Impor Daging Akan Dikendalikan - Antisipasi Lonjakan Harga

NERACA

Jakarta - Untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan harga daging sapi pada 2013, Kementerian Pertanian akan lebih secara konsisten untuk mengimpor daging sapi. "Akan kita atur pengendalian impor secara konsisten. Demi menjaga stabilitas harga daging sapi. Sehingga tidak ada lagi gejolak harga seperti akhir-akhir tahun kemarin," kata Menteri Pertanian, Suswono, di Jakarta, Kamis (3/1).

Menurut Suswono, upaya pemerintah yang secara konsisten mengurangi pasokan daging sapi impor telah secara nyata menciptakan iklim yang kondusif bagi peternak daalam mengembangkan sapi. Komitmen untuk mengembangkan sapi di perusahaan BUMN perkebunan secara nyata juga mampu meningkatkan jumlah populasi sapi serta memperkuat sentra-sentra produksi sapi.

Demikian pula adanya program pemerintah dalam mengembangkan provinsi NTT dan Papua Barat sebagai pusat pengembangan sapi di wilayah timur Indonesia diperkirakan akan mampu mendukung peningkatan produksi sapi. "Mudah-mudahan saja revitalisasi rumah pemotongan hewan moderen di Jawa Timur dan NTB segera terwujud," kata Suswono.

Kebutuhan daging sapi pada tahun 2013 diperkirakan sebesar 549,7 ribu ton. 474,4 ribu ton dipenuhi dari produk lokal dan impor daging 32 ribu ton. Serta impor sapi bakalan setara daging sebanyak 48 ribu ton. Diperkirakan impor daging sapi pada tahun ini mencapai 80 ribu ton. Padahal impor tahun 2012 sebesar 34 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2011 mencapai 100 ribu ton.

Sebelumnya, Suswono yakin target pemenuhan daging sapi dari dalam negeri dapat tercapai dengan memperhatikan kondisi peternakan lokal yang semakin meningkat."Upaya pemerintah yang secara konsisten mengurangi pasokan daging sapi impor secara nyata menciptakan iklim yang kondusif bagi peternak," ujarnya.

Tahun depan, katanya, impor daging sapi ditetapkan 32.000 ton dan sapi bakalan setara 48.000 ton ton, sehingga total 80.000 ton. Pada tahun ini, volume impor daging sebanyak 91.500 ton. Pihaknya akan melakukan sejumlah upaya demi mencapai target tersebut, yaitu mengatur pengendalian impor secara konsisten untuk mengendalikan stabilitas harga daging, sehingga memotivasi peternak dan memperbaiki distribusi sapi dari sentra ke konsumen.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan melakukan penyelamatan sapi betina produktif, merevitalisasi rumah potong hewan (RPH), optimalisasi inseminasi buatan dan kawin alam, dan penangan gangguan reproduksi.

Suswono menjelaskan komitmen BUMN perkebunan untuk mengembangkan sapi mampu meningkatkan jumlah populasi sapi dan memperkuat sentra-sentra produksi. Demikian juga adanya program pemerintah dalam mengembangkan NTT dan Papua Barat sebagai pusat pengembangan sapi di wilayah timur Indonesia diperkirakan mampu mendongkrak produksi sapi.

Berdasarkan proyeksi neraca konsumsi daging sapi, kebutuhan daging nasional tahun depan 549.700 ton dan dirancang untuk dipenuhi dari dalam negeri sebanyak 474.400 ton. Kebutuhan daging sapi juga bisa dikompensasi dengan penganekaragaman konsumsi protein. Sumber protein hewani bisa disubstitusi dengan daging unggas, telur, ikan, dan protein nabati. Berdasarkan hasil sensus ternak 2011, populasi sapi potong sebanyak 14,8 juta ekor. Sementara itu, tren pertumbuhan sapi potong selama 10 tahun terakhir sebesar 5,32% per tahun.

Izin Impor

Sebelumnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan pemerintah memutuskan untuk kembali membuka kran impor daging sapi. Gita menjelaskan saat ini pemerintah masih mengkaji banyaknya impor daging sapi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian masih mengkaji kebutuhan pasokan daging sapi dalam negeri. "Untuk stabilisasi harga apapun yang harus dilakukan. Cuma penyikapan impor. Tapi kita akan kaji mengenai pasok dari dalam negeri. Apakah cukup atau tidak," jelas Gita.

Pemerintah berencana akan kembali mengimpor pada Desember mendatang. Ini dilakukan untuk stabilisasi harga. Sampai tahun ini kuota kebutuhan daging sapi di Indonesia mencapai 38 ribu ton. Kemungkinan akan terus naik. Namun pemerintah mewacanakan tidak akan menaikkan kuota impor di tahun besok. "Nggak (naik) 2013," tandas dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi memaparkan pemerintah telah memutuskan untuk menambah pasokan daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta yaitu dari 22.000 ekor sapi yang dialokasikan khusus untuk Ibu Kota. Hal tersebut dilakukan agar harga daging sapi di Jakarta tidak kembali bergejolak.

Lebih jauh lagi Bayu mengungkapkan pasokan sapi untuk wilayah Jabodetabek sebanyak 22.000 akan dipenuhi sampai dengan awal tahun 2013.”Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian bahwa sampai akhir tahun 2013, akan menambah pasokan sapi sebanyak 22.000,” ujar Bayu.

Pasokan sapi tersebut, imbuh dia, berasal dari perusahaan penggemukan sebanyak 17.000 dan 5.000 dari peternakan perorangan. Semua sapi akan didatangkan dari lokal, salah satunya dari Nusa Tenggara Barat. Dia menambahkan, memang saat ini pasokan sapi sangat sulit sehingga membuat pedagang sapi melakukan aksi mogok berjualan. Selain itu, untuk bisa memenuhi pasokan sapi dalam negeri, pengutamaan jenis dan kualitas sapi menjadikan pasokan daging sapi perlu waktu yang lebih lama.

BERITA TERKAIT

Perlu Tidak Impor Beras?

Persoalan lama kembali muncul di tengah kesibukan masyarakat menjelang Lebaran tahun ini. Perbedaan data beras antara Kementerian Perdagangan dan Perum…

Gubernur Sumsel Akan Audit BUMD Milik Pemprov

Gubernur Sumsel Akan Audit BUMD Milik Pemprov NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan, pihaknya segera mengaudit…

Polemik Harga BBM

  Oleh:  Sih Pambudhi Peneliti Intern Indef Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kurang dari satu…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…

DPR Sebut Pasokan Kebutuhan Pokok Terjaga, Harga Stabil

NERACA Jakarta – Anggota DPR yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan harga kebutuhan pokok selama beberapa…

Niaga Internasional - Sektor Perikanan Dapat Ambil Peluang Perang Dagang AS-China

NERACA Jakarta – Pengamat perikanan Abdul Halim mengharapkan Indonesia dapat mengambil peluang dari sektor perikanan menyusul terimbasnya sektor perikanan China…