Penjualan Kendaraan Truk Meningkat - Buah Pembangunan

Walaupun beberapa waktu lalu penjualan truk sempat menurun karena ekspor barang tambang yang juga menurun. Namun, perlahan tapi pasti penjualannya terus naik seiringmaraknya pembangunan di Indonesia.

NERACA

Besarnya potensi pembangunan serta berbagai industri baik tambang maupun perkebunan, membuat penjualan kendaraan jenis truk setiap tahun mengalami peningkatan. Bahkan Gaikindo memprediksi, sampai akhir 2012, total penjualan truk akan mencapai 16.336 unit, atau naik 20% dari realisasi tahun lalu.

Ini bisa dilihat dari Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukkan, penjualan truk besar di semester I 2012 mencapai 10.390 unit, atau naik 87,7% dari periode yang sama tahun lalu, sebanyak 5.535 unit.

Pertumbuh penjualan kendaraan truk ini sepanjang semester I tahun ini didukung pertumbuhan industri tambang dan berkembangnya pembangunan di Indonesia seperti infrastruktur jalan tol maupun properti di kuartal I.

"Momen peningkatan penjualan pada semester I, tidak diikuti di semester II lantaran krisis Eropa mempengaruhi ekspor, termasuk penurunan ekspor barang tambang yang menjadi penyebab menurunnya penjualan," sebutExecutive Officer Marketing Hino Irwan D. Sutanto.

Dia mengatakan, walaupun terjadinya penurunan penjualan kendaraan jenis truk yang diakibatkan penurunan ekspor barang tambang, penjualan kendaraan jenis on the road seperti tractor head dan truk pengangkutan produk industri terus mengalami peningkatan, ini salah satu keuntungan untuk menutupi volume penjualan truk industri pertambangan yang sedang melemah hingga sekitar 40%.

"Penurunan penjualan armada untuk sektor pertambangan dapat tertutup oleh penjualan kendaraan niaga bagi pendukung kegiatan pembangunan infrastruktuf yang jenisnya relatif sama yaitu truk kategori tiga," katanya.

Menurutnya, armada truk yang dipakai untuk kegiatan pertambangan dan perkebunan relatif sama jenisnya dengan untuk pendukung pembangunan infrastruktur jalan tol maupun properti, sehingga penjualan truk untuk segmen tersebut dapat saling mengisi.

Sedangkan untuk menggenjot penjualan kendaraan niaga jenis tractor head penarik trailer karena permintaan pasarnya di dalam negeri cenderung meningkat untuk mendukung kelancaran arus barang ekspor-impor di pelabuhan.

Selain itu, keuntungan membeli kendaraan niaga sebagai investasi berupa alat kerja yang memiliki nilai ekonomis tinggi, menghasilkan, tidak merepotkan dari segi teknis dan perawatan serta memiliki life time yang lebih panjang.

Sedangkan peningkatan penjualan kendaraan jenis truk ini bisa dilihat salah satu perusahaan yang menjual jenis kendaraan truk yaitu PT Hindo Motors Sales Indonesia. Penjualan truk besar Hino sepanjang tahun ini diprediksi akan tumbuh 40% dari tahun lalu, atau mencapai 12.245 unit hingga penghujung 2012.

Dari segi persaingan PT Hino bersaing dengan Mitsubishi Fuso milik PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB). Sebelumnya, Direktur Pemasaran KTB Rizwan Alamsjah juga optimistis, tahun ini penjualan Fuso bisa mencapai 3.494 unit. Jumlah itu tumbuh 20% dari penjualan tahun lalu yang sebesar 2.912 unit.

Hingga semester pada tahun ini, penjualan Fuso sudah mencapai 2.112 unit, naik 60,3% ketimbang periode yang sama di 2011. “Demi menggenjot penjualan, sampai akhir tahun ini, Krama Yudha akan menambah 20 outlet purna jual baru di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan daerah lainnya. Saat ini, perusahaan sudah memiliki 200 outlet,” tutur Rizwan.

Untuk menjamin kepuasan pelanggan, Hino meluncurkan produk terbaru hasi pengembangan, seperti tractor head FM-20GT serta menambah depo di Surabaya, Balikpapan dan Medan guna pemasok kebutuhan spare part dan layanan perbengkelan.

"Banyak pengunjung boott Hino di IIMS 2012 yang menanyakan spesifikasi Hino Tractor Head CNG, disamping kendaraan komersial lainnya," kataArdiyasa Dwisaputra, Promotion and Public Relation PT Hino Motors Sales Indonesia.

Hino Tractor Head CNG dan bus Hino Selega Hybrid menjadi dua dari 17 unit kendaraan komersial yang ditampilkan di ajang IIMS 2012 kemarin, selalu mendapat perhatian dari para pengunjung, terutama mereka yang membutuhkan armada pendukung bisnisnya.

"Saya yakin, hingga tahun depan penjualan kendaraan niaga masih menjanjikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan banyaknya proyek-proyek fisik pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol, pembangunan jembatan, dan bandara," tegasnya.

BERITA TERKAIT

Konsumsi Pasar Global Meningkat - Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh

NERACA Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark…

Indeks Pembangunan Manusia Banten Naik 0,53 Poin

Indeks Pembangunan Manusia Banten Naik 0,53 Poin   NERACA Serang - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten menyatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)…

Volume Penjualan SMCB Tumbuh 4,08%

Di kuartal pertama 2019, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 4,08%. Dalam data perseroan…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Pertumbuhan Otomotif Jadi Magnet DFSK Bermain di SUV

Pasar otomotif Indonesia menjadi salah satu magnet bagi perusahaan otomotif dunia untuk menawarkan portofolio kendaraannya di tanah air, termasuk jenama…

BMW Rilis Generasi Keempat

Produsen mobil asal Jerman BMW meluncurkan All-New BMW X5 generasi keempat yang dirakit di pabrikan Sunter, Jakarta, dengan segmen Sports…

Hyundai Kona Akan Resmi Diluncurkan di IIMS 2019

PT Hyundai Mobil Indonesia akan meluncurkan mobil berjenis compact sport utility vehicle, Hyundai Kona, pada gelaran Indonesia International Motor Show…