Mengkaji Ulang Arti “Smart” Pada Televisi - Kerjasama Samsung- Changhong

NERACA

Jakarta - Tidak berlebihan jika Direktur Changhong Lin Mao Xiang dalam pidatonya di China beberapa waktu lalu mengatakan 3D TV akan menjadi standar fitur dalam TV masa depan. Lin Mao melihat bahwa untuk memproduksi sebuah TV yang selalu mengalami kemajuan dan memuaskan permintaan pasar masa depan akan perangkat tersebut, dibutuhkan sebuat terobosan smart. “Itulah prinsip kebijakan Changhong untuk menyikapi tren perkembangan televisi,” kata Djonni Sofian, Deputy General Manager Sales Department Changhong Indonesia

Pernyataan ini didasari oleh data yang dipegang pabrikan elektronik dari China yang sudah berdiri sejak 1958 itu. Mereka memproyeksikan bahwa pertumbuhan pasar televisi multifitur akan meningkat menjadi 50% dalam satu dekade ke depan.

Djonni menjelaskan, untuk saat ini saja, pasaran segmented ini sudah mencakup 35% dari seluruh pasar televisi dunia, termasuk di dalamnya televisi layar datar jenis Plasma, LCD dan LED.

“Changhong menggarisbawahi pentingnya beranjak ke sebuah model televisi yang tidak saja digunakan untuk menikmati suguhan program televisi, namun juga memiliki fitur lain yang mampu memberikan pengalaman interaktif layaknya komputer,” tukas Djonni.

Di pilar sinilah letak elemen penting pendukung tren ini, yaitu teknologi. Televisi berteknologi tinggi ini sudah dikembangkan oleh banyak pabrikan televisi raksasa, seperti Changhong. Tahun 2009 disebut banyak pihak sebagai era dimulainya tren Smart TV, karena lonjakan penjualan TV khusus di tahun itu sangat signifikan.

“Smart TV dalam perkembangannya memiliki beragam definisi. Pada awalnya, televisi yang berfitur internet sudah dicap sebagai Smart TV, ditambah keunggulan visualisasi tiga dimensi. Menonton program live di internet, youtube, atau berfacebookan di depan layar televisi dianggap sebagai smart,” papar Djonni.

Kemudian, televisi yang mengganti remote control dengan hand gesture sebagai alat navigasi menonton mengubah pendapat khalayak umum mengenai arti sesungguhnya dari Smart TV. “Permainan elektronik dengan pergerakan tangan banyak digunakan untuk mempromosikan terobosan teknologi baru ini”, tukas dia.

Melihat kemajuan yang begitu cepat dalam rentang waktu yang sangat singkat, Changhong mengeluarkan cetak biru yang berisi tentang grand design arah prioritas kebijakan perusahaan tersebut untuk divisi televisi mereka. Smart TV menurut definisi mereka dibangun dari tiga elemen dasar, Smart Platform, Smart Control, dan Smart Application.

Bahkan kebijakan yang sudah diimplementasikan di China, pasar terbesar Changhong di dunia, sudah melampaui visi tentang Smart TV yang disebut di atas. “Sedikit dari kita yang mengetahui bahwa di awal 2012 Changhong memproduksi televisi yang dilengkapi fitur identifikasi suara. Namun tidak hanya berfungsi kemampuan voice recognition yang dapat langsung mengikuti perintah pemiliknya dengan, misalnya, mencari acara-acara di stasiun televisi sesuai perintah suara, televisi modern yang Changhong pasarkan bahkan bisa berinteraksi dengan manusia, membuatnya seakan adalah anggota keluarga baru di rumah,” jelas Djonni.

Sistem ini disebut sebagai Smart Voice System. Berselancar di internet, browsing berita, mengecek laporan cuaca, atau input teks, sistem yang didasari teknologi bernama Ciri ini memungkinkan interaksi antara manusia dan mesin. “Teknologi Ciri membuka sebuah paradigma baru tidak hanya bagi manusia dalam menggunakan televisi, namun juga bagi Smart TV itu sendiri, sebab Smart TV pun kini juga bisa memberikan respon, berinteraksi dengan penggunanya, mengerti kemauan pemiliknya,” kata Djonni.

Inilah babak baru atas pencapaian teknologi yang diterapkan dalam televisi. Televisi yang semakin kaya fitur, semakin appealing, semakin mengerti manusia.

Djonni mengatakan, Smart TV pada intinya harus bisa memudahkan konsumen terhadap kebutuhan visual, seperti, hiburan 3D, berita, games, dan sebagainya. Kemudahan ini juga harus didukung oleh pengalaman interaktif yang baru, seperti voice command atau sensoric-based movement. Namun semua pencapaian teknologi ini berbanding lurus dengan modal investasi yang dikeluarkan.

“Changhong berdiri dalam posisi yang jelas untuk hal ini. Kami memfokuskan investasi pada program penelitian dan pengembangan. Jumlah investasi untuk R&D kami sangat besar,” kata Djonni Sofian.

Apakah semua pabrikan televisi mampu melibatkan diri dalam persaingan di dunia televisi “pintar”? Merujuk pada pendapat Djonni, hanya yang memiliki visi panjang dan mau berinvestasi besar untuk penelitian di bidang ini yang bisa.

Faktanya, pabrikan televisi kelas dunia menjalin kerjasama untuk proyek tersebut. Sebut saja Samsung, salah satu pemimpin pasar elektronik dunia, dan Changhong, perusahaan yang mendominasi pasar televisi di China, memproduksi panel yang memenuhi persyaratan televisi tiga dimensi di bawah satu atap.

BERITA TERKAIT

Kerjasama Sinergis Sany - MNC Leasing Berikan Pembiayaan DP Ringan

NERACA Jakarta – Bisnis penjualan alat berat di Indonesia semakin prospektif dan bahkan mengalami lonjakan permintaan yang cukup besar. Lonjakan…

DJP TERIMA DATA DARI SWISS PADA SEPTEMBER 2019 - KPK: Pasar Modal Rentan Kegiatan TPPU

Jakarta-Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pasar modal merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU).…

Caleg DPR RI A. Bagus Pekik : Kerjasama Daerah Antar Kota dan Kabupaten Sukabumi Sangat Positif - Sukabumi Harus Bangun KEK dan Menjadi Destinasi Wisata

Caleg DPR RI A. Bagus Pekik : Kerjasama Daerah Antar Kota dan Kabupaten Sukabumi Sangat Positif Sukabumi Harus Bangun KEK…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

Memacu Manufaktur Lewat Percepatan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global melalui…

Pemerintah Serahkan Bantuan ke 47 Usaha Kreatif

  NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk 47 pelaku di sektor kreatif.…