Sengitnya Persaingan Laundry Kiloan

Menjamurnya bisnis laundry kiloan menjadikan persaingan di sektor penyedia jasa binatu itu kian semarak. Tak heran kalau banyak pelaku usaha kini mulai berguguran. Namun, sebagian lainnya masih bertahan.

Pasalnya, untuk menjalankan suatu jenis bisnis pelaku usaha selalu dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang rumit. Meski demikian, nyatanya banyak bisnis laundry kiloan yang bermunculan. Mereka dengan mudah menjamur di beberapa daerah, bukan hanya di kota besar seperti Jakarta saja, tetapi mulai tumbuh subur di pelosok daerah.

Tak ayal, itu membuat persaingan di bisnis laundry kiloan ini kian ketat, bahkan beberapa pemilik gerai menyatakan kalau persaingan yang terjadi sudah tidak lagi sehat, sudah bentingan-bantingan harga dan seringkali mengabaikan kualitas serta layanan ke pelanggan.

Sementara itu, yang menjadi pemicu persaingan di bisnis ini adalah penetrasi pasar laundry kiloan ke dalam kelas masyarakat menengah yang begitu cepat. Masyarakat kalangan menengah kini mulai terbiasa menggunakan jasa laundry kiloan untuk mencuci pakainnya.

Ya, masyarakat kelas menengah pada umumnya sudah malas dan tidak punya waktu untuk mencuci sendiri. Apalagi saat ini, seringkali seseorang kesulitan dalam mencari pembantu rumah tangga, kalaupun ada uang untuk menggaji pembantu rumah tangga juga tidak kecil.

Akibatnya, peluang ini menjadi kesempatan para pebisnis untuk membuat bisnis laundry kiloan. Kini orang membuat usaha laundry kiloan laiknya membuat bisnis makanan. Dimana tak ada kesulitan berarti dalam menjalankannya.

“Persoalan pakaian kan merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi seseorang, makanya membuka bisnis ini berpeluang tak jauh beda dengan membuka usaha kuliner,” kata Dikai di gerai miliknya di Jakarta.

Meski demikian, jangan harap usaha ini akan selalu cerah. Pasalnya, terbukti kini banyak gerai laundry kiloan tak mampu bertahan dalam medan pertempuran sengit di bisnis ini. Banyak sudah merek-merek bisnis laundry kiloan yang berguguran karena sengitnya persaingan.

Terutama mereka yang tidak memiliki skill dan pengetahuan di bisnis ini, dimana melakukan usaha karena latah saja. Paslnya bisnis laundry itu sangat mengandalkan pelayanan dan skill khusus yang mumpuni.

Tanpa itu, bisnis laundry Anda jalani tidak akan mampu bertahan lama. Kebanyakan pengusaha laundry kiloan hanya berpikir bisnis ini sangat mudah dan simpel dijalankan, kenyataannya tidak seperti itu. Bisnis ini tidak bisa hanya mengandalkan harga murah saja, tetapi butuh hal-hal kreatif untuk mengembangkan usaha.

Berbeda dengan katagori bisnis laundry satuan. Di sektor bisnis ini, persaingannya relatif berjalan normal. Masing-masing brand yang tergolong di bisnis ini masih tetap eksis dan beberapa diantaranya makin “mentereng”.

Tidak percaya, lihat saja bagaimana gerai laundrybernama Laundrette, Londre, Aqulias, Martinizing, serta beberapa brand laundry satuan lainnya. toh hingga kini masih teteap eksis dan terus berkembang.

BERITA TERKAIT

Perdagangan Domestik - Persaingan Ketat Disebut Sebab Penutupan Gerai Ritel Modern

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan beberapa gerai ritel modern Giant, yang dimiliki oleh PT…

Upaya Pencegahan Pelanggaran Persaingan Usaha Melalui Program Kepatuhan

Upaya Pencegahan Pelanggaran Persaingan Usaha Melalui Program Kepatuhan NERACA Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) selalu berupaya melakukan upaya…

Rajut Kembali Perdamaian dan Persatuan Setelah Persaingan

  Oleh : Elita Simorangkir, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Berbagai umbul – umbul bendera partai, baliho maupun stiker kampanye telah diturunkan.…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…