Siapkan Rp60 Miliar, Jamsostek Bangun Rusun Pekerja di Cileungsi - Berikan JHT ke Pemilik Bukaka

NERACA

Bogor - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) telah mengalokasikan dana sebesar Rp60 miliar untuk membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di sentra-sentra industri. “Alternatif lokasi yang tersedia adalah Kawasan Berikat Medan, Kawasan Berikat Semarang, dan lahan milik Bukaka Teknik Utama di Cileungsi, Bogor,” kata Direktur Pelayanan Jamsostek, Ahmad Riadi, saat dihubungi NERACA di Jakarta, Rabu.

Menurut Ahmad Riadi, pembangunannya akan dimulai tahun 2013 dan diharapkan selesai cepat agar bisa segera dimanfaatkan untuk para pekerja. “Kita pakai sistem Build, Operation and Transfer (BOT) selama 30-40 tahun. Kalau BOT selesai, kita bisa serahkan atau mereka nanti yang mengelola,” jelasnya.

Sementara itu, Yusuf Muhaji, Direktur kelompok usaha Bukaka mengungkap, Rusunawa yang akan dibangun di lahan seluas 2 hektar. Bukaka sendiri memiliki lahan seluas 8 hektar. Di lahan tersebut, akan dibangun 2 tower, masing-masing setinggi 4 lantai.

“Setiap tower menyediakan 100 kamar atau semuanya ada 200 kamar. Setiap kamar bisa menampung 4 orang. Jadi total penghuninya bisa sebanyak 800 orang,” terang Yusuf, disela pemberian Jaminan Hari Tua (JHT) dari Jamsostek Cabang Bogor II di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Kepala PT Jamsostek Cabang Bogor II, Sudirman Simamora menambahkan, keberadaan rusunawa bakal sangat bermanfaat bagi kalangan pekerja. “Rusunawa bisa meminimalisasi biaya transportasi karena lokasinya dekat dengan tempat bekerja,” terangnya. Keberadaan rusunawa di Cileungsi, imbuh Sudirman, bakal mendorong kemajuan kawasan tersebut.

JHT Untuk Bukaka

Dalam kesempatan itu, PT Jamsostek yang diwakili Sudirman Simamora menyerahkan JHT kepada pengusaha nasional pemilik kelompok usaha Bukaka, Ahmad Kalla. Direktur Bukaka, Jusuf Muhaji mengaku, mengapresiasi kinerja staf Jamsostek Bogor II dalam melayani peserta. Pelayanan yang cepat sangat membantu peserta mendapatkan hak mereka.

“Saya menyerahkan semua persyaratan administrasi pada hari Jumat (21/12) pekan lalu dan ternyata hari ini sudah bisa dibayarkan. Pelayanan Jamsostek sudah seperti bank sekarang,” beber Jusuf. Sementara Sudirman menyebut, potensi peserta Jamsostek di kawasan Bogor sangat besar.

Saat ini, ada 109.157 tenaga kerja yang menjadi peserta aktif Jamsostek. Para pekerja tersebut berasal dari 910 perusahaan. Sementara perusahaan yang tidak aktif sebanyak 251 perusahaan. Sudirman mengutarakan, dalam tahun 2012, PT Jamsostek cabang Bogor II sudah mencapai target yang dibeban. “Target iuran peserta sudah mencapai Rp158 miliar. Kita juga sudah membayar klaim peserta sekitar Rp96 miliar,” ungkap dia. [kam]

BERITA TERKAIT

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil NERACA Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer lending (P2P…

Bangun Pelabuhan Selaru - PTK dan SBI Gandeng Perusda Panca Karya

NERACA Jakarta – Dukung pembangunan infrastruktur, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak usah PT Pertamina bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI)…

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…