Strategi Ertiga Memupuk Kepercayaan Konsumen - Menjadi Produk Unggulan

NERACA

Jakarta – Pasar industri otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat dan fundamental ekonomi yang positif. Alhasil, target penjualan 1 juta unit mobil di tahun 2012 dapat terealisasi. Hal ini membuktikan pasar industri otomotif di Indonesia masih memiliki pasar yang luas dan segmen tersendiri. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, penjualan kendaraan jenis multi pupose vehicle (MPV) masih mendominasi dari total penjualan atau 60% dari total penjualan mobil minibus.

Tercatat selama Januari-September 2012 segmen MPV menyumbang total penjualan 348.686 unit, terdiri dari low MPV 241.601 unit dan MPV 107.085 unit. Di segmen ini Avanza dan Innova masih belum tergantikan.

Menurut Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto, jenis mobil MPV masih menguasai pasar mobil hingga lima tahun kedepan, “Pangsa pasar mobil MPV saat ini mencapai 50% dari total pasar, dibanding SUV (sport utility vehicle) yang mencapai 10-11%,”katanya.

Oleh karena itu, dirinya menyakini kedepan kehadiran mobil murah LC & GC rasanya masih belum bisa menggeser kekuatan MPV. Alasannya, mobil kecil 4-5 penumpang itu kurang pas dengan karakter konsumen dan kondisi jalan di Indonesia pada umumnya. Beda dengan MPV yang bisa dipakai kemana saja dan sanggup mengangkut apa saja.

Hal senada juga disampaikan Head Domestik Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor, Rio Sanggau, tahun 2012 penjualan mobil nasional masih didominasi jenis MPV. Dia menjelaskan, besarnya minat pembeli kendaraan MPV lantaran harganya yang relatif lebih murah dan kapasitasnya lebih banyak, “Sifat serba guna itu yang menarik first buyers yang jumlahnya paling banyak. Sedangkan untuk posisi kedua, kami perkirakan kendaraan dengan konsep city car yang akan mendudukinya,”ungkapnya.

Pasar MPV

Namun bagi Direktur Pe­­ma­saran PT Astra Daihatsu Mo­tor, Amelia Tjandra, masih primadonya penjualan kendaraan MPV di Indonesia disebabkan budaya masya­rakat Indonesia dalam menggunakan mobil tidak berubah, “Yang pen­ting, mangan ora mangan ngum­­pul. Ini berbeda dibanding Thai­land atau Malaysia. Karena itu, volume penjualan mobil di Indo­nesia juga besar,” kata Amelia.

Baik Joko Trisanyoto dan Amelia, keduanya sepakat di tahun 2012 dan ke depan, Indonesia dipastikan tetap menjadi negara pengguna MPV terbesar di Asia Tenggara. Selama ini, MPV dikenal se­bagai kendaraan penumpang ber­kapasitas tujuh tempat du­duk, bermesin 1.000 hingga di atas 1.500 cc dengan kisaran harga Rp 100 - 180 juta per unit.

Merespon pasar MPV yang masih menjanjikan, banyak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) merilis produk teranyar jenis kendaraan MPV. Sebut saja, Suzuki Ertiga yang langsung menjadi tulang punggung penjualan Suzuki. Diluncurkan Maret hingga September berhasil terjual 21.081 unit. Respons positif dari konsumen ini berhasil mengukir sejarah penjualan Suzuki selama hadir di Indonesia yang pada Juli 2012 mencapai 13.000 unit lebih.

Kata Direktur PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Davy Tuilan, setelah enam bulan dipasarkan, Ertiga berhasil membuktikan dirinya sebagai produk unggulan, “Sampai Oktober 2012, total penjualan Ertiga sudah 28.000 unit dan sampai akhir tahun ditargetkan jadi 38.000 unit,”ujarnya.

Menurutnya, Ertiga terbukti sangat menarik bagi konsumen Indonesia. Hal tersebut terbukti dari pangsa pasar yang makin meningkat dari target awal hanya 15% menjadi 19% di segmen MPV murah. Selain itu, prestasi Ertiga di kancah persaingan penjualan mobil tanah Air juga dibuktikan dengan keberhasilan menduduki peringkat sembilan model terlaris sepanjang tahun ini.

Kenyamanan Ertiga

Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Endro Nugroho mengungkapkan, strategi meningkatkan penjualan Ertiga adalah dengan terus memperkenalkan luas kepada publik. Kebiasan ini berbeda terbalik dengan ATPM lain yang justru merahasiakan produk sampai benar-benar di luncurkan, “Kami justru menggiring supaya Ertiga sudah dikenal sejak dari konsep. Peluncuran perdana di India sampai akhirnya hadir di masyarakat,”tandasnya.

Kemudian faktor lain yang memupuk kepercayaan konsumen bukan lagi merek, melainkan fitur-fitur yang tidak ada pada kompetitor. "Mulai dari dua kantong udara, immobilizer, anti-lock braking system, electronic brake distribution, sampai penambahan besi baja pada keempat pintu sisi mobil. Semua itu andalan kami," lanjut Endro.

Melihat teknologi keamanan, body Suzuki Ertiga memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Bagian body menggunakan High Tensile Steel pada rangka utama. Setiap pintu dilengkapi Side indoor Impact Beam, berfungsi menahan penumpang saat ada benturan keras dari samping. Khusus tipe GX, Suzuki Ertiga dilengkapi dual airbag dan sistem pengereman ABS dan EBD.

Ertiga menggunakan mesin berbahan bakar bensin kapasitas 1.4 L tipe K yang ringan dan compact serta telah mendapatkan pengakuan global. Dengan Air Intake VVT Mechanism, mampu mengurangi gesekan sehingga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Sejak putaran 1500 rpm mesin sudah dikondisikan bergerak di putaran 77 persen dari putaran maksimum sehingga mesin lebih mudah ditangani.

Letak mesin Ertiga di bagian depan dan menggunakan sistem front wheel drive, menjadikan jumlah komponen perangkat transmisi dan penggerak digunakan lebih sedikit. Efeknya, bobot kendaraan menjadi lebih ringan serta menekan energy loss dari transmisi dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Harga Kompetitif

Soal harga Suzuki Ertiga menawarkan harga yang kompetitif. Suzuki berhasil mempertahankan harga tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di luar wilayah itu. Bahkan Suzuki Ertiga menyerang langsung jantung competitor dengan semangat khusus dari para dealer di daerah.

Meledaknya permintaan Ertiga ini, lanjut Endro memang diluar perkiraan. Kehadiran Ertiga ikut mengenjot penjualan Suzuki mulai dari rata-rata lima ribu lebih unit perbulan, secara bertahap meningkat menjadi delapan ribu, 10 ribu, 12 ribu hingga saat ini menjadi 15 ribu perbulan."Hadirnya Ertiga ini juga membuat orang yang sebelumnya belum begitu mengenal Suzuki, semakin kenal dengan unit lain seperti APV, Swift dan produk lainnya. Kami bersyukur, Ertiga ini dianggap fenomena otomotif nasional," katanya.

Maka dalam rangka meningkatkan penjualan, Suzuki Ertiga juga berhasil memecahkan rekor MURI dan dunia dengan rekor konvoi terbanyak kendaraan sejenis satu merek sebanyak 2.379 unit Suzuki Ertiga. Rekor ini juga memecahkan capaian Suzuki 2008 silam yang berhasil menggelar konvoi APV sebanyak 1.332 unit.

Saat ini, secara nasional Suzuki Ertiga yang sudah diterima oleh konsumen seluruh Indonesia sudah mencapai 31 ribu lebih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 814 unit diantaranya terdapat di Riau dengan dominasi pengguna terdapat di Pekanbaru.

Sampai akhir tahun, Suzuki menargetkan bisa menjual paling kurang 120.000 unit dan menguasai pangsa 12 persen dari total penjualan 1 juta unit, naik dari tahun lalu yaitu 10,5 persen. Sepanjang Januari-Oktober, Suzuki sudah menjual 103.537 unit, yang berada pada posisi kempat nasional.

BERITA TERKAIT

Japnas: Produk Lokal Perlu Dukungan Pemkot Bandung

Japnas: Produk Lokal Perlu Dukungan Pemkot Bandung NERACA Bandung - Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menyatakan para pengusaha di level mikro…

LPDB KUMKM Siapkan Rp300 Miliar - Kembangkan Sektor Unggulan Jatim

      NERACA   Surabaya - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bekerjasama dengan Bank Jatim akan mengembangkan sektor-sektor…

Penundaan BBM Bagian dari Langkah Strategi Penyesuaian

  Oleh : Imam Poldi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Univ. Gunadarma   Sejumlah pihak menilai keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Laboratorium Pengujian di Era Disrupsi Teknologi

NERACA Jakarta -  Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Imam Haryono mengatakan saat ini, pemerintah Indonesia…

Terkait Kemajuan Digital - RI Dapat Topang Asia Jadi Garda Depan Transformasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi…

Ketahanan Pangan Harus Jadi Fokus Pembenahan

NERACA Jakarta – Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden…