Diminati Investor Lokal, Waskita Masuk Dalam Efek Syariah

NERACA

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menetapkan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebagai efek syariah setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Informasi tersebut disampaikan Bapepam-LK dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Kata Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega, penetapan efek syariah itu berdasar Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-684/BL/2012 tanggal 18 Desember 2012.

Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut maka efek perusahaan itu masuk dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-635/BL/2012 tanggal 22 November 2012 tentang Daftar Efek Syariah.

Penerbitan Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelaahan Bapepam-LK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas pernyataan pendaftaran yang disampaikan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik Bapepam-LK akan melakukan kaji ulang atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik. Kaji ulang atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

Sebelumnya, Waskita Karya catatkan saham perdana naik 10,53% menjadi Rp420 dari harga IPO yang sebesar Rp380 per lembar saham. Harga tertinggi pada pembukaan perdagangangan menyentuh Rp490 per saham. Sementara harga terendah berada pada level Rp420 per lembar saham.

Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq pernah bilang, capaian tersebut dinilai karena besarnya minat investor. Tercatat, komposisi peminat saham Waskita terdiri dari 75% investor domestik, dan 25% sisanya adalah investor asing, “Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen perseroan untuk menjadi sebuah perusahaan publik sekaligus menjadi tantangan baru bagi kami,”ujarnya.

Kata M Choliq, sejauh ini core bisnis perseroan sebagai kontraktor masih berkontribusi hingga 95%. Namun sejalan dengan rencana bisnis perseroan yang merambah investasi tol, realty, dan pabrik beton. Di tahun 2013 nanti pengembangan bisnis di luar kontraktor bisa menyumbang 5% secara konsolidasi,”Mungkin nanti dalam 5 tahun ke depan (2017), kontribusinya bisa naik menjadi 10%," ujarnya.

Dia menjelaskan, pengambilan opsi sebagai investor adalah upaya menyusun risiko apa saja yang bakal muncul ke depan. "Kalau kita sebagai kontraktor, pendapatan fluktuatif, dan bersifat jangka pendek. Kalau sebagai investor itu pendapatan stabil dan jangka panjang. Jadi kita coba kombinasikan keduanya," kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…