Mengekspos Dinding Agar Tampak Mewah

Dinding diperlukan untuk memisahkan fungsi ruangan, misalnya ruang tamu dengan ruang keluarga, ruang makan, apalagi dapur, dan ruang tidur. Dinding juga memisahkan antara halaman dengan ruang dalam.

NERACA

Ada dua model dinding, eksterior dan interior. Pada eksterior misalnya, dapat diberikan akses atau lapis yang idak sekadar warna, tapi juga bahannya. Sebaliknya, pengaturan dinding interior fokus pada bagaimana dinding dalam itu mampu memberikan rasa sejuk, nyaman, luas, bahkan privasi, dan bersifat tematik.

Dinding Ekspos

Mengekspose atau menonjolkan dinding luar, termasuk dinding pagar, bisa menggunakan banyak bahan bebatuan, baik batu alam maupun batu buatan termasuk batu bata. Mengekspos dinding luar, biasanya dipilih dari bahan yang kuat, presisi, padat dan tidak berpori-pori. Batu sering dijadikan aksen dinding yang menarik karena warnanya yang menyala.

Memilih batu bata, karena mempunyai kesan klasik, unik, dan etnik dan menyatu dengan suasana pedesaan yang sederhana. Kendati sarat dengan nuansa klasik dan etnik, bahan batu bata tidak membutuhkan biaya besar karena lebih murah dari bahan batu buatan lainnya apalagi batu alam. Lihatlah bangunan corak Bali.

Yang membedakan kualitas batu bata adalah proses pembakarannya. Jika dibakar dengan kayu atau batok kelapa, hasilnya lebih matang dari pada dibakar dengan sekam. Dibakar dengan kayu atau batok kelapa akan menghasilkan batu bata yang padat, tak banyak berpori-pori diwujudkan dengan warna yang makin tua. Batu bata bentuknya presisif karena dibuat dengan cetakan.

Untuk membuat dinding ekspos batu bata tentu membutuhkan ketelitian dalam menata tumpukan bata dan mengarsis semen perekat. Saat ini ada sejumlah warna perekat tidak hanya hijau semen saja, tapi juga ada warna lain, misalnya putih, abu-abu, dan merah, menyesuaikan warna dasar dinding. Yang harus diperhatikan adalah, batu bata merupakan tempat yang disukai lumut, jika kondisinya lembab.

Back to Nature dengan Batu Alam

Selain batu bata, batu alam dan batu buatan lainnya juga disuka untuk mengekspos dinding depan dan pagar. Dengan batu alam dan batu alam buatan memberi kesan dekat atau menyatu dengan alam. Jika rumahnya bercorak minimalis, maka warna batu alam pun menyesuaikan dengan model minimalis pula. Karenanya, warna yang dipilih pun warna-warna hitam, putih, abu-abu, bisa juga warna lumut, atau warna kayu.

Cara menata bebatuan untuk dinding ada dua, yaitu, ditata merata dan ditata tidak merata atau ada yang ditonjolkan. Penonjolan bisa dibuat dengan cara berdiri maupun tidur, tergantung ingin berapa luas bidang yang ingin ditonjolkan.

Jika dinding masif, biasanya berupa tembok yang terbuat dari batu bata atau batako yang diplester. Batu bata untuk dinding dalam bisa saja tak perlu diplester. Dinding bisa saja dibiarkan plos setelah diberi warna cat tertentu. Biar tidak kelihatan kosong, dinding tersebut diberi hiasan, biasanya lukisan. Disainer interior Ari Indra mengatakan, hiasan dinding atau wall hanging, bisa dalam bentuk ragam aksesorinya. Misalnya, lukisan, topeng, maupun gambar besar. Gambar besar yang memenuhi seluruh sisi dinding dari kertas, sebut pula wall paper. Pemilihan gambar atau lukisan dapat memberikan kesan ruangan itu tampak lega, luas, hangat, dan seolah-olah berada di lingkungan itu.

Materi atau gambar dinding itu kebanyakan pemandangan alam. Namun, tak sedikit berupa foto suasana kota, foto zaman dulu, dan kehidupan sehari-hari. Itu lebih menyatu.

Tapi, ada kalanya dinding diberi wall paper dengan aneka gambar yang sesuai dengan selera kita. Ada pula dinding dibuat tidak masif, misalnya dibuat dari jenis tirai atau kerai, atau dinding dengan bahan gipsum yang bisa dibongkar atau dipindahkan. Di kalangan rumah tradisional Jawa, ada pula dinding kayu yang bisa dipindah-pindah, namanya gebyok. Bisa kayu polos tanpa hiasan, tapi ada pula yang diberi hiasan ukiran.

Pada umumnya, ada beberapa bahan dinding. Papan kayu, plat tembaga, kaca tembus pandang, gipsum, ubin/keramik, gorden, kain bercorak etnik atau batik, dan karpet. (saksono)

BERITA TERKAIT

Agar Diusut Dugaan Beras Busuk di Gudang Bulog

NERACA Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro minta adanya pengusutan atas dugaan 6.000 ton beras tidak layak…

Hadir Dalam Tiga Tipe, All New Camry Lebih Mewah dan Agresif

PT Toyota Astra Motor (TAM) membuka tahun 2019 dengan menghadirkan All New Camry yang diklaim memiliki tampilan lebih mewah dan…

Penyandang Disabilitas Dilatih Agar Siap Kerja di Industri

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Infrastruktur Jadi Pendorong Investasi Properti Jabodetabek

Infrastruktur Jadi Pendorong Investasi Properti Jabodetabek NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai kawasan…

Pengembang Cimanggis City Optimis Capai Target

Pengembang Cimanggis City Optimis Capai Target NERACA Jakarta - Direktur PT Permata Sakti Mandiri (PSM), Agus Susilo selaku pengembang Cimanggis…

Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta

Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta NERACA Jakarta - Anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi menyatakan, pembangunan rumah murah…