Transformasi PT Pos Indonesia Masuki Bisnis Hotel - Bangun 16 Hotel di Indonesia

NERACA

Jakarta – Persaingan ketat bisnis pengiriman jasa kargo dan losgistik, memaksa PT Pos Indonesia untuk lebih giat ekspansi jika tidak ingin tertinggal dengan pesaingnya. Oleh karena itu, perseroan telah menyiapkan beberapa ekspansi bisnis jika rencana penawaran saham perdananya atau initial public offering (IPO) ditahun 2013 sukses di lakukan.

Salah satu bisnis baru yang tengah di bidik PT Pos Indonesia adalah sektor properti. Presiden Direktur PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana pernah bilang, dana dari IPO selain digunakan untuk pengembangan usaha juga untuk ekspansi bisnis properti, “Kita akan ekspansi bisnis baru mengembangkan properti,”katanya.

Asal tahu saja, PT Pos Indonesia akan membangun dua unit hotel bintang di Kota Bandung memanfaatkan asset lahan yang dimiliki oleh perusahaan, “Rencana hotel yang akan dibangun di jalan Cihampelas dan Jalan Cicendo Kota Bandung," ujarnya.

Kata I Ketut Mardjana, pembangunan hotel Pos tersebut akan dilakukan di kawasan wisata dan berdekatan langsung dengan Bandara Husein Sastranegara Bandung untuk membidik pengunjung dari wisatawan asing maupun lokal.

Hotel yang akan dibangun di Kota Bandung itu, kata dia akan dilakukan melalui program kerja sama dan mengundang investor."Kita bikin pilot project-nya di Bandung, selain lahannya cukup strategis juga sangat memungkinkan untuk fasilitas hotel. Sehingga ke depan akan meningkatkan pendapatan bagi perseroan," kata Mardjana.

Terkait pembiayaan untuk membangun hotel itu, dia belum mau menjelaskan angka. Hanya saja, dirinya optimis pemanfaatan lahan PT Pos yang tersebar di seluruh Indonesia bisa meningkatkan revenue bagi perusahaan."Kita akan bicarakan dulu dengan Kementerian BUMN, karena lahan yang akan ditingkatkan fungsinya itu milik perseroan. Yah kita urus secepatnya," ujarnya.

Hingga 2016 nanti, setidaknya 12 hotel akan dibangun PT Pos Indonesia di beberapa kota di Indonesia, seperti Bandung, Malang dan Kediri. Salah satu, proyek yang bakal dibangun adalah pemanfaatan lahan dan bangunan PT Pos di Jalan Soekarno Hatta Bandung yang menjadi salah satu target untuk memberikan pendapatan bagi perusahaan.

Go Public

Sebagai informasi, rencana PT Pos Indonesia go public di pasar modal sudah menjadi wacana lama. Terlebih perseroan kini tengah membutuhkan dana untuk ekspansi dan sumber pendanaannya melalui pasar modal.

Kata I Ketut Mardjana, perseroan saat ini sedang berupaya mempersiapkan penawaran saham umum perdana pada 2013. Pasalnya perusahaan berkomitmen untuk menginvestasikan sebesar Rp1 triliun guna mendukung kinerja perusahaan, “Kami mengharapkan dana sekitar Rp1 triliun dari hasil penawaran saham perdana. Investasi kami tahun depan diperkirakan mencapai Rp1 triliun pada 2013,”ungkapnya.

Nantinya dalam penawaran saham perdana, PT Pos akan melepas sekitar 20%-30% saham ke publik. Namun, hal tersebut tergantung dari kebijakan pemerintah. Perseroan akan melakukan penawaran saham umum perdana tersebut pada semester kedua 2013.

Seiring dengan rencana perseroan yang akan fokus untuk mengembangkan bisnis properti. Perseroan optimistis dapat meraih pendapatan Rp4,3 triliun pada 2013 dari target pendapatan pada 2012 senilai Rp3,5 triliun. Laba bersih diharapkan mencapai Rp300 miliar pada 2013 dari target 2012 Rp250 miliar.

Selain itu, guna mendukung pengembangan bisnis tersebut perseroan juga sedang menjajaki kerja sama dengan Japan Pos dan Korea Pos untuk e-commerce, termasuk dengan pihak bank Mandiri. “Kerja sama dengan bank Mandiri untuk transaksi pembayaran. Diharapkan kerja sama itu dimulai awal tahun Depan,” ujarnya.

Kinerja 2012

PT Pos Indonesia (Persero) semakin gencar melakukan revitalisasi dan diversifikasi usaha. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak kinerja keuangan setelah beberapa tahun merugi.

Kata I Ketut Mardjana, sejak 2009, pihaknya terus melakukan perbaikan. Hingga Agustus 2012 ini, PT Pos Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp2,13 triliun dan laba sebelum pajak Rp211,04 miliar, “Pendapatan tersebut sudah berhasil melampaui Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang kami susun,"ungkapnya

Melihat kinerja yang sekarang dilakukan, dirinya optimis target pendapatan tahun 2012 sebesar Rp3,4 triliun bisa tercapai. Begitu juga dengan target laba sebesar Rp182 miliar yang juga diyakini akan tercapai.

Menurut Ketut, kinerja tersebut sudah terlihat sejak 2011. Dari sisi pendapatan mengalami kenaikan 14,74% dari Rp2,68 triliun pada 2010 menjadi Rp3,07 triliun di 2011. Laba bersih setelah pajak yang berhasil dibukukan meningkat pesat hingga 220%. Pada 2010 laba bersih tercatat Rp45,31 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp144,98 miliar.

Untuk mencapai kinerja saat ini, dikatakan Ketut PT Pos memang telah melakukan sejumlah modernisasi dan perluasan bisnis. Selain memperkuat dan mengembangkan core bisnis di bidang pengembangan direct mail, paket dan layanan logistik, PT Pos Indonesia juga merambah layanan finansial dan properti. Bahkan pada 2013 PT Pos Indonesia akan bersinergi dengan sejumlah BUMN seperti Bank Mandiri untuk melakukan IPO. (bani)

BERITA TERKAIT

Puncak HUT ke-37, Wom Finance Bangun Rumah Hidroponik

Puncak HUT ke-37, Wom Finance Bangun Rumah Hidroponik NERACA Jakarta – Sebagai acara puncak Hari Ulang Tahun yang ke- 37…

Pemprov Sumsel-Pelindo Kerja Sama Bangun Pelabuhan Laut

Pemprov Sumsel-Pelindo Kerja Sama Bangun Pelabuhan Laut NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bekerja sama dengan PT…

Bisnis Semen Masih Lesu - Indocement Patok Pertumbuhan Konservatif

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan masih terjadinya kelebihan pasokan pasar semen dalam negeri dan juga melihat pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Kirana Megatara Turun 16,07%

Di tahun 2018, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) mencatatkan penjualan bersih Rp 10,16 triliun atau terkoreksi 16,07%, dibandingkan tahun sebelumnya…

Operasi Tangkap Tangan KPK - KRAS Pastikan Tidak Pengaruhi Kinerja

NERACA Jakarta - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memastikan, operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan…

ITMG Bagikan Dividen US$ 261,50 Juta

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memutuskan untuk membagikan dividen final senilai…