11 Kawasan Strategis Dibuka Untuk Investor - RTRW 20 Tahun Kota Depok

Depok - Dengan telah ditetapkannya secara sah Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 20 Tahun mendatang oleh DPRD, maka terbuka peluang bisnis dengan kepastian hukum bagi investor untuk berinvestasi di 11 kawasan kota berpenduduk 1,8 juta jiwa lebih ini. Letak geografis strategis yang bertetangga dengan DKI Jakarta, Bekasi, Tanggerang dan Bogor ini, juga mempunyai potensi infrastruktur lalu lintas perekonomian dan sarana prasarana penunjang lainnya. Demikian dijelaskan pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas Tata ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Depok, Drs Dedi Rosadi M.Si kepada NERACA, kemarin.

Dikemukakan dia, sebelas kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kota Depok terdiri dari kebijakan dan strategi pengembangan struktur ruang wilayah kota melalui pengembangan pusat-pusat pelayanan yang berhirarki memperkuat kegiatan pendidikan, perdagangan dan jasa berskala regional. Juga, pengembangan sistem jaringan perasarana perkotaan yang terdistribusi secara hirakis dan infrastruktur yang mendukung pengembangan kegiatan pendidikan, perdagangan dan jasa.

Selain itu, lanjutnya, adalah kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang wilayah kota melalui peningkatan pengelola kawasan yang berfungsi lindung, peningkatan dan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang proporsional di seluruh wilayah kota, pengembangan kawasan pendidikan, perdagangan dan jasa secara seimbang.

Juga, pengelola pertumbuhan kawasan budi daya untuk membentuk ruang kota yang kompak dan efisien dengan memperhatikan daya dukung dan daya tamping lingkungan, penyediaan fasilitas keagamaan dalam setiap kegiatan pemanfaatan ruang dan peningkatan fungsi kawasan pertahanan dan keamanan negara.

Kebijakan dan strategis penetapan kawasan strategis kota melalui dari sudut kepentingan ekonomi, kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya dan kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup terdiri dari pengembangan sistem pusat pelayanan kegiatan kota.

Untuk pemeratan pembangunan di seluruh wilayah, pengembangan sistem pusat pelayanan kegiatan di Kota Depok terbagi menjadi satu pusat pelayanan kota (PPK) yaitu PPK Margonda, lima subpusat pelayanan kota (SPK) meliputi SPK Cinere, SPK Sawangan, SPK Cipayung, SPK Tapos, dan SPK Cimanggis serta 63 pusat pelayanan Lingkungan (PPL) yang tersebar di seluruh wilayah kelurahan Kota Depok.

Lalu juga ada peluang investasi pada sistem jaringan perasarana utama wilayah kota, sistem jaringan perasarana utama meliputi rencana sistem transportasi darat dan sistem transportasi perkeretaapian. Untuk rencana sistem transportasi darat melalui pengembangan jaringan jalan terdiri dari penetapan fungsi jalan, peningkatan kapasitas jalan melalui pengembangan jalan baru, peningkatan kapasitas jalan yang sudah ada pelebaran, peningkatan simpang jalan yang tidak seimbang melalui pembangunan flyover dan underpass serta penyediaan jalur khusus kendaraan tidak bermotor seperti sepeda atau lainnya.

Dedi Rosadi mengatakan, struktur ruang wilayah terdiri dari pengembangan sistem pusat pelayanan kegiatan kota, sistem jaringan prasarana utama wilayah kota, dan sistem jaringan prasarana lainnya. Sedangkan pola ruang wilayah terdiri dari kawasan lindung dan kawasan budidaya.

Selanjutnya dijelaskan, juga dikembangkan jaringan dan pelayanan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas terminal penumpang. Yaitu terminal tipe A di Kelurahan Jatijajar, Tipe C di Kelurahan Sawangan, Limo, Cisalak Pasar, Cipayung Jaya, Jatimulya, dan pengembangan terminal Terpadu Tipe C Margonda serta pengembangan trayek angkutan umum massal keluar masuk Kota Depok.

“Sistem transportasi perkeretaapian dilakukan melalui pengembangan keterpaduan layanan antar dan intra moda yang berbasis transit oriented development atau TOD di sekitar kawasan stasiun kereta,” katanya menambahkan.

Dikemukakan pula, kawasan budidaya pengembangan RTH, kawasan perumahan, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan perkantoran, kawasan peruntukan industri, kawasan pariwisata, kawasan ruang terbuka non hijau, kawasan ruang evakuasi bencana, kawasan peruntukan bagi kegiatan sektor informal dan kawasan peruntukan lainnya (kawasan pertanian, kawasan perikanan, Kawasan pertahanan dan keamanan serta pelayanan umum berupa fasilitas pendidikan, kesehatan, dan olahraga).

Dikatakan, rencana penetapan kawasan strategis kota diantaranya kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang meliputi kawasan Margonda sebagai pusat perdagangan dan jasa serta pelayanan kota regional di kawasan bedahan, sentra agroindustri untuk pengembangan agrobisnis berupa buah-buahan, tanaman hias dan ikan hias.

Kawasan Meruyung merupakan kawasan wisata meliputi kawasan religi Kubah Emas dan wisata alam Kampoeng 99 yang dilengkapi pusat penjualan produk lokal. Dan, kawasan SNADA merupakan pengembangan kawasan perdagangan, pelestarian budaya, dan kawasan pendidikan terpadu.

Sementara kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya meliputi kawasan Depok Lama sebagai kawasan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan kawasan Civic Centre yang merupakan pusat kegiatan sosial budaya baru. “Kawasan strategis lainnya adalah dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup meliputi kawasan Tahura sebagai hutan konservasi dan Kawasan Situ Bojongsari,” pungkas Dedi Rosadi.

BERITA TERKAIT

Kawasan Industri Kendal Serap 50 Investor dan 5.000 Naker

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah mampu menarik 50 investor dengan target…

Petani Minta Pemerintah Serap Produk Hortikultura Strategis

NERACA Jakarta – Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta pemerintah menyerap produk hortikultura strategis seperti cabai agar petani tidak lagi terbebani…

Vietnam Jadi Sorotan dalam Peta Wisata Kawasan

Oleh: Mohammad Anthoni Forum pariwisata negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Tourism Forum/ATF) tahun 2019 yang mengangkat tema "ASEAN - The Power…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemprov Jabar Dorong Industri Kelola Limbah Secara Terpadu

Pemprov Jabar Dorong Industri Kelola Limbah Secara Terpadu NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendorong industri mengelola…

Pemprov Banten Lanjutkan Program Revitalisasi Banten Lama

Pemprov Banten Lanjutkan Program Revitalisasi Banten Lama NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada 2019 kembali melanjutkan program revitalisasi…

DPRD Siap Bahas Tiga Raperda - Pemkot Sukabumi Berencana Dirikan Televisi Lokal

DPRD Siap Bahas Tiga Raperda Pemkot Sukabumi Berencana Dirikan Televisi Lokal NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…