pengutamaan kesepakatan bipartit antara pengusaha dan pekerja disebut Muhaimin adalah sebagai solusi terbaik saat ini karena terbatasnya waktu untuk melakukan penyempurnaan Kepmen.

Sebelumya, Menakertrans juga telah menerbitkan Surat Edaran sebagai antisipasi pelaksanaan upah minimum tahun 2013 yaitu Surat edaran No. 248/Men/PHIJSK-PJS/XII/2012 yang ditujukan kepada 33 Gubernur di seluruh Indonesia pada tanggal 17 Desember 2012.

Namun apabila dalam pelaksanaannya terdapat perusahaan yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan kenaikan upah minimum tersebut, mereka dapat mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan upah minimum sesuai ketentuan. (doko)

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Produksi dan Suplai Terbatas Bakal Memicu Kenaikan Harga Cabai

NERACA Jakarta – Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan salah satu alasan kenaikan…

Musim Kemarau - Bakal Pengaruhi Serapan Beras dan Berpotensi Picu Kenaikan Harga

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak bulan April 2019 diprediksi akan tetap berlangsung dalam waktu yang lama.…

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi - Ketua Umum KADIN

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi Ketua Umum KADIN NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pertanahan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kekurangan Penerimaan Pajak Diperkirakan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan memperkirakan penerimaan pajak selama 2019 akan meleset sekitar Rp140 triliun dari target…

Kantar Rilis 10 Iklan Ramadan 2019 Terbaik

      NERACA   Jakarta - Perusahaan data, dan konsultasi berskala global, Kantar Indonesia menggelar penghargaan ‘Most Loved’ Indonesian…

PPK Kemayoran Ingin Jadikan Gedung Eks Bandara Kemayoran Jadi Cagar Budaya

    NERACA   Jakarta - Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran mengusulkan agar gedung eks Bandara Kemayoran dijadikan sebagai cagar…