Enam Lapangan Pertamina EP Lampaui Target Produksi - Siasati Penurunan Alamiah dengan Peningkatan Produksi 7%

NERACA

Jakarta - Enam lapangan Pertamina EP berhasil melampaui target produksi minyakpada Mei 2011. Keenam lapangan tersebut adalah Rantau, Lirik, Tambun, Bunyu, Sangasanga, dan Tarakan. Keberhasilan keenam lapangan ini memperkuat optimisme anak perusahaan Pertamina itu untuk peningkatan produksi minyak dan pencapaian target 2011 yang dipatok sebesar 132 MBOPD.

Rantau terletak di Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Lirik di Indragiri Hulu, Riau dan Tambun di Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan lapangan Bunyu, Sangasanga dan Tarakan ketiganya di Kalimantan Timur.

Hingga awal Mei 2011, Field Rantau berhasil mencapai angka 2.861 barel per hari atau 117% terhadap target, Field Lirik mencapai 2.375 barel per hari atau 106% terhadap target, Field Bunyu mencapai 6.249 barel per hari atau 135% terhadap target, Field Sangasanga mencapai 6.442 atau 118% terhadap target, Field Tarakan mencapai 830 barel per hari atau 121% terhadap target, dan field Tambun mencapai 8.808 barel per hari atau 101 % terhadap target.

”Peningkatan produksi ini disebabkan beberapa upaya diantaranya optimasi peralatan produksi yang ada dan pemboran sumur pengembangan, “ kata Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto dalam siatan pers yang diterima Neraca, Kamis kemarin (12/5). Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa keenam lapangan tersebut menunjukkan tren produksi di atas target sejak bulan sebelumnya.

Selain optimis mendulang target, Pertamina EP juga yakin mampu memperkuat positioning sebagai perusahaan migas nasional yang mampu mengelola dan meningkatkan produksi lapangan-lapangan yang dikelola.

Angka produksi Pertamina EP terus mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Pada tahun 2006 produksi minyak Pertamina EP mencapai 101,2 ribu barel per hari (MBOPD) di 2006. Pada tahun 2007 produksi minyak Pertamina EP mencapai 109,6 MBOPD atau sekitar 9%. Selanjutnya pada tahun 2008, produksi kembali mengalami peningkatan sebesar 6% menjadi 116,6 MBOPD.

Produksi tersebut terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2009, produksi minyak Pertamina EP mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai 127,1 MBOPD atau sekitar 9%. Menjelang akhir tahun 2010 produksi mencapai 129,9 MBOPD atau meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Terkait dengan karakter lapangan migas Pertamina EP, Agus mengatakan bahwa sekitar 80 % lapangan Pertamina EP sudah tergolong pada kategori lapangan tua dengan angka penurunan alamiah rata-rata sebesar 18 %. Hal ini berarti, jika Pertamina EP tidak berbuat apa-apa maka produksi minyak akan turun dengan sendirinya. Namun demikian pada kenyataannya justru sebaliknya. Produksi minyak Pertamina EP terbuktimengalami peningkatan yang berkelanjutan selama lima tahun terakhir.

“Dengan demikian dapat diartikan bahwa Pertamina EP melakukan upaya ganda. Pertama, berusaha menekan angka penurunan alamiah yang mencapai 18 %. Kedua, kami berupaya meningkatkan produksi dari tahun ke tahun yang rata-ratanya sekitar 7 %,” ujar Agus.

Sebelumnya, lapangan Ramba juga menunjukkan peningkatan produksi paska alih kelola yang mencapai rata-rata 3.450 barel per hari. Keberhasilan Pertamina EP di Ramba juga menambah bukti keberhasilan dalam meningkatkan produksi di lapangan-lapangan alih kelola.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah keberhasilan kinerja lapangan-lapangan PT Pertamina EP telah memberikan kontribusi pada peningkatan produksi perusahaan. Lapangan Limau, yang terletak di Sumatera Selatan, telah berhasil meningkatkan produksi dari sekitar 5.600 barel per hari pada tahun 2006 meningkat menjadi sekitar 9.500 barel per hari pada 2011.

Selain itu, kinerja peningkatan produksi juga muncul dari Kalimantan Timur, Lapangan Sangasangan Tarakan yang pada tahun 2008 memproduksi minyak sebesar 4.300 barel per hari berhasil ditingkatkan menembus 8.000 barel per hari pada Februari 2011 yang lalu.

Prestasi Pertamina EP dalam meningkatkan produksi migas telah mendapatkan penghargaan yakni Dharma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral dari Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh atas keberhasilan meningkatkan produksi minyak dan mengakselerasi para mitra bisnis yang diserahkan pada 28 September 2009. Selain itu, Kepala BPMIGAS R Priyono juga memberikan penghargaan Pencapaian Kinerja Terbaik Dalam Peningkatan Volume Produksi Minyak 5 Tahun Terakhir kepada Pertamina EP pada tahun 2010.

BERITA TERKAIT

Covid-19 Meluas,Pemerintah Menjaga Produktivitas Industri

NERACA Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri dapat beperan aktif dalam upaya penanganan virus korona (Covid-19)…

Cegah Penyebaran COVID-19, Pertamina Sterilkan Tabung LPG

NERACA Semarang - Dalam rangka mencegah penyebaran infeksi Virus Corona (Covid-19), PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV wilayah…

Petani Milenial Siapkan Layanan Antar Produk Pangan

NERACA Jakarta - Virus Covid-19 telah menjangkit ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah pun sudah mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Covid-19 Meluas, Industri Kelapa Sawit Gelontorkan Bantuan

NERACA Jakarta – Terus meluasnya serangan virus covid-19 membuat industri kelapa sawit untuk menggelontorkan sejumlah bantuan, salah satunya Wilmar. Wilmar…

Memacu Ekspor Perikanan Ditengah Meluasnya Covid-19

NERACA Jakarta - Direktur Utama, PT. Kawan Kita Semua, Dudi Hermawan mengatakan bahwa produksi udang cukup tinggi, dari panen hari…

Kemenkop dan UKM Pembenahan Restrukturisasi Kredit

Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM terus berupaya untuk melakukan pembenahan terhadap  kebijakan khusus bagi koperasi terkait restrukturisasi kredit.…