Protes Gangguan Telemarketing

Tiap hari puluhan pesan singkat (SMS) masuk ke ponsel kita. Isi pesan singkat itu aneka rupa. Mulai dari penawaran pembuatan kartu kredit, penawaran kredit tanpa agunan (KTA), tawaran bantuan penutupan kartu kredit yang macet. Ada pula promosi penjualan tiket pesawat dengan harga promo (e-ticketing), promosi produk kacamata terapi yang dapat menyembuhkan minus, plus dan silinder mata kita. Ada juga iklan penjualan rumah makan padang di kawasan Margonda Depok, program asuransi, bisnis valas, index, dan jual beli emas.

Khusus iklan penawaran KTA, saat ditanyakan apakah ada etika bagi para telemarketingnya, ke pejabat otoritas kartu kredit, yaitu Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), General Manager AKKI Steve Marta justru mengajak kita semua untuk mengajukan memo protes atau bahkan somasi secara bersama-sama ke pihak otoritas penerbit kartu kredit atau pun ke regulator, yaitu pihak pemerintah. “Mari kita protes rame-rame, orang saya juga telah menjadi korbannya, SMS seperti itu juga saya terima setiap hari,” kata Steve.

Menurut Steve, soal promosi atau pemasaran melalui pola telemarketing biasanya dilakukan oleh agen pemasaran yang dikontrak oleh penerbit kartu kredit. Itu sebabnya, pihak bank selaku penerbit kartu kredit mengaku tak tahu-menahu kasus itu. Pihak bank juga berkilah tidak pernah mengumbar data pribadi kita kepada agen. Biasanya, setiap kita mengisi aplikasi kartu debit dan kartu kredit, salah satu kolomnya menanyakan apakah calon nasabah bersedia diikutkan dalam setiap program promosi yang dikeluarkan oleh penerbit.

Tapi, pada kenyataannya, walaupun kita telah menolak diikutkan dalam program penawaran khusus, data kita selalu saja jatuh di pangkuan para agen. Ada kalanya, data kita, khususnya nomor ponsel kita secara acak dapat dijangkau telemarketing melalui program SMS disaster. Namun, dengan SMS disaster, telemarketing sama sekali tak mengetahui identitas pribadi kita lainnya kecuali nomor ponsel itu. Penawaran lewat telemarketing jelas mengandung risiko yang ak kecil. Apesnya,kita kena tagihan yang tak kita kehendaki. Jadi waspadalah, jangan mudah tergiur penawaran dari mulut manis para telemarketer, salah pilih, bisa jadi bisa atau racun. (saksono)

BERITA TERKAIT

Kontra Produktif, DPP Organda Desak Peraturan OJK Tentang Keringanan Kredit Ditinjau Ulang

Jakarta, Instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberi keringanan kredit berupa penundaan cicilan bagi pemilik kendaraan bermotor dinilai tidak dijalankan dengan baik…

NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AS

Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Nilai…

SURAT PRESIDEN TENTANG KEBIJAKAN KEUANGAN NEGARA

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) bersama pimpinan DPR menerima Surat Presiden (Supres) untuk Perppu 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

Kontra Produktif, DPP Organda Desak Peraturan OJK Tentang Keringanan Kredit Ditinjau Ulang

Jakarta, Instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberi keringanan kredit berupa penundaan cicilan bagi pemilik kendaraan bermotor dinilai tidak dijalankan dengan baik…

NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AS

Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Nilai…

SURAT PRESIDEN TENTANG KEBIJAKAN KEUANGAN NEGARA

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) bersama pimpinan DPR menerima Surat Presiden (Supres) untuk Perppu 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan…