Dapat Perlakuan Khusus Pemda Banten - Madrasah Diniyah Awaliyah

Dengan diterbitkan peraturan pemerintah daerah (Perda) nomor 12/2005, pemerintah daerah terus memperhatikan pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) guna menunjang operasional baik pembangunan fisik maupun non fisik. Sebab pendidikan MDA diwajibkan bagi usia anak sekolah dasar (SD).

Guru madrasah di Kabupaten Lebak, Banten, menerima kabar gembira. Pasalanya, pemerintah daerah menyalurkan bantuan insentif sebesar Rp1,9 miliar kepada mereka guna mendukung peraturan daerah nomor 12/2005 tentang wajib pendidikan madrasah diniyah awaliyah (MDA).

Asisten Daerah (ASDA IV) Pemerintah Kabupaten Lebak Tajudin mengatakan, selain dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, dana insentif yang mencapai Rp1,9 miliar akan diberikan kepada 3.191 orang guru, dengan rincian Rp600 ribu per orang, dimaksudkan untuk memacu dan memotivasi para guru madrasah agar mereka benar-benar melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Bantuan dana insentif itu seluruhnya diperoleh dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012. Kami berharap dengan bantuan insentif ini mereka lebih serius untuk menyukseskan pendidikan MDA itu " kata Tajudin di Rangkasbitung.

Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Lebak Acid Setiajid mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah dengan menyalurkan bantuan dana insentif bagi guru madrasah.

Setelah adanya perda diniyah itu, dari tahun ke tahun pendidikan MDA di Kabupaten Lebak mengalami perkembangan yang cukup baik. Perda diniyah mewajibkan setiap anak-anak SD harus mengikuti KBM pendidikan MDA setelah pulang jam sekolah. Ijazah MDA sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan ke SMP. Harapannya, dengan persyaratan ijazah MDA itu, anak-anak SD dapat termotivasi untuk belajar pendidikan agama Islam.

Pendidikan MDA mengenalkan anak bisa baca tulis Al Quran (BTA), praktik ibadah shalat dan membentuk akhlak karimah. Saat ini jumlah siswa MDA tercatat 83.033 orang dengan tenaga pengajar sebanyak 4.422 orang. jumlah lembaga pendidikan MDA tercatat 1.035 unit tersebar di 28 kecamatan.

Dengan tenaga pengajar kualifikasi tamatan pendidikan sekolah menengah atas, pondok pesantren dan sarjana Islam, seluruh pendidikan MDA ini dikelola oleh masyarakat dengan kondisi bangunan sederhana. Oleh karena itu, selain pemberian intensif kepada guru madrasah, pemerintah daerah juga mendorong pendidikan MDA dengan membangun gedung sekolah.

Selain itu, dana bantuan operasional sekolah (BOS) juga dikucurkan agar bisa menopang pendidikan demi melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas juga memiliki fondasi agama yang kuat.Dana BOS yang disalurkan sebesar Rp1,7 miliar dari APBD 2012. Bantuan BOS tersebut dialokasikan sebanyak 85.670 orang dan mereka menerima bantuan sebesar Rp20.000 per siswa. "Dengan dana BOS itu tentu KBM pendidikan MDA hingga kini berjalan lancar," katanya.

BERITA TERKAIT

Pasarnya Cukup Menjanjikan - Minat Pemda Terbitkan Obligasi Daerah Besar

NERACA Jakarta – Meskipun butuh proses panjang, minat pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond cukup besar. Apalagi,…

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

BPN Banten Targetkan Pendaftaran Tanah 272.710 Bidang Pada 2019

BPN Banten Targetkan Pendaftaran Tanah 272.710 Bidang Pada 2019 NERACA Serang - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…