META Lepas 20% Saham PT Margautama

NERACA

JAKARTA – Perusahaan jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana menjual 20% saham anak usahanya kepada perusahaan Malaysia, Robust Secces Sdn Bhd. Corporate Secretary META Danni Hasan mengatakan, rencana penjualan anak usaha akan dilakukan setelah restrukturisasi terhadap anak usaha usahan di jalan tol tuntas di lakukan, “Setelah restrukturisasi ini tuntas, META akan menjual 20% saham anak usaha kepada perusahaan Malaysia,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini perseroan pun telah melakukan penandatanganan share subscriptiion agreement dengan Robust Succes dan anak usahanya META, PT Margautama Indonesia.

Disebutkan, berdasarkan perjanjian tersebut, perseroan akan melakukan restrukturisasi dan menjadikan anak usahanya, Magautama sebagai induk usaha bagi anak perusahaannya yang bergerak di bidang pengelolaan jalan tol.

Untuk itu, META akan mengalihkan kepemilikan saham-saham perseroan secara langsung di dalam anak perusahaan sebanyak 98,5% dalam PT Bosowa Marga Nusantara, 88,9% di PT Bintaro Serpong Damai (BSD) dan kepemilikan tidak langsung 98,8% di PT Jalan Tol Seksi Empat kepada Margautama.

Kata Danni Hasan, setelah restrukturisasi selesai dilakukan, Robust akan melakukan penyertaan moda di dalam Margautama sebanyak 20% saham dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh di dalam Margautama dengan cara mengambil bagian atas saham-saham baru yang akan diterbitkan oleh Margautama.

Rencana restrukturisasi ini merupakan transaksi material dan transaksi terafiliasi. Tetapi, rencana penyertaan Robust tidak termasuk dalam transaksi material tersebut. Sebagai informasi, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) tengah mengembangkan bisnis barunya di sektor properti.

Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri, menjelaskan saat perseroan mengembangkan jalan tol di Bumi Serpong (BSD), perusahaan juga memperhitungkan dampak yang akan dinikmati unit bisnis properti. Sebab, selain terjun di sektor infrastruktur juga memiliki unit usaha sebagai pengembang.

Menurutnya, mengembangkan proyek infrastruktur tidak harus terpusat di Jakarta. Proyek tersebut juga harus merata ke daerah sehingga ke depan memiliki infrastruktur yang berkualitas. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Divestasi Leo Resouces dan Lion Nickel - Leo Investment Minta Restu Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Lantaran tidak melakukan penjualan hingga menyebabkan kesulitan keuangan dalam dua tahun belakangan, mendorong PT Leo Investment Tbk…

Mansek Unggulkan Saham Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta- PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan sektor manufaktur memiliki prospek paling positif tahun ini. Hal ini didasarkan beralihnya fokus ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…