Penjualan Handset TiPhone Ditaksir Naik 10%

NERACA

Jakarta - Dikarenakan permintaan produk yang meningkat, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE) memproyeksikan penjualan pada tahun depan meningkat sebesar 10%. Hal ini menurut Chief Executive Officer PT TiPhone Mobile, Lily Salim dikarenakan permintaan produk dibawah harga Rp1 juta.

"Untuk 2013, penjualan handset diperkirakan mencapai 1,6 juta, naik 10% dibandingkan realisasi tahun ini sebesar 1,5 juta. 85% produk handset yang dipasarkan merupakan produk featurephone dan sisanya produk smartphone," kata Lily di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dengan demikian, lanjut Lily, pada 2013 akan lebih gencar dan memperbanyak pemasaran produk TiPhone dengan harga di bawah Rp1 juta. Pasalnya, selama ini produk smartphone TiPhone memberikan kontribusi sebesar 20% terhadap penjualan handset. Ia juga meyakini penjualan smartphone akan terus meningkat seiring dengan target ekspansi perusahaan.

Lebih jauh dikatakan Lily, bisnis utama yang akan dilakukannya adalah distributor produk operator seperti voucher. “TiPhone telah menguasai 11% pasar distribusi voucher dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) serta 10% pangsa pasar distribusi voucher PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan 7% pangsa pasar distribusi voucher Flexi milik PT Telkom. Kontribusi pendapatan voucher mencapai 90% terhadap pendapatan usaha," ujarnya.

Margin penjualan voucher terbesar berasal dari penjualan voucher dengan denominasi Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu. Tingginya kontribusi penjualan voucher merupakan hasil dari strategi reduksi distribution chain perusahaan, sehingga voucher bisa didistribusikan secara cepat ke pengguna. Selain itu, perusahaan menyasar pada penjualan voucher di daerah dibandingkan kota besar.

Prospek Telekomunikasi

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) Mas Wirgantor Roes mengatakan prospek sektor telekomunikasi pada 2013 tidak terlampau optimis meski juga tidak terlalu pesimis. "Prospek sektor telekomunikasi di Indonesia tidak terlalu buruk meskipun tidak terlalu optimis," katanya.

Ia mengatakan, pertumbuhan untuk pelanggan suara sudah memasuki ambang kejenuhan meskipun pasarnya sempat memuncak dalam beberapa tahun lalu. Namun demikian, menurut dia, untuk pasar pelanggan data khususnya mobile data ditaksir akan masih kuat pada 2013.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menilai perlu adanya imbauan kepada para operator terkait cuaca yang buruk dalam beberapa bulan terakhir. Terlebih memasuki akhir 2012 dan selama Januari-Februari 2013, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika masih memperkirakan adanya kondisi yang cuaca yang memburuk dan tidak stabil di sejumlah negara, khususnya dari kemungkinan tingginya gelombang laut, angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir besar.

"Kami mengimbau sekaligus mengingatkan kepada para penyelenggara telekomunikasi, siaran televisi, dan siaran radio untuk melakukan antisipasi terhadap kemungkinan robohnya menara yang ada akibat cuaca buruk yang ekstrem," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto.

Data menunjukkan, laporan resmi terhadap prosentase robohnya menara-menara tersebut relatif sangat kecil meskipun beberapa kasus tertentu pernah terjadi dan sempat menelan korban jiwa. "Imbauan ini berkenaan dengan makin sering terjadinya angin puting beliung, yang merusak puluhan bangunan fisik di sejumlah daerah," katanya. Meskipun pada akhirnya Gatot yakin, cuaca yang buruk tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan investasi di sektor telekomunikasi Indonesia.

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Saham Sepekan Naik 3,07%

NERACA Jakarta – Sepekan kemarin, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan rata-rata frekuensi transaksi sebesar 5,53% menjadi 464,93 ribu…

PBB di Kota Bekasi Naik 40%, Kenapa?

Kami sangat terkejut ketika menerima SPPT Pajak Bumi Bangunan (PBB) 2019 terlihat angka tagihannya meningkat sekitar 40% dari tahun sebelumnya…

Keuntungan Naik, Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Volvo Cars akan mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9 persen pada 2018, kata…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

Kebijakan Harus Fokus Pada Capaian Ketahanan Pangan

  NERACA Jakarta – Berbagai program terkait kebijakan pangan sudah disampaikan oleh dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden,…

Penguatan Industri Hulu Jadi Salah Satu Prioritas Utama

NERACA Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur. Ada…