TOWR Rencanakan Akuisisi 1.500 Menara Hutchison

NERACA

JAKARTA – Dipenghujung tahun 2012, menjadi musimnya PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melakukan banyak akuisisi. Setelah merampungkan jual beli menara telekomunikasi dari KPN BV, kini perseroan berencana kembali mengakuisisi sebanyak 1.000-1.500 lokasi menara dari PT Hutchison CP Telecommunications.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/12). Sebelumnya, perseroan melalui Protelindo telah menandatangani tower transfer agreement (TTA) dengan Hutchison. Perjanjian ini terkait dengan penjualan 1.000 lokasi menara milik Hutchison di Indonesia kepada Protelindo.

Sekarang ini, Protelindo dan Hutchison mengubah TTA tersebut. Isinya, kedua belah pihak sepakat untuk menambah lokasi menara menjadi sampai dengan 1.500 lokasi menara.

Kata Sekretaris Perusahaan Arif Pradana, kedua belah pihak juga sepakat untuk memperpanjang tanggal berakhirnya TTA dari 28 Desember 2012 menjadi 30 Juni 2013. Protelindo juga sebelumnya telah meraih pinjaman senilai Rp1,1 triliun. Perseroan telah menandatangani facility agreement dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebagai mandated lead arranger dan bookrunner, sejumlah institusi keuangan sebagai original lender dan BNI sebagai facility agent.

Seluruh dana dari facility agreement akan digunakan untuk melunasi sebagian utang Protelindo kepada Protelindo Towers BV. Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, Protelindo Finance berencana menerbitkan surat utang mencapai US$750 juta. “Pendanaan jangka panjang adalah yang paling sesuai dengan rencanan perseroan melalui investasi anak usaha,” jelas Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk, Adam Gifari.

Adam mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang telah dilaksanakan perseroan. Mengigat, tingginya tren pertumbuhan industri telekomunikasi dan permintaan menara oleh para operator wireles. Laporan industri menyebutkan bahwa presentase pendapatan jasa Telekomunikasi yang rendah dari ‘disposable income’ penduduk Indonesia, 1,7% per tahun 2010 menjadi peluang positif bagi Industri telekomunikasi di Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

Berkah Melek Digital, Cuan Bisnis Kuliner Makin Berlipat

Ibu haji Abay, (65) masih disibukkan dengan pesanan pecak bandengnya oleh para pelanggan setianya yang sudah menunggu untuk makan siang.…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…