KKP Kirim Tim Atasi Kematian Ikan di Teluk Lampung

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan tim dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang KP) untuk melakukan penelitian dan mencari solusi dalam mengatasi kematian ikan di Teluk Lampung yang diakibatkan oleh meningkatnya populasi fitoplankton khususnya alga merah dari jenis Cochlodinium polykricoides. Demikian dikatakan Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, seperti dikutip dari keterangan tertulis KKP, Selasa.

Selain itu, Slamet mengatakan, pihaknya telah menugaskan Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) di Lampung dalam menangani persoalan pasang merah (red tide) fitoplankton tersebut. “Diharapkan, kerugian pembudidaya ikan kerapu akibat ledakan populasi fitoplankton atau alga Cochlodinium polykricoides segera teratasi,” sambungnya.

Alga Cochlodinium polykricoides atau biasa dikenal sebagai ganggang merah memiliki ciri khas sangat berlendir. Oleh karena itu, bila jumlahnya sangat besar, alga tersebut dapat mengganggu dan menutupi insang ikan, sehingga ikan tidak bisa bernafas. Sementara peristiwa yang terjadi di Teluk Lampung, populasi alga tersebut sampai menutupi perairan, sehingga ikan-ikan yang ada di keramba mati lemas secara massal.

“Alga Cochlodinium polykricoides adalah salah satu fitoplankton kelas dinoflagellata yang termasuk dalam kategori Harmful Algal Bloom (HAB). Plankton jenis ini akan sangat berbahaya bila populasinya berlimpah,” jelas Slamet.

BBPBL telah melakukan langkah untuk mengurangi kematian massal ikan yang dipeliharanya dengan jalan mengevakuasi ikan-ikan yang masih hidup ke bak-bak penampungan ikan di darat (hatchery), berdasarkan laporan dari Kepala BBPBL Lampung, Badruddin bahwa kepadatan alga merah tersebut telah mencapai kepadatan lebih dari 108 sell/ml dan di beberapa tempat telah mencapai ketebalan 5-25 cm.

Untuk itu, KKP akan terus melakukan penelitian dan pengkajian sebab terjadinya blooming alga merah tersebut, karena fenomena bloomingnya alga tersebut muncul tidak sepanjang tahun. Berdasarkan hasil temuan itu, diharapkan KKP dapat mengambil keputusan terbaik bagi pembudidaya ikan dan pengembangan budidaya keramba di Teluk Lampung.

Lampung merupakan salah satu provinsi yang menjadi pusat produksi perikanan budidaya nasional. Budidaya sektor perikanan dipilih karena Lampung memiliki garis pantai terpanjang di Indonesia, yaitu lebih 1000 kilometer.Beberapa jenis ikan yang menjadi primadona di daerah ini adalah kerapu, kakap, bawal bintang, patin, gurame, nila, bandeng serta udang. Pada tahun 2011, total produksi perikanan budidaya lampung mencapai 119.228 ton. Sementara tahun ini sampai triwulan tiga total produksi baru mencapai sekitar 80.000 ton.

Secara komulatif, produksi perikanan budidaya sendiri menunjukkan grafik positif berupa kenaikan signifikan, dari produksi sebesar 4,78 juta ton pada 2010meningkat menjadi sebesar 7.928.962 ton pada 2011. Dengan demikian dapat dikatakan sektor perikanan telah menunjukan tren yang menggembirakan serta mampu melampaui target capaian sebesar 16% dari target yang telah ditetapkan pada 2011 sebesar 6.847.500 ton. Sementara pada 2012, KKP menargetkan produksi perikanan budidaya akan mencapai 9.42 juta ton atau dapat dikatakan meningkat 35% jika dibandingkan dengan produksi 2011.

BERITA TERKAIT

Mempertanyakan Tim TAP Bentukan Gubernur Jabar

Mempertanyakan Tim TAP Bentukan Gubernur Jabar NERACA Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membentuk Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) melalui…

Restriksi Perdagangan - Sikapi Langkah Diskriminatif Sawit, Pemerintah Kirim Delegasi ke UE

NERACA Jakarta – Pemerintah siap mengirim delegasi ke Uni Eropa untuk memberikan penjelasan sebagai respons atas langkah diskriminatif terhadap sawit,…

KKP Tangkap Dua Kapal Ilegal Berbendera Vietnam

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas Perikanan KP Orca 01 dan KP Hiu 11 berhasil…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

Dunia Usaha Dimintai Dukungan Hadapi Diskriminasi Sawit UE

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa untuk ikut membantu proses negosiasi dan diplomasi kepada UE…

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…