Pemerintah Kembali Targetkan 6 BUMN Go Public

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2012, hanya satu PT Waskita Karya Tbk yang listing di pasar modal dari target pemerintah lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) go public. Meskipun target meleset dari yang diharapkan, Kementerian BUMN tetap mematok target lebih besar yaitu enam BUMN yang diharapkan go public atau penawaran saham perdana di 2013.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN Pandu Djajanto mengatakan, enam BUMN tersebut di antaranya, PT Semen Baturaja, PT Pegadaian, PT Pos Indonesia, anak usaha PT PLN, PT Pertamina dan PT Garuda Indonesia Tbk, “IPO beberapa anak perusahaan, anak perusahaan PLN yaitu PLN Batam. Kita menunggu dari Garuda dan Pertamina,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Di samping itu Pandu menyebutkan, terdapat program penggabungan dua perusahaan farmasi di 2013 yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang membeli saham PT Indo Farma Tbk (INAF). Selain itu, Kementerian BUMN juga berencana melepas lagi lima persen sahamnya di PT Aneka Tambang Tbk melalui program right issue. "Di Aneka Tambang lima persen kita punya saham," pungkasnya.

Sementara versi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, sejumlah calon emiten akan mencatatkan perdana saham pada awal 2013. Diantaranya, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya. Perseroan melepas 600 juta saham ke publik dengan nilai nominal Rp100. Harga penawaran perdana saham/initial public offering (IPO) yang ditawarkan Rp230 per saham.

Perseroan diperkirakan meraih dana sekitar Rp138 miliar dari hasil penawaran perdana saham. Dana terebut akan digunakan untuk pelunasan utang dan ekspansi usaha. Masa penawaran perdana saham dilakukan mulai 27-28 Desember 2012 dan 2-3 Januari 2013. Penjatahan pada 7 Januari 2013, distribusi saham secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan pada 8 Januari 2013, dan pencatatan di BEI pada 9 Januari 2013. PT OSK Nusadana Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Lalu, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk akan menyusul untuk mencatatkan perdana saham di BEI pada awal 2013. Perseroan melepas 180 juta saham ke publik dengan nilai nominal Rp100. Harga penawaran perdana saham yang ditawarkan Rp400 per saham. Perseroan akan memperoleh dana sekitar Rp72 miliar dari hasil penawaran perdana saham yang digunakan untuk pelunasan utang, pembiayaan ekspansi kamar VIP, dan modal kerja. PT Lautandhana Securindo ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Jadwal penawaran perdana saham perseroan antara lain masa penawaran pada 2-4 Januari 2013, penjatahan pada 8 Januari 2013, distribusi dan pengembalian uang pesanan pada 10 Januari 2013, dan pencatatan di BEI pada 11 Januari 2013.

Selain itu, PT Multi Agro Gemilang Plantation akan melakukan penawaran perdana saham. Perseroan akan melepas 9 miliar lembar saham atau 44,44% saham baru. Harga perdana saham yang ditawarkan di kisaran Rp100-Rp120 per saham. Dana hasil penawaran perdana saham digunakan untuk pengembangan kebun, pelunasan utang ke Bank Panin, dan penyertaan modal.

Perseroan juga menawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta waran seri I. PT Brent Securities dan PT Valbury Asia Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Jadwal masa penawaran perdana saham antara lain masa penawaran umum pada 3-9 Januari 2013, penjatahan pada 11 Januari 2013, distribusi saham pada 15 Januari 2013. Untuk pelaksanaan waran seri I pada 16 Juli 2013-15 Juli 2016. (bani)

BERITA TERKAIT

Kenaikan Harga BBM Dianulir, Cermin Buruknya Manajerial Pemerintah

Oleh: Zainal C. Airlangga Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Keputusan Jokowi ini…

Bantu Petelur, Pemerintah Cari Bahan Baku Pakan

    NERACA   Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…