Garuda Nyatakan Kuasai Reorganisasi Telah Efektif

NERACA

Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan kuasi reorganisasinya telah efektif seiring dengan diperolehnya peraturan pemerintah (PP) dan surat persetujuan menteri hukum dan HAM.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/1). Kata Pelaksana Harian VP Corporate Secretary GIAA Maya I Siregar, PP nomor 114 tahun 2012 tentang pengurangan penyertaan modal negara pada Garuda telah diterbitkan.

Selain itu, persetujuan dari menteri hukum dan HAM atas perubahan anggaran dasar perseroan sehubungan dengan penurunan modal perseroan dalam rangka kuasi reorganisasi telah diperoleh, “Dengan diperolehnya PP dan SK menteri hukum dan HAM tersebut, maka kuasi reorganisasi perseroan telah efektif,”ungkapnya.

Disebutkan, dalam kuasi reorganisasi ada lima yang akan dilakukan perseroan. Pertama, eliminasi saldo defisit dengan selisih penilaian kembali aset dan liabilitas. Saldo defisit perseroan sebelum kuasi reorganisasi pada 1 Januari 2012 sebesar US$ 1,37 miliar dieliminasi dengan selisih penilaian kembali aset dan liabilitas sebesar US$ 42,28 juta yang berasal dari nilai wajar aset tetap sebesar US$ 22,97 juta, persediaan sebesar US$ 7,3 juta, dana perawatan pesawat sebesar USD11,9 juta dan aset lain-lain US$ 70.201.

Kedua, eliminasi saldo defisit dengan saldo opsi saham yang pada 1 Januari 2012 sebelum kuasi nilainya US$ 2,28 juta. Ketiga, eliminasi saldo defisit dengan komponen ekuitas lainnya. Komponen ekuitas lainnya adalah surplus revaluasi US$ 83,79 juta.

Keempat, eliminasi saldo defisit dengan tambahan modal disetor setelah dikurangi dengan modal negara sebesar US$ 4,088 juta, yaitu sebesar US$ 108,98 juta.

Kelima, eliminasi saldo defisit dengan modal ditempatkan dan disetor. Saldo defisit sebelum kuasi reorganisasi adalah US$ 1,37 miliar, setelah dieliminasi dengan selisih penilaian kembali aset dan liabilitas, opsi saham, komponen ekuitas lainnya dan tambahan modal disetor sebesar US$ 237,33 juta, maka sisa saldo defisit US$ 1,13 miliar dieliminasi dengan saldo modal ditempatkan dan disetor. Saldo modal ditempatkan dan disetor setelah kuasi reorganisasi adalah sebesar US$ 1,16 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Bukaka Kuasai 25% Saham Poso Energy

PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali menguasai 25% saham PT Poso Energy. Sebelumnya, Bukaka sempat melepas 4,49% sehingga kepemlikan…

Wakil Ketua MPR RI - Pancasila Lebih Efektif Diajarkan di Sekolah

Mahyudin Wakil Ketua MPR RI Pancasila Lebih Efektif Diajarkan di Sekolah  Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menilai empat…

Diet Vegetarian Diklaim Efektif Cegah Gagal Jantung

Pakar kesehatan Susianto Tseng mengatakan diet berbasis pangan nabati (plant-based eating) menjadi salah satu faktor yang efektif untuk mencegah terjadinya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…