Asuransi Jiwasraya Kembangkan Bisnis Bancassurance

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengembangkan produk asuransi perbankan atau bancassurance dengan menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Kerja sama yang dilakukan melalui beauty contest antar BUMN ini juga menjadi pilihan untuk mengembangkan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG).

Sebelumnya Asuransi Jiwasyara pernah bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Bukopin Tbk. “Pilihan Jiwasraya menggandeng BTN dalam kerja sama ini, selain untuk mewujudkan sinergi BUMN, juga karena BTN merupakan satu-satunya bank dengan bisnis utama pembiayaan perumahan yang prospeknya masih sangat besar di Indonesia,” kata Hendrisman Rahim, Direktur Utama Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Kamis (27/12).

Melalui kerja sama ini, nasabah BTN mendapatkan jaminan proteksi dari Jiwasraya. Lalu, pendapatan premi yang ditargetkan dicapai adalah Rp10 miliar untuk tahun pertama, dan kontrak kerja sama ini untuk jangka waktu tiga tahun. Nasabah BTN yang disasar dengan kerja sama ini adalah kelas menengah bawah yang selama ini sudah menjadi segmen Asuransi Jiwasraya.

“Karena kami menggarap segmen yang sama makanya memutuskan bekerja sama,” tambah Hendrisman. Dia menjelaskan, segmen kelas menengah ke bawah yang jadi nasabah asuransinya mencapai 80% dan kebanyakan berdomisili di daerah.

Pihaknya juga menyasar segmen mikro dengan premi Rp10 ribu per bulan, dan biaya tanggungan yang diambil jika nasabah meninggal sebesar Rp 2 juta. Soal pendapatan premi, perusahaan asuransi BUMN ini menargetkan hasil sebesar Rp5,6 triliun hingga akhir tahun 2012.

Angka yang ditargetkan ini meningkat jika dibandingkan dengan realisasi premi pada 2011 lalu yang mencapai Rp4,7 triliun. “Kinerja perusahaan tahun ini terbilang cukup baik dengan pendapatan premi sampai akhir November tahun ini sebesar Rp4,5 triliun,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa Asuransi Jiwasraya akan mengoptimalkan semua kanal distribusi yang dimiliki mulai dari keagenan, general agency, bancassurance, sinergi aliansi maupun telemarketing. Sedangkan, dari sisi produk, baru-baru ini Jiwasraya telah meluncurkan produk JS Proteksi Extra Income & JS Optima.

“Di sisi lain, Jiwasraya akan tetap mempertahankan produk tradisional sebagai kontributor pendapatan premi perusahaan serta akan mengandalkan dari asuransi kumpulan (group insurance),” tuturnya.

Dalam menghadapi kompetisi pasar, jelasnya, Jiwasraya sudah melakukan berbagai strategi seperti berusaha mengetahui dan membuat produk yang sesuai dengan selera pasar, menerapkan teknologi informasi yang sepenuhnya dapat mendukung kelancaran bisnis perusahaan, menjaga bahkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Sebagai informasi, jumlah pelanggan polis baik individu maupun grup pada Desember 2012 sudah mencapai sekitar 5 juta nasabah, dengan jumlah karyawan lebih dari 1.100 orang dan jumlah kantor cabang 17 kantor regional, 71 kantor cabang, dan 382 kantor wilayah, serta ada dukungan dari sekitar 5.000 agen asuransi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. [ria]

BERITA TERKAIT

Intervensi Bank Sentral, Rupiah Sedikit Menguat

NERACA Jakarta  - Nilai tukar rupiah pada Senin (24/6) sore, bergerak di area positif atau menguat sebesar 62 poin menjadi…

Mandiri Dukung Wirausaha Kampus

NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menggelar National Lecturer Series (NLS), yakni sebuah program kuliah umum yang ditujukan untuk…

OJK Resmi Cabut Izin Usaha AJN

NERACA Jakarta - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) secara resmi mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Nusantara (AJN)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…