Anggaran PU Hanya Naik 3,39%

NERACA

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan anggaran sebesar Rp 77,978 triliun untuk 2013, hanya naik 3,39% dari anggaran 2012 sebesar Rp 75,421 triliun. Kenaikan tersebut terbilang kecil dibanding kenaikan anggaran PU dari 2011 ke 2012 sebesar yang mencapai 30,13% dan dari 2010 ke 2011 yaitu sebesar 53,94%. Anggaran PU pada 2010 dan 2011 berturut-turut sebesar Rp 37,651 triliun dan Rp 57,960 triliun.

Data-data tersebut disampaikan dalam jumpa pers laporan Akhir Tahun Kementerian PU di Jakarta akhir pekan lalu.

Dalam acara tersebut, Menteri PU Djoko Kirmanto menjelaskan rincian alokasi anggaran 2013 tersebut, "Untuk belanja modal sebesar Rp 62,58 triliun, belanja barang Rp 10,04 triliun, belanja pegawai Rp 1,4 triliun dan bantuan sosial Rp 3,95 triliun.”

Jika anggaran Kementerian PU tersebut dibagi-bagi berdasarkan Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal), Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mendapatkan Rp 38,83 triliun, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Rp 19,54 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp 17,21 triliun, Ditjen Penataan Ruang Rp 801,75 miliar, Sekretaris Jenderal Rp 661,08 miliar, Badan Litbang Rp 459,31 miliar, Badan Pembina Konstruksi Rp 334,42 miliar, dan Inspektorat Jenderal Rp 126,23 miliar.

Ditjen Bina Marga yang mendapatkan anggaran paling besar akan menggunakan Rp 38,83 triliun tersebut untuk memelihara jalan nasional sepanjang 35.071 km, memelihara jembatan sepanjang Rp 247.692 meter, meningkatkan dan melebarkan jalan nasional 4.277 m, membangun jalan baru sepanjang 218,4 km, membangun jembatan baru sepanjang 7.164 m, membangun jembatan layang/underpass sepanjang 3.510 meter, dan membangun jalan tol sepanjang 28 km.

“Peningkatan kemantapan jalan akan ditargetkan menjadi 92% pada 2013 dan 94% pada 2014. Saat ini kita baru 90%,” jelas Djoko.

Sedangkan Ditjen SDA akan membangun 13 waduk baru dan 8 waduk lanjutan, merehabilitasi 69 waduk, merehabilitasi jaringan irigasi seluas 371.496 hektar, memelihara irigasi yang sudah ada seluas 2,3 juta hektar, meningkatkan kapasitas penyediaan air baku sampai 12,17 meter kubik per detik, dan membangun sarana pengaman pantai sepanjang 22,9 km.

Sementara itu Ditjen Cipta Marga akan menggunakan anggarannya yang sebesar Rp 17,21 triliun untuk membangun infrastruktur pedesaan di 6.640 lokasi, membangun infrastruktur pemukiman perkotaan di 225 kawasan, membangun rumah susun sederhana sewa sebanyak 67 twin block, membangun infrastruktur air limbah di 370 kawasan, dan membangun sistem penyediaan air minum untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Anggaran Ditjen Penataan Ruang akan digunakan untuk melakukan pendampingan legalisasi sebanyak 86 Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, melakukan persetujuan terhadap substansi rencana rinci di 38 kabupaten, memfasilitasi persetujuan substansi peraturan daerah Rencana Detail Tata Ruang di 15 kota, dan menyelesaikan Peraturan Presiden sesuai amanat UU No. 26 Tahun 2007 sebanyak 35 Raperpres dan 1 draft Raperpres.

ementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan anggaran sebesar Rp 77,978 triliun untuk tahun 2013, hanya naik sebesar 3,39% dari anggaran tahun 2012 sebesar Rp 75,421 triliun.

Kenaikan tersebut terbilang kecil dibanding kenaikan anggaran PU dari tahun 2011 ke tahun 2012 sebesar 30,13% dan dari tahun 2010 ke tahun 2011 yaitu sebesar 53,94%. Anggaran PU pada tahun 2010 dan 2011 berturut-turut sebesar Rp 37,651 triliun dan Rp 57,960 triliun.

Data-data tersebut disampaikan dalam jumpa pers laporan Akhir Tahun Kementerian PU di Jakarta akhir pekan lalu.

Dalam acara tersebut, Menteri PU Djoko Kirmanto menjelaskan perincian alokasi anggaran 2013 tersebut, "Untuk belanja modal sebesar Rp 62,58 triliun, belanja barang Rp 10,04 triliun, belanja pegawai Rp 1,4 triliun dan bantuan sosial Rp 3,95 triliun.”

Jika anggaran Kementerian PU tersebut dibagi-bagi berdasarkan Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal), maka Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mendapatkan Rp 38,83 triliun, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Rp 19,54 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp 17,21 triliun, Ditjen Penataan Ruang Rp 801,75 miliar, Sekretaris Jenderal Rp 661,08 miliar, Badan Litbang Rp 459,31 miliar, Badan Pembina Konstruksi Rp 334,42 miliar, dan Inspektorat Jenderal Rp 126,23 miliar.

Ditjen Bina Marga yang mendapatkan anggaran paling besar akan menggunakan Rp 38,83 triliun tersebut untuk memelihara jalan nasional sepanjang 35.071 km, memelihara jembatan sepanjang Rp 247.692 meter, meningkatkan dan melebarkan jalan nasional 4.277 m, membangun jalan baru sepanjang 218,4 km, membangun jembatan baru sepanjang 7.164 m, membangun jembatan layang/underpass sepanjang 3.510 meter, dan membangun jalan tol sepanjang 28 km.

“Peningkatan kemantapan jalan akan ditargetkan menjadi 92% pada 2013 dan 94% pada 2014. Saat ini kita baru 90%,” jelas Djoko.

Sedangkan Ditjen SDA akan membangun 13 waduk baru dan 8 waduk lanjutan, merehabilitasi 69 waduk, merehabilitasi jaringan irigasi seluas 371.496 hektar, memelihara irigasi yang sudah ada seluas 2,3 juta hektar, meningkatkan kapasitas penyediaan air baku sampai 12,17 meter kubik per detik, dan membangun sarana pengaman pantai sepanjang 22,9 km.

Sementara Ditjen Cipta Marga akan menggunakan anggarannya yang sebesar Rp 17,21 triliun untuk membangun infrastruktur pedesaan di 6.640 lokasi, membangun infrastruktur pemukiman perkotaan di 225 kawasan, membangun rumah susun sederhana sewa sebanyak 67 twinblok, membangun infrastruktur air limbah di 370 kawasan, dan membangun sistem penyediaan air minum untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Anggaran Ditjen Penataan Ruang akan digunakan untuk melakukan pendampingan legalisasi sebanyak 86 Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, melakukan persetujuan terhadap substansi rencana rinci di 38 kabupaten, memfasilitasi persetujuan substansi peraturan daerah Rencana Detail Tata Ruang di 15 kota, dan menyelesaikan Peraturan Presiden sesuai amanat UU No. 26 Tahun 2007 sebanyak 35 Raperpres dan 1 draft Raperpres.

BERITA TERKAIT

Naik 7,4%, Utang Luar Negeri Capai Rp 5.521 Triliun

  NERACA   Jakarta - Utang luar negeri Indonesia pada akhir Mei 2019 naik 7,4 persen secara tahunan (year on…

Revisi UU Perkawinan Bukan Hanya Soal Naikkan Usia

Revisi UU Perkawinan Bukan Hanya Soal Naikkan Usia NERACA Jakarta - Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…

RFB Catatkan Volume Transaksi Naik 10,5%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 10,5% dan penguasaan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kekurangan Penerimaan Pajak Diperkirakan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan memperkirakan penerimaan pajak selama 2019 akan meleset sekitar Rp140 triliun dari target…

Kantar Rilis 10 Iklan Ramadan 2019 Terbaik

      NERACA   Jakarta - Perusahaan data, dan konsultasi berskala global, Kantar Indonesia menggelar penghargaan ‘Most Loved’ Indonesian…

PPK Kemayoran Ingin Jadikan Gedung Eks Bandara Kemayoran Jadi Cagar Budaya

    NERACA   Jakarta - Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran mengusulkan agar gedung eks Bandara Kemayoran dijadikan sebagai cagar…