Toyota Dominasi Penjualan Mobil di Indonesia

NERACA

Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengumumkan hasil penjualan mobil Tanah Air tahun ini. Hasilnya, pabrikan asal Jepang masih menjadi penguasa pasar otomotif di Indonesia.

Berdasarkan data penjualan mobil selama Januari hingga November 2012, Toyota dan Daihatsu yang bernaung di bawah PT Astra Internasional sukses menjadi dua merek Jepang paling laris di Indonesia. Penjualan kedua merek tersebut didukung oleh popularitas Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

Enam besar penjualan mobil tahun ini didominasi sepenuhnya mobil Jepang. Toyota menjadi penyumbang terbesar penjualan mobil di Tanah Air, mencapai 370.987 unit. Daihatsu berada di urutan kedua setelah berhasil menjual 150.183 mobil.

Di posisi ketiga merek terlaris, ada Mitsubishi dengan penjualan 138.778 unit. Suzuki menempati urutan keempat dengan angka penjualan 117.927 unit, diikuti Honda 63.203 unit. Selanjutnya Nissan sukses menjual 61.549 unit, Isuzu 31.069 unit, dan terakhir Mazda 11.021 unit.

Ketua II Gaikindo Johnny Darmawan menyatakan dominasi pabrikan Jepang menguntungkan perekonomian nasional. Sebab merek-merek asal Negeri Matahari Terbit itu juga mulai melakukan ekspor dengan mobil yang dirakit dari Indonesia. Artinya negara-negara lain mengakui kualitas industri rakitan Tanah Air. "Hal itu menunjukkan makin kuatnya kepercayaan negara-negara importir terhadap kualitas produk hasil rakitan dalam negeri," ujar Johnny di Jakarta, akhir pekan lalu.

Total ekspor mobil selama 10 bulan pertama 2012, tumbuh 43,3 % dari 162.214 unit pada periode yang sama tahun lalu menjadi 232.385 unit. Daihatsu, Toyota, dan Suzuki tercatat sebagai pabrikan Jepang yang mengekspor mobil rakitan Indonesia ke beberapa negara di Benua Asia, Afrika, hingga Amerika Selatan. Ketiga pabrikan itu berencana meningkatkan jumlah ekspor pada tahun depan.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Joko Trisanyoto mengatakan penjualan Toyota selama smester pertama tahun ini mengalami pertumbuhan cukup positif mencapai 36,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011 atau melampaui target 6 bulan pertama tahun ini sebesar 36%.

“Pencapaian penjualan Toyota yang semakin positif merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan yang terus meningkat dan ditunjang oleh pertumbuhan perekonomian nasional semakin membaik,” katanya.

Menurutnya, penjualan Toyota yang menggembirakan terjadi dalam situasi pasar nasional sempat mengalami ketidakpastian atas kebijakan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi serta kenaikan down payment untuk pembelian kendaraan.

Adapun performa Toyota yang menggembirakan itu, lanjutnya, diharapkan akan terus berlanjut hingga semester II/2012 melalui konsistensi perusahaan dalam memberikan berbagai produk terbaik dan teknologi baru yang berkualitas kepada konsumen serta merangsang pertumbuhan pasar kendaraan bermotor di Tanah Air.

Apalagi, lanjutnya, Toyota pada sepanjang semester I/2012 mampu menjadi market leader untuk hampir semua segmen kendaraan, seperti kelas sedan membukukan total penjualan 9.075 unit, dengan market share 57,4% atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 49,7%.

Dia menjelaskan varian Vios dan Limo merupakan entry level sedan Toyota yang mampu menjadi kontributor utama penjualan kelas tersebut dengan total penjualan 6.309 unit atau pangsa pasar sebesar 68,2%, serta sedan Corolla tumbuhan paling pesat di kelasnya dengan market share dari 54,4% menjadi 72%.

Sementara itu segmen mobil kompak merek Yaris menjadi tulang punggung penjualan Toyota mencapai 12.910 unit atau mendongkrak pangsa pasar kelas compact car dari 30,2% pada semester I/2011 menjadi 36,3% pada semester pertama tahun ini.

Adapun penjualan Toyota pada segmen multi purpose vehicle (MPV) mengalami pertumbuhan 25,4% pada semester I/2012 dengan line up Avanza, Innova, dan Alphard, membukukan penjualan 136.694 unit atau lebih tinggi dari periode I/2011 sebanyak 109.016 unit.

Sedangkan varian Rush dan Fortuner, ujarnya, juga mencatat angka pertumbuhan yang positif pada semester I/2012 dengan membukukan total penjualan 28.635 unit atau menguasai pangsa pasar di segmen sport utility vehicle sebesar 44,4%.

Dia juga mengungkapkan Toyota pada semester I/2012 berhasil memasarkan mobil penumpang sebanyak 187.934 unit sehingga mengukuhkan dominasinya terhadap pasar jenis mobil tersebut dengan peningkatan dari 49,6% menjadi 50,4%.

Adapun pertumbuhan penjualan segmen kendaraan niaga dengan line up Hilux dan Dyna mencapai total penjualan 14.297 unit atau tumbuh 26,5% dibandingkan dengan angka penjualan para periode yang sama tahun lalu.

BERITA TERKAIT

KONDISI 2018 LEBIH BURUK DIBANDINGKAN SURPLUS 2017 - BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami defisit hingga US$8,57 miliar sepanjang Januari-Desember 2018. Angka defisit ini…

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

Indonesia Jadi Importir Gula Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta – Apapun niat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, namun bila dilakukan dengan kebijakan impor tentu saja menuai pro…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

Penurunan Tarif Penerbangan Oleh Maskapai Diapresiasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi penurunan tarif penerbangan yang disepakati oleh seluruh maskapai anggota…

GSP Bakal Dibahas Dengan Dubes Perdagangan AS

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dalam kunjungannya ke Amerika Serikat bakal membahas secara bilateral mengenai penerapan "Generalized…