PTN Terapkan Uang Kuliah Tunggal - Ringankan Mahasiswa

Merencanakan kuliah di Sekolah Tinggi favorit mungkin menjadi pertimbangan yang besar untuk sebagian keluarga calon mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan biaya kuliah yang dianggap terlalu besar sehingga banyak calon mahasiswa yang enggan memilih PT tersebut sebagai tempat berkuliah atau bahkan tidak ingin melanjutkan kuliah.

Kondisi yang terjadi saat ini adalah, mahasiswa banyak sekali mengeluarkan duit. Selain uang rutin SPP, ada berbagai pungutan lagi. Seperti uang buku, uang laboratorium, uang perpusatakaan, uang ujian, uang tabungan bimbingan skripsi, dan lain-lain.

Untuk meringankan beban biaya yang harus dibayar mahasiswa, beberapa PTN menerapkan sistem uang kuliah tunggal yang disertai penambahan subsidi pemerintah. Sehingga mahasiswa tidak lagi dikhawatirkan oleh biaya kuliah yang membengkak. PTN tersebut adalah Universitas Diponegoro, Unnes, dan Universitas Sebelas Maret.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Prof Sudharto P Hadi menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan biaya kuliah yang besar di Universitas Diponegoro. Karena, semua program studi sarjana diterapkan sistem uang kuliah tunggal yang tetap disesuaikan dengan kebutuhan setiap fakultas atau program studi.

"Pada tahun ajaran mendatang, Undip akan menjaring mahasiswa melalui tiga jalur, yakni jalur undangan sebesar 50%, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 30%, sementara sisanya dijaring lewat jalur mandiri," sebut Prof Sudharto.

Meski demikian, biaya kuliah mahasiswa untuk seluruh jalur penerimaan ditetapkan sama rata, termasuk penerimaan jalur mandiri, sebab berbagai komponen pembiayaan, seperti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), sumbangan pengembangan institusi (SPI) akan dilebur dan dibagi merata tiap semester.

"Dengan penerapan sistem uang kuliah tunggal, biaya kuliah setiap semester ditetapkan sama. Namun, tetap disesuaikan dengan fakultas atau program studi karena kebutuhannya berbeda," ujar Rektor yang juga dikenal sebagai pakar ilmu lingkungan itu.

Sebagai contoh Fakultas Kedokteran, kata dia, jika dihitung kebutuhan setidaknya mahasiswa harus mengeluarkan biaya kuliah rata-rata Rp50 juta/semester, tetapi karena disubsidi oleh pemerintah mahasiswa hanya membayar sekitar Rp19 juta/semester.

Namun, penerapan sistem uang kuliah tunggal tidak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan adanya penerpan ini, arus kas (cash flow) menjadi terganggu, karena dana untuk kebutuhan perkuliahan yang biasanya sebagian besar sudah terkumpul, sementara dengan tarif tunggal baru terkumpul mula semester pertengahan. Untuk itu, Undip akan menyiasati kebutuhan pendanaan itu dengan mengoptimalkan riset, kerja sama internasional, dan pascasarjana yang tak terkena kebijakan tarif tunggal.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Dorong Kesiapan Daerah Terapkan OSS

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dinilai perlu untuk mendorong kesiapan berbagai otoritas di tingkat daerah agar dapat benar-benar…

BPK Selamatkan Uang Negara Rp 4,13 Triliun

  NERACA Jakarta-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selamatkan keuangan negara Rp 4,13 triliun pada semester I-2018. Jumlah ini berasal antara lain…

Mentan Dorong Mahasiswa Ciptakan Produk Olahan Manggis

NERACA Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong mahasiswa berinovasi untuk menciptakan produk olahan buah manggis sehingga memiliki nilai jual…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…