Melalui KUR, BNI Muluskan TKI Berwirausaha

NERACA

Jakarta - Vice President Commercial and Small Management PT Bank Negara Indonesia Tbk, Ronny Venir menuturkan, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sudah selesai magang di Jepang dan berniat kembali ke Indonesia tidak perlu bingung untuk memulai usaha baru. Pasalnya, dengan memulai usaha menjadi franchisee, TKI magang atau biasa disebut Kenshusei dapat merintis bisnis sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki.

“Mereka juga dapat mengembangkan usahanya dengan pembiayaan khusus dari BNI melalui pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang diberikan kepada para TKI,” ujar Ronny, dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca di Jakarta, Rabu. Untuk menjelaskan beragam produk pembiayaan dan layanan non-pembiayaan yang dapat diberikan pada para Kenshusei, BNI menggelar acara pertemuan yang diberi nama Kenshusei Network Solution di Tokyo, awal Desember 2012 lalu.

Ini merupakan tindak lanjut dari acara sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI yang digelar BNI sebelumnya, September 2012 di Jepang. Menurut Ronny, dalam pertemuan Kenshusei Network Solution tersebut, ada sekitar 100 Kenshusei yang akan kembali ke Indonesia pada Januari 2013 karena berakhir masa magangnya di Jepang.

Mereka, kata Ronny, rata-rata akan membawa uang tabungan antara Rp100 juta hingga Rp300 juta. Tabungan itu merupakan hasil magang yang mereka jalani selama tiga tahun. Para Kenshusei itu tengah mencari cara untuk memanfaatkan uang tabungannya pada saat tiba di Indonesia, namun merasa kekurangan modal untuk memulai sebuah usaha.

Bank BNI membawa dua pemegang merek usaha waralaba dari Indonesia untuk mempresentasikan peluang berwirausaha melalui bisnis waralaba. Kedua merk waralaba itu adalah Bakwan Malang “Cak Eko” dan bengkel modifikasi “Motor F-16″.

“Kedua waralaba itu diajak ke Jepang dengan pertimbangan sesuai dengan karakteristik pengalaman bekerja TKI di Jepang, yang merupakan tenaga magang di perusahaan-perusahaan otomotif. Para TKI yang hadir tertarik dengan presentasi BNI tentang produk-produk perbankan, terutama terkait pembiayaaan usaha kecil menengah,” ujar Ronny.

BNI mendukung lahirnya wirausahawan muda dengan memberikan kesempatan memiliki usaha waralaba. “Apapun jenis usahanya, dapat menggunakan fasilitas kredit BNI. Untuk usaha waralaba, BNI menyediakan kredit dalam bentuk modal kerja maupun kredit investasi untuk kemajuan waralaba pilihan,” ungkap dia.

Sebelumnya, BNI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR khusus untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 1.535 orang TKI di berbagai negara tujuan dengan nilai KUR TKI sebesar Rp20,9 miliar. Ronny bilang kalau dukungan ini diperlukan agar para TKI tetap memiliki mata pencaharian selepas bekerja di luar negeri. Perseroan, lanjut dia, kini menyalurkan fasilitas KUR untuk TKI di negara yang telah bekerja sama dalam penyaluran TKI, baik antar pemerintah maupun pemerintah dengan swasta, seperti Jepang, Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Korea Selatan.

Lima kantor cabang

Dia menjelaskan, pada 2011 pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi KUR kepada TKI di Singapura dan Wakamatsu, Jepang. Pada September lalu, BNI telah melakukan sosialisasi di kota Hamamatsu bekerja sama dengan KBRI Tokyo, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan BNP2TKI.

Penyaluran KUR TKI melalui BNI bisa menjadi pengalaman menarik karena program tersebut didukung perangkat keras yang memadai, yakni 1.582 jaringan bank koresponden di 103 negara, serta aliansi strategis melalui keanggotaan BNI dalam berbagai asosiasi perbankan internasional.

Perseroan juga memiliki lima kantor cabang di luar negeri, yakni di Singapura, Hongkong, Tokyo, London, dan New York, bahkan dalam waktu dekat akan menambah cabang di kawasan utama pengerahan TKI, Jeddah, Saudi Arabia.

Lalu lintas devisa terkait transaksi para TKI semakin mudah, karena BNI mempunyai perwakilan remitansi (remitting agent) di beberapa negara, yaitu SingPos Remmitance (Singapore), Merchant Trade & Golden KL Remmitance (Malaysia), Afima Remmitance (Brunei), Kangguru Service (Australia), BNI Remmitance Line (Hongkong), serta melalui penempatan personil Remittance Representative di Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar dan Kuwait. [ardi]

BERITA TERKAIT

ASN Dituntut Punya Semangat Berwirausaha

NERACA Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mendorong semangat kewirausahaan di kalangan Aparatur Sipil Negara…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…