Kemenparekraf Promosikan Beberapa Tujuan Wisata Syariah

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama dengan Dewan Syariah Nasional pada tnggal 20 Desember 2012 mengadakan even soft launchingPeningkatan Program Pariwisata Syariah di Indonesia bertempat di the Empire Palace, Surabaya, yang dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sapta Nirwandar, Gubernur Jawa Timur dan Ketua Dewan Syariah Nasional, menandai mulai aktifnya pengembangan dan promosi Indonesia sebagai destinasi Wisata Syariah dunia.

Kemenparekraf menyadari adanya minat yang sangat tinggi untuk Wisata Syariah di Indonesia, sementara produk dan pelayanan untuk Wisata Syariah sendiri sudah ada sejak lama. Untuk itu Kemenparekraf berinisiatif mendorong potensi pengembangan Wisata Syariah di Indonesia. Seperti juga negara-negara lain di dunia, Indonesia memiliki beberapa destinasi wisata yang sudah mulai menawarkan produk dan pelayanan wisata dengan nilai-nilai syariah yang diminati oleh wisatawan muslim.

Data populasi muslim dunia sebanyak 1,8 milyar atau 28% total populasi dunia. Dan wisatawan muslim sudah berkontribusi sekitar sekitar US$ 126 milyar pada tahun 2011. Sedikitnya ada 9 destinasi wisata yang saat ini mempunyai potensi untuk dipromosikan sebagai destinasi Wisata Syariah yaitu Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makasar, Lombok.

Pariwisata Syariah dapat didefinisikan sebagai berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah yang memenuhi ketentuan syariah. Pariwisata Syariah memiliki karakteristik produk dan jasa yang universal, keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh semua.

Semua pelaku usaha pariwisata dapat menyesuaikan atau mengaplikasikan nilai-nilai etika tersebut pada produk dan jasa usahanya sehingga dapat memperluas pasar tanpa meninggalkan pelanggan yang sudah dimilikinya. Produk dan jasa wisata, objek wisata dan tujuan wisata dalam Pariwisata Syariah adalah sama dengan produk, jasa, objek dan tujuan pariwisata pada umumnya selamatidak bertentangandengan nilai-nilai dan etika Pariwisata Syariah, jadi tidak terbatas hanya pada wisata religi saja.

BERITA TERKAIT

Gelar Islamic Tourism Expo - BNI Syariah Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar

NERACA Jakarta – Masih besarnya potensi wisata halal di dalam negeri, menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Maka dalam rangka…

Mendorong Ekonomi Syariah jadi Pilar Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan, Indonesia yang mayoritas penduduknya…

Hari Koperasi Dipusatkan di Banten Lama Promosikan Hasil Revitalisasi

Hari Koperasi Dipusatkan di Banten Lama Promosikan Hasil Revitalisasi   NERACA Serang - Promosikan hasil Revitalisasi Kawasan Keraton Kesultanan Banten yang…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Siap-siap Napak Tilas Gunung Krakatau Bulan Ini

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Provinsi Lampung kembali akan menggelar acara tahunan Lampung Krakatau Festival 2019 di Kota Bandar…

Lampion Terakhir di Dieng

Ajang tahunan Dieng Culture Festival (DCF) telah memasuki tahun kesepuluh. Sejak pertama kali digulirkan 10 tahun yang lalu, ajang ini…

Pilihan Wisata di Lampung selain Krakatau

Dari Jakarta, Lampung bisa ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit atau perjalanan darat selama sekitar delapan jam sudah termasuk dengan…