Kursi Kosong Dirut Bank Mutiara Tunggu RUPS

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk yang baru, Maryono, menyatakan dirinya optimis jika PT Bank Mutiara Tbk akan terus memiliki kinerja sesuai dengan alur yang telah direncanakan, termasuk proses divestasi yang akan memasuki kali kelima di tahun 2013.

“Proses divestasi Bank Mutiara belum selesai. Di sana (Bank Mutiara) itu team work. Kita menggunakan strategi dengan membuat rencana bisnis yang terarah. Dalam empat tahun kita sudah buat semua on track. Pengganti (saya) yang baru nanti hanya melanjutkan rencana-rencana (bisnis) yang sudah ada,” jelas Maryono, kepada wartawan di Jakarta, pekan lalu.

Dia juga menambahkan, tim direksi Bank Mutiara juga sangat profesional. Lebih lanjut mantan direksi PT Bank Mandiri Tbk ini secara tegas optimis bahwa Bank Mutiara akan segera memperoleh direktur utama yang baru sepeninggal dirinya. Proses pengangkatan direktur utama tersebut merupakan hak prerogatif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik Bank Mutiara.

“Bank Mutiara itu dimiliki LPS, maka penetapan direktur utama akan ditetapkan pula oleh LPS melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Saya kira itu tidak akan lama lagi,” terangnya. Sementara itu, Komisaris Independen Bank Mutiara, Eko B Supriyanto, menjelaskan jika direktur utama Bank Mutiara yang baru akan ditetapkan pada awal tahun ini.

“Pengganti Pak Maryono akan ditetapkan LPS pada RUPS di pertengahan Januari 2013,” jelas Eko. Sebagai informasi, Maryono secara resmi menggantikan posisi Iqbal Latanro sebagai direktur utama BTN menjelang tutup tahun 2012.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo, mengungkapkan pihaknya memiliki kriteria khusus untuk calon direktur utama bank yang dahulu bernama Bank Century tersebut. Di antaranya, calon direktur utama Bank Mutiara merupakan seorang yang bisa melanjutkan restrukturisasi Bank Mutiara.

Dia juga menyebut, terdapat dua kriteria yang diinginkan LPS, sehingga nilai (value) Bank Mutiara dapat meningkat lebih cepat. Kemudian, calon direktur utama Bank Mutiara adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan aspek-aspek yang terkait dengan peningkatan kinerja berkelanjutan di Bank Mutiara.

Saat ini, kata heru, pemilihan direktur utama Bank Mutiara sedang diolah oleh Komite Remunerasi dan Nominasi di Bank Mutiara. “Setelah itu, LPS akan memperoleh masukan dan menentukan siapa pengganti Pak Maryono. Dalam waktu dekat akan diumumkan penggantinya,” ungkap Heru.

Bank Mutiara sendiri merupakan hasil rebranding dari Bank Century yang bermasalah di tahun 2008 lalu, sehingga diambilalih oleh negara, tepatnya oleh LPS sampai sekarang. Hal ini dikarenakan juga pada Agustus 2012, LPS tidak meloloskan tiga investor baru yang tertarik untuk membeli saham Bank Mutiara sebab masih belum memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, sebanyak 99% saham bank tersebut masih dipegang LPS. Pengambilalihan Bank Century oleh LPS pada waktu lalu berdasarkan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Nomor 04/KSSK.03/2008 tertanggal 21 November 2008 yang merupakan langkah penyelamatan kesehatan ekonomi nasional.

Kemudian dilakukan rebranding pada tanggal 3 Oktober 2009 dengan sebelumnya ditetapkan oleh SK Gubernur BI melalui surat No. 11/47/KEP.GBI/2009 tertanggal 16 September 2009. Hal ini merupakan langkah awal manajemen dalam mengembangkan kembali Bank Century yang sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara. [ria]

BERITA TERKAIT

Bank Sumsel Babel Dukung Digitalisasi Taspen

Bank Sumsel Babel Dukung Digitalisasi Taspen NERACA Palembang - PT Bank Sumsel Babel mendukung digitalisasi PT Taspen (Persero) untuk melayani…

Menkeu Usulkan Asumsi Kurs Rp 15.000 di APBN 2019 - BANK INDONESIA PREDIKSI NILAI TUKAR RP 14.800-RP 15.200 PER US$

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati kembali mengusulkan perubahan asumsi makro pada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya…

Bank Sumsel Babel Dukung Digitalisasi Taspen

    NERACA   Palembang - PT Bank Sumsel Babel mendukung digitalisasi PT Taspen (Persero) untuk melayani 12.000 pensiunan yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Titik Keseimbangan Rupiah Di Posisi Rp15.000

      NERACA   Jakarta - Ekonom Agustinus Prasetyantoko menilai level Rp15.000-an per dolar AS saat ini merupakan titik…

Peringkat Daya Saing Indonesia Diurutan ke 45

    NERACA   Jakarta - Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index 4.0 dengan metodologi baru edisi 2018…

BI Perkirakan Anggaran Penerimaan Operasional Naik 7,9%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan anggaran penerimaan operasional meningkat 7,9 persen menjadi RpRp29,1 triliun pada…