Target Penjualan Sepeda Motor Terlampaui

NERACA

Jakarta - Penjualan sepeda motor tidak ada matinya. Tetap mengalami pertumbuhan kendati dibayang-bayangi dampak penaikan uang muka kreditnya, maupun pemberitaan yang marak mengenai korban meninggal akibat kecelakaan sepeda motor.

Adapun faktornya antara lain pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup signifikan mendorong intensitas pergerakan orang dan barang dengan sarana transportasi, kondisi kemacetan lalu lintas yang semakin parah, dan biaya operasionalnya lebih murah dari ongkos angkutan umum.

Sementara itu hampir semua agen tunggal pemegang merek sepeda motor menghadirkan berbagai model dan teknologi terbarunya, dengan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara yang lebih baik serta lebih irit konsumsi bahan bakar minyak.

Kendati demikian, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) lebih realistis dalam melihat perkembangan pasar sepeda motor nasional yang dapat terpuruk akibat berbagai kebijakan baru dari regulator sehingga pesimistis dapat mencapai target penjualan 10 juta unit pada 2012.

Kebijakan baru regulator yang sempat menjadi "hantu" bagi pelaku industri otomotif adalah penetapan Bank Indonesia menaikan batas minimum uang muka kredit (down payment) untuk kendaraan roda dua dan tiga menjadi 25% serta kendaraan roda empat 30%.

Dampak dari penaikan batas minimum uang muka kredit yang diberlakukan sejak pertengahan Juni 2012 tersebut langsung terlihat dari volume penjualan pada Juli sebanyak 585.658 unit turun26,38 % dari Juli 2011 sejumlah 740.121 unit.

Selanjutnya penjualan Agustus 2012 sebanyak 433.741 unit anjlok hingga 57,1% dari Agustus 2011 sejumlah 681.444 unit serta pada September 2012 terjual 628.739 unit, turun 15,13% dari bulan yang sama tahun lalu 723.906 unit.

Angka penjualan yang rendah pada Agustus 2012 merupakan fakta nyata dari dampak pemberlakuan kebijakan penaikam batas minimum down payment, serta hari efektif kerja yang hanya sekitar 15 hari karena terpangkas hari libur Lebaran dan perayaan HUT-RI.

Tentu bebeda dengan tahun sebelumnya, penjualan cukup tinggi pada menjelang hari raya Lebaran untuk persiapan silaturahmi ke sanak keluarga atau mudik ke kampung, karena seseorang bisa membeli sepeda motor dengah down payment di bawah Rp1 juta.

Guna mengantisipasi dampak pemberlakuan penaikan batas maksimum uang muka kredit tersebut AISI melakukan dua kali revisi target penjualan 2012 dari yang semula ditetapkan pada awal tahun sebanyak 10 juta unit, turun menjadi 8,6 juta unit dan akhirnya diputuskan hanya 7,1 juta.

Namun, berdasarkan realisasi penjualan Januari-November 2012 mencapai 6,65 juta unit, maka target AISI sebanyak 7,1 juta pada 2012 dapat terlampaui, karena dipicu keaktifan ATPM melucurkan produk terbaru dan penyelenggaraan Jakarta Motor Cycle Show (JMC) 2012.

Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum AISI mengatakan solusi terbaik sangat diperlukan untuk mengatasi penurunan daya beli konsumen karena imbas kebijakan down payment melalui peluncuran produk baru dan gencar berpromosi, diantaranya melalui JMC dan kegiatan serupa di daerah.

Sebab, kinerja industri sepeda motor sangat penting kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi nasional, karena perputaran uangnya mencapai lebih dari Rp120 triliun, terdiri dari kegiatan industri (otorize) mencapai Rp80 triliun, suku cadang Rp20 triliun serta dari pembiayaan dan aktivitas purna jual 20 triliun.

"Industri sepeda motor juga menarik banyak investasi dari dalam dan luar negeri, antara lain dalam kegiatan 6 industri perakitan, 263 industri penunjang dan lebih dari 8.000 gerai resmi layanan penjualan, perawatan dan suku cadang," kata Gunadi saat di hubungi Neraca,Kamis (27/12).

Adapun tenaga kerja yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam industri kendaraan roda dua mencapai lebih dari 2 juta orang serta ribuan orang lagi yang terlibat secara produktif menggunakan sepeda motor untuk sarana penunjang kegiatan usaha.

Sepeda motor juga menjadi sarana penunjang kegiatan usaha seperti transportasi ke tempat kerja, kegiatan pengantaran, serta perbengkelan nonotorize, di lingkungan usaha kecil dan menengah yang mencapai ratusan perusahaan, hingga para tukan ojek.

BERITA TERKAIT

OJK Revisi Target Pertumbuhan Kredit Bank

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit perbankan menjadi 9 persen…

TARGET EKSPOR JAGUNG TAHUN 2019

Petani menjemur jagung di Desa Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (19/6/2019). Kementerian Pertanian meningkatkan target ekspor jagung pada…

Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% - Duta Pertiwi Genjot Penjualan Domestik

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) menargetkan pendapatan sebesar Rp 115 miliar dengan laba bersih…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Petani Kakao Butuh Kebijakan Jaminan Akses Pasar

NERACA Jakarta – Kalangan petani kakao lokal di berbagai daerah dinilai membutuhkan kebijakan pemerintah yang benar-benar dapat memberikan penjaminan kepada…

Pemerintah Patok Harga Batu Bara Acuan Juni US$81,48/Ton

NERACA Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok harga batu bara acuan pada bulan Juni 2019 sebesar…

Dunia Usaha - Industri Hasil Tembakau Disebut Signifikan Sumbang Ekonomi

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menyampaikan bahwa industri hasil tembakau (IHT) menyumbang perekonomian secara…