free hit counter

Mengapa Dinding Retak-retak?

Sabtu, 05/01/2013

Tak jarang, dinding rumah kita retak-retak atau plesterannya yang mudah rontok. Tapi, ada kalanya, dinding satu dengan dinding yang lain tidak sama. Yang satu mudah retak, yang lain justru sangat keras, hingga paku beton pun tak mampu menembusnya. Itu akibat campuran adukan semen dan pasir yang tidak sama atau tidak tepat.

Praktisi teknik sipil dari Ciputra Entrepreneurship mengingatkan, yang salah adalah cara membuat adukan semen. Semen untuk bendungan dan semen untuk bangunan rumah sudah tentu beda.

Demikian dengan rasio campuran antara semen dan pasir. Cara mencampur pun juga ada tata caranya. Sebelum diberi air, campuran pasir dan semen harus diaduk hingga merata. Jika tidak, bisa terjadi tembok rumah kita mengalami retak-retak dan plesterannya mudah rontok. Jika campuran itu rata, tak ada lagi tembok retak dan plesteran rontok. Kualitas adukan juga tergantung jumlah air yang dituangkan, jadi jangan terlalu banyak atau sebaliknya kurang.

Agar menghasilkan kualitas adukan yang baik, tentu tidak boleh sembarangan mencampurkan pasir dengan semen. Pasir yang baik adalah pasir yang tidak bercampur dengan tanah, karena akan mengurangi tingkat kerekatan. Pasir yang dipakai sebaiknya yang bersih dan bebas dari kandungan tanah dan lumpur. Pasir  yang baik adalah yang berasal dari gunung api atau pantai, dan sudah dicuci untuk mengurai kotoran yang ada.   

Ada kesalahan lagi yang tak menghasilkan kualitas bangunan yang maksimal. Misalnya, komposisi perbandingan semen dan pasir untuk dinding  kamar mandi dan dinding kamar tidur, tentu tidak sama. Untuk dinding kamar tidur, bisa 1:7-8, sedangkan kamar mandi 1: 3-4. Satu bagian semen dicampur dengan 3-4 bagian pasir. Untuk perkerasan jalan, perbandingan bahkan 4:2.Next