Pasar Prospektif, BEI Genjot Pasar Modal Syariah - Targetkan 300.000 Rekening Baru

NERACA

Jakarta- Geliat perkembangan pasar modal syariah di Indonesia menunjukkan trend perkembangan ke arah yang cukup positif. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) mencatat dari 458 perusahaan efek, saat ini ada sekitar 63% atau 299 perusahaan efek berbasis syariah.

Pengamat Pasar Saham Syariah, Imam MS mengatakan, pertumbuhan pasar modal syariah di tahun depan akan ditentukan oleh kondisi eksternal. “Secara umum, pertumbuhan pasar modal syariah masih akan melihat kepada kondisi global yang sejauh ini berpengaruh terhadap perkembangan investasi dan kinerja korporasi.” jelasnya kepada Neraca di Jakarta (27/12).

Persentase pertumbuhan pasar modal syariah di tahun depan, menurut dia, tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun ini, terlebih tantangan yang akan dihadapi lebih besar. Hal yang perlu dicermati dalam perkembangan investasi ataupun pasar modal syariah yaitu adanya kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi, kenaikan inflasi dan hubungan industrial yang berdapak terhadap kinerja perusahaan.

Meskipun demikian, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis dapat mengembangkan pasar modal syariah dalam negeri dengan menargetkan sekitar 300.000 rekening baru untuk pasar modal syariah pada tahun depan.

Kata Imam MS, pertumbuhan pasar modal syariah yang cukup prospektif di tahun depan didasarkan pada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh emiten maupun investor. Emiten yang termasuk dalam daftar efek syariah memiliki pasar yang jauh lebih luas karena mereka dapat menjual efek, baik kepada institusi syariah maupun nonsyariah.

Menurutnya, perkembangan pasar modal syariah di tahun depan akan ditentukan oleh seberapa banyak jumlah emiten yang akan mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Semakin banyak jumlah emiten dan bisa termasuk dalam daftar efek syariah, serta peningkatan instrumen investasi berbasis syariah maka akan mendorong pertumbuhan pasar modal syariah lebih baik ke depan. “Tidak hanya memasukkan emiten saham, namun juga mengembangkan pasar sukuk.” ujarnya.

Sementara dari sisi regulator, lanjutnya, perlu adanya insentif yang dapat diberikan oleh regulator kepada pihak emiten yang mencatatkan besaran sahamnya masuk dalam daftar efek syariah. Selain itu, juga perlu diupayakan untuk melakukan sosialisasi secara intensif, baik kepada emiten maupun investor di pasar modal.

Jumlahnya Masih Kecil

Dia menambahkan, perbandingan jumlah saham syariah Indonesia dibanding negara tetangga masih sangat kecil. Untuk saat ini saham syariah masih menduduki sebesar 60% dari total emiten di lantai bursa sebesar 458 emiten. Sementara di Malaysia sudah menempati posisi 85% dari total emiten. Meskipun demikian, dengan masih tingginya potensi yang ada, didasarkan pada jumlah penduduk Indonesia yang notebene mayoritas muslim bukan tidak mungkin Indonesia dapat sebanding bahkan lebih besar dari negara lain.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar Modal BEI Friderica Widyasari mengatakan, target pencapaian sebanyak 300.000 rekening baru tersebut sejalan dengan rencana BEI mengejar 2,3 juta investor pada tahun 2015. “Potensi yang ada sangat besar dan saat ini baru 1 juta investor di seluruh instrumen pasar modal syariah.” jelasnya.

Menurut dia, di tahun depan jumlahnya ditargetkan menjadi 1,3 juta rekening, baik di saham, reksa dana, dan instrumen syariah lainnya. Hal tersebut didukung animo masyarakat di daerah untuk breinvestaasi setelah diketahui adanya Fatwa MUI No 80/2011 yang mengatur mekanisme perdagangan saham yang sesuai dengan pasar modal syariah. (lia)

BERITA TERKAIT

Bantu Tangani Covid-19 - Akulaku Finance Salurkan Bantuan Alkes

Jakarta - Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan (alkes) guna membantu pemerintah provinsi DKI…

Pedagang Raup Cuan Berlipat Berkah Tol Trans Sumatera

Wanadi (38) petani asal Palembang, Sumatera Selatan merasakan betul cuan berlipat dari usahanya berjualan sayuran dan buah buahan hasil kebun…

Tekan Efisiensi Bisnis - Telkom Akan Konsolidasikan 20 Anak Usaha

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan bisnis, PT Telkom Indonesia (Perseroa) Tbk (TLKM) tengah fokus melakukan efisiensi dengan melakukan restrukturisasi anak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Imbas Lesunya Bisnis Properti - Laba Mentropolitan Kentjana Menyusut 39,61%

NERACA Jakarta –Imbas lesunya bisnis properti di 2019 menekan perolehan laba bersih PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI). Tengok saja, emiten…

Pasar Beras Stabil - Buyung Poetra Raih Penjualan Rp 1,65 Triliun

NERACA Jakarta – Di tahun 2019 kemarin, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup mengesankan.…

Intiland Cetak Laba Bersih Rp 251,43 Miliar

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti di tahun 2019 kemarin, rupanya tidak berdampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Intiland Development…