Bapepam-LK Keluarkan Izin 20 Perusahaan Asuransi - Di 2012

NERACA

Jakarta - Sepanjang tahun 2012, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) yang tahun ini secara resmi beralih nahkoda menjadi di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah memberikan izin baru bagi industri perasuransian sebanyak 20 perusahaan.

"Ada 20 perusahaan baru dengan sejumlah bidang usaha seperti pialang asuransi, pialang reasuransi, asuransi jiwa, asuransi jiwa syariah, dan asuransi kerugian," ujar Ketua Bapepam LK, Ngalim Sawega, melalui keterangan tertulis akhir tahun 2012, di Jakarta, Senin.

Selama periode 1 Januari hingga 26 Desember 2012, tercatat ada 854 produk baru yang telah dicatat biro perasuransian dari perusahaan asuransi jiwa dan umum. Untuk perusahaan asuransi jiwa memproduksi asuransi konvensional sebanyak 478 dan syariah 82 produk. "Sedangkan asuransi umum memproduksi 263 asuransi konvesnional dan 31 asuransi syariah," ungkapnya.

Selain itu, Bapepam LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran asuransi melalui kerja sama dengan Bank atau Bancassurance, baik perusahaan asuransi umum maupun jiwa, dengan total jumlah 449 perusahaan. Masing-masing 423 untuk asuransi konvensional, dan 26 asuransi syariah.

Ngalim berharap perkembangan industri asuransi ke depan bisa lebih bergairah, terutama di bawah naungan OJK. Pasalnya, berdasarkan hasil analisis Bapepam LK, pada kuartal III 2012 aset perusahaan perasuransian konvensional mencapai Rp310.7 juta, sedangkan asuransi syariah mencapai Rp11.9 juta.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo bilang asuransi merupakan langkah tepat untuk mengamankan keuangan, baik individu maupun negara. Pasalnya selama ini, industri asuransi ikut meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, industri ini harus didukung semua pihak.

"Industri asuransi semakin berperan dalam menyejahterakan perekonomian Indonesia. Asuransi itu banyak memberikan manfaat baik secara individu, masyarakat, dan perekonomian negara. Jadi asuransi ini sebenarnya malah menguntungkan,” ungkap kata Agus, belum lama ini.

Menurut dia, keberadaan asuransi akan membuat masyarakat lebih mandiri, karena dapat mengamankan atau memberikan perlindungan terhadap risiko yang tidak diinginkan selama ini, baik risiko kecelakaan umum seperti rumah, kendaraan, perhiasan ataupun barang berharga lainnya, serta melindungi dari risiko kecelakaan jiwa. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investor Meninggalkan Saham Lippo Grup - Kasus Suap Izin Meikarta

NERACA Jakarta – Kasus suap soal perizinan Meikarta sebagai proyek properti Grup Lippo terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, memberikan dampak…

Sompo Insurance Permudah Proses Klaim Asuransi Kendaraan

  NERACA   Jakarta - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) kembali menyuguhkan hasil inovasi layanan klaim Pelanggan melalui peresmian…

Perusahaan Pembiayaan Diminta Mendata Debitur Terdampak Bencana

      NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan industri keuangan nonbank seperti perusahaan pembiayaan agar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Dorong Penetrasi Asuransi, Insurance Day Digelar di 18 kota

      NERACA   Jakarta - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyelenggarakan peringatan hari asuransi atau Insurance Day 2018. Perayaan…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…