Gelar IPO, Pelayaran Nasional Targetkan Dana Rp 138 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan kapal menargetkan dana sekitar Rp 138 miliar dari penawaran saham perdana atau initial public offering.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan untuk sekitar 45% membiayai sebagian pembelian dua unit kapal AHTS dan sisanya akan dibayar dengan pinjaman bank, sekitar 49% akan digunakan perseroan untuk melakukan pembayaran 30% dari nilai pokok dan bunga dari bunga obligasi konversi I yang diterbitkan perseroan, dan sekitar 6% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Selain itu, perseroan juga menetapkan harga penawaran perdana saham sebesar Rp230 per saham. Total nilai penawaran perdana saham yang akan diraih sekitar Rp138 miliar.

Perseroan melepas 600 juta saham atau 24,3% dari jumlah seluruh modal disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham. Selain itu, perseroan juga akan melakukan pelaksanaan employee stock allocation dengan jumlah penawaran sebanyak-banyaknya 2% atau 12 juta saham.

PT OSK Nusadana Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun jadwal penawaran perdana saham antara lain masa penawaran awal pada 5-14 Desember 2012, tanggal efektif pada 21 Desember 2012, masa penawaran umum 27-28 Desember 2012 dan 2-3 Januari 2013, penjatahan pada 7 Januari 2-13, distribusi saham dan pengembalian uang pesanan pada 8 Janauri 2013, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2013.

Tambah Kapal

Sebagai informasi, perseroan berencana menambah dua kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) atau jenis kapal kegiatan lepas pantai dengan nilai investasi sekitar US$20-23 juta pada 2014. “Untuk tahun depan belum akan ada penambahan kapal, penambahan dua kapal AHTS baru akan dilakukan pada 2014.” kata Direktur PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, Sean Latip.

Sean mengatakan, perseroan akan membeli dua kapal AHTS tersebut melalui Marcopolo Shipyard melalui dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum saham perdana perseroan atau sebesar 42%, sedang selebihnya berasal dari pinjaman bank. Sementara sekitar 51% dari perolehan dana tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran 30% dari nilai pokok dan bunga dari obligasi konversi I. (bani)

BERITA TERKAIT

Natuna Resmi Berstatus Geopark Nasional

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik penetapan kawasan Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif…

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pemerintah Targetkan Ekspor Jadi US$175 Miliar

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan telah menetapkan target ekspor non migas pada 2019 tumbuh sebesar 7,5 persen totalnya menjadi 175…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…