67 Titik Banjir Jakarta Teratasi di 2018

NERACA

Jakarta – Sebanyak 67 titik banjir dari total 78 titik yang ada di Jakarta akan teratasi pada 2018. Sebelas sisanya tetap akan diupayakan, tetapi sulit karena merupakan daerah cekungan. Target tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dalam jumpa pers di Kementerian PU, Kamis (27/12).

Beberapa program sudah tuntas dilaksanakan dalam rangka mencapai target tersebut. Sebagai misal, peningkatan kapasitas Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur (BKT) yang masing-masing mengurangi 6 dan 16 titik banjir.

Untuk meningkatkan kapasitas BKB telah dihabiskan biaya sebesar Rp 350 miliar untuk konstruksi saja, belum termasuk pembebasan tanah. Sementara itu, peningkatan kapasitas BKT menghabiskan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 2,4 triliun untuk pembebasan tanah dan Rp 2,4 triliun lagi untuk konstruksi yang dikeluarkan dari anggaran Kementerian PU.

Dalam beberapa tahun ke depan, terdapat beberapa program besar lain untuk mengurangi titik banjir yang ada di Jakarta, di antaranya normalisasi Kali Pesanggrahan, Angke, dan Sunter (PAS). Normalisasi tersebut sekarang sedang dilakukan dan akan diselesaikan pada 2014. Nantinya, dari normalisasi Kali PAS ini akan mengurangi 10 titik banjir.

Dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan normalisasi tersebut adalah Rp 2,5 triliun yang digelontorkan dari anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 1,4 triliun untuk pembebasan tanah dan anggaran dari Kementerian PU sebesar Rp 1,1 triliun untuk konstruksi.

Keperluan anggaran untuk pembebasan tanah di Jakarta biasanya sama dengan keperluan anggaran untuk konstruksi. “Memang pembebasan tanah di Jakarta itu selain sulit, juga mahal,” kata Djoko.

Program besar lain untuk mengurangi banjir di Jakarta adalah Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Dalam program ini, akan mengonstruksi penanganan wilayah Cengkareng Drain, Sunter Hilir, dan muara BKB.

Sampai sekarang, program ini ada dalam tahap lelang. Direncanakan JEDI rampung pada 2016. Jika berjalan sesuai rencana, JEDI akan mengurangi 20 titik banjir Jakarta.

Dana untuk menjalankan JEDI didapat dari pinjaman Bank Dunia yang saat ini sudah turun. Tanggung jawab pengembalian dibebankan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan mengatakan bahwa dana JEDI dari Bank Dunia sebesar Rp 1,4 triliun. Dana tersebut akan dibagi tiga, yaitu ke Pemerintah Daerah DKI Jakarta, (Ditjen) Cipta Karya, dan (Ditjen) SDA. “Di 2013, dana yang turun sekitar Rp 400 miliar akan dibagi tiga,” kata Hasan.

Langkah Cepat

Namun, itu semua adalah program-program jangka panjang dalam penanganan banjir di Jakarta. Untuk program jangka pendek, Kementerian PU memang sudah menganggarkan untuk pemeliharaan sungai yang secara rutin dianggarkan setiap tahun sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar. “Anggaran itu tidak untuk dikontrakkan. Kita swakelola,” kata Hasan.

“Kita punya dredger (kapal keruk), ekskavator, dan dump truck. Itu sudah saya perintahkan untuk bergerak ketika banjir di Jakarta beberapa hari kemarin. Waktu hujan itu kan banyak sampah-sampah yang tersangkut. Ada 2 dredging yang sudah kita bawa ke sana untuk mengeruk pendangkalan-pendangkalan sungai yang membuat banjir,” jelas Hasan.

Ditjen SDA juga memiliki 16 buah mobile pump dengan kapasitas masing-masing sekitar 150-400 liter per detik. “Begitu ada areal-areal yang terjebak dan bisa kita masukkan ke pompa untuk dibuang ke sungai pembuangan, itu kita pompa. Kecuali menggenang, itu harus tunggu surut,” pungkas dia.

BERITA TERKAIT

Gedung Bertingkat Jakarta Bakal Dicek Kelaikannya

Gedung Bertingkat Jakarta Bakal Dicek Kelaikannya NERACA Jakarta - Komite Keselamatan Konstruksi (K2) bakal melakukan pengecekan kepada berbagai bangunan gedung…

Perusahaan Keamanan Ungkap Metode Serangan Siber 2018

Perusahaan Keamanan Ungkap Metode Serangan Siber 2018 NERACA Jakarta - Penjahat siber meraup jutaan dolar melalui formjacking dan membuat ancaman…

Arus Mudik, Tol Layang Jakarta-Cikampek Belum Bisa Digunakan

  NERACA   Jakarta – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan bahwa pihaknya masih terus menuntaskan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

APBN 2020 Fokus ke Penguatan SDM dan Perlindungan Sosial

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan lebih berfokus…

Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Perlu Lakukan Pembenahan Ekonomi

    NERACA Jakarta - Pemilihan umum serentak baru saja usai dan kini rakyat Indonesia sedang menunggu hasilnya karene penghitungan…

Tingkat Kemiskinan Ditargetkan Dibawah 9%

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menargetkan tingkat kemiskinan…