Kemenhut Optimis Bisa Tanam 1,5 Miliar Pohon

NERACA

Jakarta - Kepala Pusat Humas Kemenhut Sumarto mengatakan hingga 25 Desember 2012, jumlah pohon yang telah tertanam mencapai 1,1 miliar batang. "Sampai saat ini input data masih terus dilakukan. Kami optimis jumlah yang ditanam bisa di atas 1,5 miliar pohon," ujarnya akhir pekan lalu.

Sumarto menjelaskan sekitar sebagian besar pohon yang ditanam berasal dari kebun bibit rakyat (KBR). Dari KBR tercatat 459,35 juta pohon yang telah ditanam hingga 25 Desember, atau setara dengan 41,73% dari total pohon tertanam.

Sementara itu, kontribusi hutan rakyat mencapai 42,69 juta pohon. Adapun jumlah pohon yang ditanam dengan guna penghijauan lingkungan dengan menggunakan dana APBN mencapai 39,3 juta pohon.

Di Hutan Tanaman Industri, jumlah pohon baru yang ditanam tahun ini mencapai 322,47 juta pohon. Jumlah tersebut setara dengan 29,31% total pohon yang tertanam.Secara geografis, Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah penanaman pohon baru terbanyak sepanjang 2012. Total pohon baru tertanam di provinsi tersebut hingga 25 Desember mencapai 118,51 juta.

Adapun di DKI Jakarta Jumlah pohon baru yang tertanam tahun ini mencapai 2,66 juta. Provinsi yang dikomandoi Joko Widodo tersebut menjadi provinsi dengan jumlah penanaman pohon baru terendah tahun ini.

Upaya menumbuhkan budaya menanam di masyarakat dilakukan Kementerian Kehutanan melalui berbagai program penanaman. Tercatat program yang telah dilaksanakan antara lain Aksi Penanaman Serentak Indonesia, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, serta Satu Orang Satu Pohon.

Keberhasilan seluruh program tersebut memacu pemerintah untuk meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon dengan motto “Satu Miliar Pohon Indonesia untuk Dunia” atau “One Billion Indonesian Trees for the World”. Penyediaan bibit direncanakan melalui anggaran DIPA BA sebanyak 36 juta batang, partisipasi para pihak (swasta, BUMN, LSM, Pemda, lembaga donor) 300 juta batang, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa 320 juta batang, Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai 300 juta batang, serta Hutan Rakyat Kemitraan sebanyak 50 juta batang.

Melalui program Penanaman ini Kementerian Kehutanan juga berupaya untuk sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar hutan. Beberapa skema yang ditempuh Kementerian Kehutanan adalah melalui Hutan Kemasyarakatan, dimana tahun ini direncanakan seluas 210.749,64 ha, Hutan Rakyat Kemitraan seluas 203.833 ha, Hutan Desa seluas 10.310 ha, dan pencadangan Hutan Tanaman Rakyat mencapai 480.303 ha.

Serap Tenaga Kerja

Total luas seluruh skema tersebut mencapai 905.195,64 ha. Apabila setiap Kepala Keluarga (KK) diberikan ijin kelola rata-rata seluas 15 ha, dan melibatkan 4 orang sebagai tenaga kerja, maka sedikitnya 60.346 KK atau 241.384 tenaga kerja terserap dalam pengelolaan hutan ini. Apabila setiap hektare yang dikelola masyarakat dapat menghasilkan 200 m3 kayu dengan harga Rp. 500.000,00/m3, maka setiap hektare lahan dapat menghasilkan 100 juta rupiah, atau Rp 1,5 miliar setiap KK.

Selain program penanaman suksesnya program One Man One Tree tahun juga masih dapat ditingkatkan. Apabila, 1 orang menanam 1 pohon selama kurun waktu 1 tahun ditingkatkan menjadi 1 orang menanam 1 pohon setiap bulan selama kurun waktu 1 tahun, maka dalam waktu 1 tahun akan tertanam 2,76 miliar pohon.

Secara individu, secara keluarga, kelompok, RT, RW, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Wilayah, hingga Pemerintah Daerah harus diupayakan berpartisipasi melakukan penanaman pohon. Kita harus mulai dari diri sendiri, kita mulai dari lingkungan kita sendiri, kita mulai dari sekarang. Mari bersama kita sukseskan Penanaman 1 Milliar Pohon Tahun.

Gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon, harus terus digelorakan dan dilakukan secara kontinyu pada setiap tahun masa tanam. Dalam waktu 5 sampai 10 tahun mendatang, bangsa Indonesia akan menikmati indahnya bumi Indonesia hijau berseri dengan masyarakatnya yang sejahtera, jauh dari bencana.

BERITA TERKAIT

Pesantren Diyakini Bisa Cetak Wirausaha Industri Modern

NERACA Jakarta – Pondok pesantren mempunyai potensi besar dalam mendorong pertumbuhan wirausaha industri baru di Indonesia. Kementerian Perindustrian meyakini, selain…

CLEO Siapkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Produsen air minum kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menganggarkan belanja modal atau capex tahun ini sebesar…

PT NKE Bayar Rp86,19 Miliar ke KPK

PT NKE Bayar Rp86,19 Miliar ke KPK NERACA Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) yang telah berubah nama menjadi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

Kebijakan Harus Fokus Pada Capaian Ketahanan Pangan

  NERACA Jakarta – Berbagai program terkait kebijakan pangan sudah disampaikan oleh dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden,…

Penguatan Industri Hulu Jadi Salah Satu Prioritas Utama

NERACA Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur. Ada…