Bisnis Laundry Kiloan Kian Cemerlang

Asal dijalankan dengan strategi yang mumpuni keuntungan dari bisnis laundry kiloan begitu besar. Kalau tidak, jangan harap bisnis Anda akan bertahan lama. Maklum, persaingan di bisnis ini sudah demikian ketat yang mengharuskan Anda terus memutar otak untuk memenangi persaingan.

NERACA

Ya, keuntungan bisnis laundry kiloan memang begitu menjanjikan. Tak heran sektor ini begitu diminati belakangan ini. Apalagi untuk masyarakat kota besar seperti Jakarta, dimana sebagian besar masyarakatnya begitu sibuk dengan pekerjaan kantornya, tentu membuat mereka tak sempat untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian dan lebih memilih menyerahkan urusan mencuci pakaian ke gerai laundry.

Apalagi belakangan ini banyak bermunculan perusahaan laundry kiloan yang menawarkan kemudahan serta harga ekonomis pada masyarakat. tentunya, banyak masyarakat yang justru memilih menyerahkan pencucian pakaiannya kepada laundry kiloan.

“Kalau soal harga yang dipatok itu berbeda-beda, ada gerai yang mematok di bawah Rp5000/kg, ada pula yang lebih dari itu. Kalau di sini kita mematok harga Rp6000/kg,” ujar Dikai, pemilik gerai laundry kiloan di bilangan Kebon Jeruk Jakarta barat.

Dengan harga yang dipatok tersebut, tak megherankan banyak ibu rumah tangga yang lebih menjadikan laundry kiloan sebagai solusi dalam hal mencuci pakaian. Bahkan, tak hanya pekerja saja yang memanfaatkan jasa binatu ini, ibu rumah tangga pun juga banyak yang menggunakan jasa mereka.

“Laundry kiloan memang cukup membantu, pertama harganya yang tidak mahal. ya, hitung-hitung membeli detergen lah, apalagi pakaian sudah disetrika rapih,” ujar Wati, salah satu ibu rumah tangga pengguna jasa laundry kiloan.

Tak heran, jika kini beberapa gerai laundry kiloan mulai “kebanjiran” order. Bahkan, kadangkala beberapa gerai laundry kiloan akan menolak permintaan pelanggannya karena sudah kebanjiran order. “Apalagi kalau musim penghujan seperti saat ini, banyak permintaan pelanggan yang kita tolak,” kata Dikai lagi.

Nah, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa peluang untuk menggeluti bisnis ini masih cukup terbuka lebar. Pasalnya, kebutuhan akan keberadaan laundry kiloan juga cukup besar. Dengan catatan, si empunya usaha harus mampu menyusun strategi-strategi yang baik untuk memenangi persaingan.

“Kalau mau sukses ya harus pintar mengatur strategi, seperti penentuan lokasi usaha misalnya, itu sangat berpengaruh terhadap penghasilan sebuah gerai, kawasan kos-kosan sangat menjanjikan,” jelas Dikai yang kini ingin membuka gerai di kawasan kos-kosan dekat salah satu universitas ternama di Jakarta.

Enaknya bisnis ini, untuk memulai bisnis ini pemilik usaha tidak melulu dihadapkan dengan persoalan modal besar. Dengan hanya bermodalkan sebuah mesin cuci dan pengering saja, Anda sudah dapat membuka sebuah gerai laundry kiloan.

Yang terpenting adalah, kelebihan yang Anda dalam menawarkan jasa laundry, dengan demikian banyak pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Kalu kualitas nomor satu diberikan, maka dapt dipastikan pelanggan akan kembali mendatangi gerai Anda untuk mencuci pakaiannya.

“Bahan kimia yang kita gunakan di sini mmengacu pada standar laundry profesional, seperti soal detergen misalnya, kita menggunakan teknologi oksigen yang terbukti memberi hasil maksimal pada pakaian yang dicuci,” beber Dikai.

Nah, jika ingin menggeluti bisnis tanpa repot kini banyak laundry kiloan yang menawarkan sistem kerjasama model franchise bagi para investor yang tertarik ingin mengelola usaha laundry. Jadi sekalipun Anda kurang berpengalaman di sektor ini, akan sangat terbantu.

Karena Anda hanya perlu menyediakan tempat usaha minimal 40 m2, sedangkan teknisnya akan disokong franchise yang Anda tentukan. Soal keuntunga, tinggal bagaimana kesepakatan yang dijalin investor dengan franchise. Apakah keuntungan diberikan dengan cara bagi hasil atau dengan cara lainnya. Menarik bukan?

BERITA TERKAIT

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

Arwana Catatkan Penjualan Naik 15,56% - Bisnis Keramik Masih Mengkilap

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti masih dirasakan lesu oleh pelaku pasar, namun hal tersebut tidak memberikan dampak terhadap performance…

Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…