Ekspor Perikanan Diarahkan ke Timur Tengah dan Afrika - Pasar Tradisional Lesu

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggiatkan penetrasi produk perikanan ke sejumlah pasar ekspor non tradisional yang kian menunjukkan tren peningkatan secara siginifikan. “Saat ini ekspor produk perikanan ke beberapa negara non tradisional di Timur Tengah dan Afrika semakin tumbuh signifikan, permintaan kedua kawasan ini akan produk olahan ikan cukup tinggi,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam keterangan tertulis yang dikutip Neraca, Selasa (25/12).

Menurut dia, langkah diversifikasi pasar tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga surplus neraca perdagangan komoditas perikanan di samping terus menjaga pasar tradisional seperti Amerika, Jepang dan Uni Eropa. Dijelaskan Sharif, ada sejumlah produk perikanan asal Indonesia yang menarik perhatian konsumen di negara-negara Afrika dan juga Timur Tengah seperti udang, tuna kaleng, sarden, mackerel kaleng dan ikan kering.

Data KKP menunjukkan pada 2010 volume ekspor produk perikanan ke Afrika sebesar 24 ribu ton dengan nilai US$ 58 juta, namun pada 2011 terjadi peningkatan sebesar 29 ribu ton dengan nilai US$ 81 juta. Sementara sampai dengan periode Agustus 2012 tercatat volume 23 ribu ton dengan nilai US$ 56 juta. Sedangkan volume ekspor produk perikanan ke kawasan Timur Tengah mencapai 14 ribu ton dengan nilai US$ 29 juta, kemudian pada 2011 sebesar 13 ribu ton dengan nilai US$ 30 juta. Sementara untuk ekspor pada periode Agustus 2012 meningkat cukup tajam yang ditunjukkan dengan volumenya mencapai 14 ribu ton serta nilai sebesar US$ 40 juta.

“Tren pertumbuhan ekspor pada 2012 menunjukkan bahwa perluasan pasar ke dua kawasan ini cukup bagus, ditandai dengan laju ekspor meningkat sekitar 25%,” ungkapnya. “Sementara secara keseluruhan neraca perdagangan komoditas perikanan kita surplus, surplus hampir sampai 78%, itu salah satu hal yang kita capai pada tahun 2012,” sambung Sharif.

Oleh karena itu, ia pun menyatakan optimismenya bahwa target ekspor sebesar US$ 4,2 miliar, akan tercapai. Tercapainya target ekspor itu lanjut Sharif, karena disokong dengan program revitalisasi tambak udang di Pantai Utara (pantura) Jawa Barat yang telah berjalan sejak Oktober 2012, sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor udang pada tahun ini. Diperkirakan pada awal tahun depan di bulan Januari, tambak udang tersebut akan mulai panen sehingga dapat, mengkatrol nilai ekspor secara signifikan.

Pasar Potensial

Secara terpisah Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Dirjen P2HP KKP) Saut P. Hutagalung menambahkan, pasar Afrika dan Timur Tengah sangat potensial untuk digarap. Namun demikian, permintaan besar dari kawasan Timur Tengah tersebut masih dibayangi oleh produk asal India, Bangladesh, Thailand, Filipina yang terbilang cukup murah jika dibandingkan produk perikanan Indonesia. “Ke Timur Tengah umumnya kita kalah di harga karena produk perikanan dari India, Bangladesh dan Thailand lebih murah ketimbang produk perikanan kita,” jelasnya.

Beranjak dari hal itu, KKP akan memprioritaskan perhatiannya untuk meningkatan efisiensi distribusi barang guna menekan biaya eskpor. Solusinya untuk saat ini, menurut Saut, KKP telah menyiapkan strategi dengan menggunakan penerbangan Emirat Air langsung menuju Dubai untuk memudahkan dalam memasarkan produk perikanan ke kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dinilai Saut , jauh lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Selain itu, secara khusus untuk kawasan Timur Tengah, khususnya di Uni Emirat Arab (UEA), produk perikanan asal Indonesia telah berhasil penetrasi di Hypermart Lulu. Masuknya produk perikanan Indonesia ke retail modern tersebut merupakan sebuah keuntungan dan kesempatan besar dalam memasarkan produk perikanan di kawasan Timur Tengah, lantaran Hypermart tersebut memiliki 60 lebih outlet di UEA dan lebih dari 120 unit di beberapa negara Timur Tengah. “Udang dan tuna kaleng merupakan produk dominan yang dipasarkan ke Saudi Arabia, khusus tuna kaleng lebih 50% pasar Saudi Arabia diisi tuna kaleng asal Jawa Timur,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sejak 2009 KKP telah menjajaki pasar Tim Tengah melalui misi dagang. Kemudian selanjutnya, pada 2010 Pemerintah dalam hal ini KKP mengikuti mulai mengikuti in-store promotion di hypermart Lulu. Pada 2011, KKP memfasilitasi eksportir untuk turut serta di dalam pameran Dubai. Hasilnya, pada 2012 beberapa produk sudah mulai dipasarkan di Lulu secara teratur.

KKP menargetkan pada 2013 kawasan Afrika dan Timur Tengah menjadi target utama dalam memasarkan produk perikanan seperti sarden, mackerel kaleng, ikan kering, ikan asin lobster, udang, bandeng, tuna. Sekedar catatan, KKP terus berupaya meningkatkan jaminan kualitas mutu produk perikanan dan keamanan hasil perikanan (quality assurance dan food safety) untuk memacu ekspor produk perikanan di manca negara.

Sebabnya, jaminan kualitas (quality assurance) merupakan hal kunci untuk mempermudah akses pasar produk perikanan. Pada 2013, KKP akan menargetkan pengembangan dan penerapan sebanyak 160 Standar Nasional Indonesia (SNI) di sektor pengolahan hasil perikanan, sehingga tahun depan sebanyak 483 produk perikanan mendapatkan SNI.

Selain itu, KKP melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) menargetkan pada 2013 akan melakukan penguatan labotarium kesehatan ikan dan lingkungan di sentra budidaya udang, patin dan komoditas lainnya. Di sisi lainnya pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan akan terus ditingkatkan pada 219 Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala besar. Tercatat sampai dengan tahun 2011 terdapat 768 UPI memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan 505 UPI lainnya telah memiliki sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point(HACCP). Berbagai pengembangan sarana dan prasarana sistem pelayanan berkualitas karantina ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan menunjukkan keseriusan KKP untuk mengembangkan pelayanan bisnis untuk ekspor impor dalam rangka Indonesia National Single Window (INSW) di 5 UPT yang berlokasi di 5 provinsi.

BERITA TERKAIT

Tantangan PWI Zaman Now di Tengah Arus Idealistis dan Realistis

Tantangan PWI Zaman Now di Tengah Arus Idealistis dan Realistis NERACA Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menggelar Rapat…

Kemendag Tingkatkan Kelancaran Ekspor-Impor Lewat Laut

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kelancaran kegiatan lalu…

Penertiban Jalur Angkot dan PKL di Stasiun Bekasi

Penertiban jalur Angkot yang wajib belok kiri masuk Jl. Pusdiklat KA harusnya diberlakukan sejak Pk. 06.00 hingga Pk. 22.00 setiap…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sektor Pangan - Pemerintah Tugaskan Bulog Maksimalkan Penyerapan Jagung Petani

NERACA Jakarta – Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk memaksimalkan penyerapan jagung petani terutama saat memasuki panen puncak guna mengantisipasi jatuhnya…

Kemendag Tingkatkan Kelancaran Ekspor-Impor Lewat Laut

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kelancaran kegiatan lalu…

Proyeksi Kemenperin - Berorientasi Ekspor, Industri Perhiasan Dibidik Tumbuh 5 Persen

NERACA Jakarta – Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian…