Menuai Prospek Emas RS Omni Lewat Pasar Modal - Bidik Kelas Menengah

NERACA

Jakarta – Bicara kesehatan adalah bagian penting untuk di jaga. Terlebih tiap tahunnya, biaya kesehatan selalu naik. Sejatinya, bisnis fasilitas kesehatan di dalam negeri menjadi pasar yang menjanjikan dengan populasi masyarakat yang besar dan didukung pertumbuhan ekonomi positif.

Apalagi masyarakat kelas menengah di Indonesia pun, diperkirakan akan tumbuh dari 36% menjadi 58% dari totak penduduk tahun 2020 mendatang. Namun sayangnya, pengeluaran biaya kesehatan per kapita di Indonesia masih rendah atau sekitar US$55, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran biaya kesehatan per kapita dunia sebesar US$854. Hal tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang luar biasa di industri pelayanan kesehatan di Indonesia.

Berangkat dari situlah, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (Perseroan), pemilik RS Omni Pulomas dan RS Omni Alam Sutera, bakal melepas saham ke public sebanyak 180 juta lembar saham melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun depan.

Disebutkan, jumlah saham perseroan yang di lepas ke public setara dengan 15,25% dari modal disetor setelah penawaran umum perdana saham. Sementara perseroan membidik dana IPO sebesar Rp 70 miliar dengan kisaran harga yang ditawarkan Rp 375-425 per saham.

Kata Presiden Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, Noersing, mayoritas dana hasil IPO direncanakan untuk membiayai pelunasan sebagian hutang dan pembiayaan ekspansi kamar VIP serta untuk penambahan modal kerja, “Dana hasil IPO sekitar 50% untuk membiayai pelunasan sebagian hutang, 28% untuk pembiayaan ekspansi kamar VIP dan sisanya sekitar 22% akan digunakan untuk penambahan modal kerja,” katanya.

Maka untuk memperlancar proses IPO tersebut, perseroan menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Dia juga menambahkan, pertimbangan investasi atas IPO perseroan adalah perseroan telah berdiri selama 40 tahun dan memiliki track record yang baik di industri kesehatan.

Selain itu, rumah sakit perseroan terletak di lokasi strategis dengan tingkat pertumbuhan yang pesat. Perseroan juga memiliki dokter-dokter yang terkemuka di spesialisasinya dan didukung tim medis yang kompeten, juga ditunjang dengan bangunan yang modern dan peralatan medis yang canggih dan lengkap.

Siloam Hospital Go Public

Langkah yang sama juga bakal dilakukan Grup Lippo melalui PT Lippo Karawaci Tbk berencana melepas sekitar 30% saham Siloam Hospital ke bursa melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) selambat-lambatnya akhir 2012.

Chief Executive Officer (CEO) Grup Lippo James Riady mengatakan, rencana pencatatan saham perdana tersebut memang telah digariskan dari grup, dan pihaknya kini memperkuat nilai perseroan merespons rencana tersebut. "Tahun depan kami berharap bisa dilepas. Saat itu nilai kapitalisasi kami telah meningkat menjadi US$ 3,5 miliar dari posisi sekarang sekitar US$ 1 miliar,"paparnya

Direktur Siloam Hospital, Tunggul D. Situmorang membenarkan aksi korporasi selanjutnya dari induk usahanya perusahaan tersebut. "Kamis sudah mempersiapkan rencana tersebut. Semuanya ada ditangan pak James,” tegas dia.

Kelompok usaha milik Mochtar Riady tersebut menargetkan pendapatan senilai US$ 600 juta dari divisi bisnis dalam lima tahun mendatang, seiring dengan upaya grup mendongkrak nilai asetnya menjadi US$ 8 miliar.

Tunggul berharap, dengan IPO Siloam Hospital dapat dikenal masyarakat lebih luas. Selain itu mememperkaya perawatan instansinya dengan kehadiran MRCCC Siloam Semanggi sebagai Rumah Sakit Khusus Kanker Swasta Pertama dan Terbesar di Indonesia. "Sebanyak 8 juta atau 13% dari penyebab kematian orang meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia karena penyakit kanker. Bahkan di seluruh dunia, lebih dari 10 juta orang terdiagnosa kanker setiap tahun, di mana 70% dari populasi tersebut adalah masyarakat menengah ke bawah," jelanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Menggeliatkan Roda Perekonomian Lewat Pemerataan Sinyal

Di era digital saat ini, semua pelayanan sudah bisa dilakukan melalui smartphone, mulai dari urusan pekerjaan kantor, bayar cicilan dengan…

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…