Dana Pensiun Perbesar Obligasi Korporasi Jadi 30% - Imbal Hasil Menarik

NERACA

Jakarta-Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) akan menambah porsi pengelolaan dana pensiun pada obligasi korporasi di tahun 2013. “Sekarang persentasenya sekitar 26% dan kemungkinan besok menjadi 30%,”kata Ketua Asosiasi Dana Pensiun, Joni Rolindrawan di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, pemilihan obligasi korporasi tersebut didasarkan pada ekspektasi pertumbuhan pasar obligasi di tahun mendatang. Pasalnya, dibandingkan obligasi pemerintah, imbal hasil yang diberikan pada obligasi korporasi masih lebih menarik.

Pada penempatan dana pensiun tersebut, pihaknya juga akan melihat pada perkembangan emiten dan rating yang diperoleh untuk penerbitan obligasi tersebut,”Penerbitan obligasi diperkirakan akan semarak di tahun depan, tapi kita lihat juga apakah emitennya bagus, dan rating tentunya.” jelasnya.

Selain pada obligasi korporasi, lanjut dia, pengelolaan dana pensiun tahun 2013 juga akan ditempatkan pada sektor properti. “Properti juga merupakan investasi jangka panjang yang dinilai cukup bagus, jika areal yang dipilih bagus maka dapat menjanjikan.” katanya.

Dia menambahkan, pada akhir tahun 2012 terdapat tiga pengesahan pembentukan dana pension baru. Ketiganya merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dengan satu program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan dua program Pensiun Iuran pasti (PPIP).

Pertumbuhan obligasi korporasi di tahun depan juga diamini oleh pengamat obligasi dari PT Lembaga Penilai Efek Indonesia, Fakhrul Aufa. Dia mengatakan pertumbuhan obligasi di tahun 2013 diproyeksikan mencapai sekitar 20-25%.

Menurut dia, dibandingkan obligasi pemerintah, obligasi korporasi dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Karena itu, penyerapan obligasi korporasi masih akan lebih besar. “Imbal hasil obligasi pemerintah saat ini tidak lagi dapat memberikan sebesar 7%, sedang imbal hasil obligasi korporasi bisa tinggi sesuai ratingnya.” jelasnya.

Pihaknya mencatat, untuk penerbitan obligasi korporasi mencapai sekitar 118 seri obligasi dengan total penerbitan sebesar Rp67,8 triliun. Selain angka tersebut, masih ada sebanyak tujuh seri yang akan terbit.

Nilai Obligasi 2012

Dari data Bapepam LK saja misalnya, disebutkan total aset untuk obligasi pemerintah pada tahun 2011 sebesar Rp12,76 triliun menjadi Rp11,30 triliun di akhir tahun 2012, sedang untuk obligasi korporasi mencapai Rp142,65 triliun menjadi Rp180,82 triliun.

Dia mengatakan, apabila pasar dalam kondisi bagus, maka akan lebih menguntungkan bagi penerbit obligasi pemerintah karena dapat memperoleh yield yang lebih rendah. Meskipun demikian, investor akan berhati-hati menyusul akan terjadinya tingkat inflasi yang dorong adanya rencana kenaikan tarif dasar listrik dan upah minimum yang akan dilakukan pemerintah.

Data statistik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia menyebutkan, total asset obligasi korporasi dan sukuk hingga akhir Desember 2012 masih didominasi kepemilikannya oleh investor lokal, secara persentase mengalami penurunan dari 95% pada 28 Desember 2012 mnjadi 93% pada Desember 2012. Namun, dari sisi nilai mengalami peningkatan dari Rp141,46 triliun menjadi Rp175,34 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 23,9%.

Sementara untuk asset obligasi korporasi dan sukuk yang dimiliki investor asing mengalami peningkatan dari Rp6,865 menjadi Rp12,35 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 80,02%. (lia)

BERITA TERKAIT

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk anggota…

Marak di Semester Kedua - Pefindo Taksir Obligasi Capai Rp 135 Triliun

NERACA Jakarta – Memasuki semester kedua tahun ini, banyak sentimen positif yang bakal menjadi pemicu tren pasar obligasi kembali marak.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…