BTN Optimis KPR Tumbuh 30% - Target 2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk menargetkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) akan tumbuh berkisar 25%-30% di 2013. Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro mengungkapkan, pihaknya optimis bahwa pertumbuhan tersebut dapat diraih meskipun ada peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai loan to value (LTV).

“Secara total tentu ada kredit-kredit yang turun dan tidak. Nah, khusus KPR merupakan kredit yang tidak mengalami penurunan. Tahun ini kami menargetkan KPR tumbuh 25%,” kata Iqbal di Jakarta, Rabu (26/12). Menurut dia, KPR merupakan pembiayaan yang tidak mengalami penurunan, terutama pasca diterbitkannya delapan kebijakan oleh bank sentral.

Bahkan, sambung Iqbal, KPR tidak menurun meski BI telah memproyeksikan penyaluran kredit secara keseluruhan mengalami penurunan. “Yang dimaksud Pak Darmin (Nasution, Gubernur BI) adalah kredit secara keseluruhan. Khusus KPR, salah satu yang tidak (mengalami penurunan),” jelasnya.

Terkait BTN berperan sebagai salah satu Bank Operasional (BO) I Pusat dalam penyaluran dana APBN 2013 melalui Sistem Perbendahaaran Anggaran Negara (SPAN), Iqbal mengungkapkan komitmennya untuk melakukan yang terbaik. "Dengan pola kemitraan yang baik, kami akan melakukan yang terbaik dengan tidak mengabaikan nilai-nilai yang ada," terang dia.

Berdasarkan kinerja perseroan per 30 September 2012, BTN telah membukukan aset sebesar Rp98,76 triliun, yang berarti tumbuh 29,86% dibanding periode yang sama pada 2011 yang sebesar Rp76,05 triliun. Pada 31 Desember 2011 aset tercatat sebesar Rp 89,12 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, BTN mencatat pertumbuhan sebesar 29,10% yaitu dari Rp59,31 triliun pada 30 September 2011 menjadi Rp76,57 triliun pada 30 September 2012. Kredit pada 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp63,56 triliun.

Sebelumnya Direktur Mortgage and Consumer Banking BTN, Irman Alvian Zahiruddin, mengatakan bahwa BTN menargetkan bisa menambah dana kelolaan layanan BTN Prioritas sebesar Rp2,5 triliun tahun depan. Hingga Desember 2012, total dana kelolaan BTN Prioritas mencapai Rp3,5 triliun.

"Kita targetkan hanya Rp2,5 triliun setiap tahunnya. Tahun ini sudah lebih dari target yakni sebesar Rp3,5 triliun," ujar Irman, kemarin. Dia juga mengatakan, sejak akhir 2010, layanan BTN Prioritas diluncurkan telah menarik 5.000 nasabah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.800 merupakan nasabah baru.

"Jadi dengan program yang kita tawarkan dalam layanan prioritas banyak menarik minat nasabah," tambah Irman. Menurut dia, nilai simpanan rata-rata per nasabah sebesar Rp600 juta. Padahal untuk bisa mendapatkan layanan prioritas ini hanya disyaratkan mempunyai simpanan minimal Rp250 juta per nasabah.

Irman menegaskan, untuk mencapai target tahun 2013, Selain akan menambah cabang baru BTN Prioritas sebanyak 5-10 unit. Perseroan juga akan melengkapi produk wealth management seperti bancassurance, reksa dana dan obligasi ritel (ORI).

Sepanjang 2012, BTN mendirikan 13 unit baru layanan BTN Prioritas. Yang terakhir, manajemen meresmikan outlet di Bandung dan Bogor Jawa Barat. Ekspansi cabang prioritas, lanjut dia, akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang.

Tahun depan, manajemen menargetkan membuka 10 outlet baru. Sebagian besar di luar Jakarta. Untuk mengoperasikan satu unit cabang prioritas, kata dia, BTN mempekerjakan seorang team leader (TL) dan tiga relationship manager (RM).

Setiap RM dibebankan target dana sekitar Rp5 miliar per bulan atau sekitar Rp240 miliar per cabang per tahun. “Jumlah RM akan kami sesuaikan dengan jumlah nasabah. Rasio ideal satu RM melayani 80 nasabah,” jelas Irman. [ardi/kam]

BERITA TERKAIT

Bupati Serang Optimis Raih WTP Tanpa Catatan

Bupati Serang Optimis Raih WTP Tanpa Catatan NERACA Serang - Bupati Serang, Banten, Ratu Tatu Chasanah optimis akan meraih kembali…

Maret, Volume Penjualan SMBR Tumbuh 8%

NERACA Jakarta - Di kuartal pertama 2019 atau pada Maret, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan…

Pendapatan Daerah Banten Triwulan Satu 2019 Lebihi Target

Pendapatan Daerah Banten Triwulan Satu 2019 Lebihi Target NERACA Serang - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten mengungkapkan target pendapatan dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…