BI Palu Akui Akses Kredit Perbankan Rendah

NERACA

Palu - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Palu, Sulawesi Tengah mengaku akses masyarakat Kota Teluk itu terhadap kredit perbankan masih rendah hanya 8,32% dari jumlah penduduk yang mencapai 2,6 juta jiwa. "Hingga triwulan III 2012, jumlah rekening kredit di Sulawesi Tengah baru 200.983 rekening. Ini artinya, hanya satu dari 12 penduduk yang bisa menikmati kredit perbankan," kata Kepala BI Perwakilan Palu, Rachmat Hernowo di Palu, Senin (24/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan penyebab utama rendahnya akses masyarakat terhadap layanan kredit perbankan di Sulteng, antara lain masih kentalnya stigma masyarakat akan sulitnya mengakses kredit di bank. Dia pun menilai, masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menginginkan mendapat kredit dengan cepat dan dengan persyaratan yang mudah.

Namun sisi lain, perbankan harus mematuhi segala aturan tentang kehati-hatian. Guna mengatasi kendala ini, ujar Rachmat, komunikasi yang baik antara kedua belah pihak diharapkan dapat mempersempit jurang perbedaan pola pikir ini. Sebab lainnya adalah masih rendahnya kapasitas sumberdaya manusia (SDM) perbankan dalam melakukan analisis kredit produktif atau investasi.

Itu terlihat dari dominannya pemberian kredit yang sifatnya konsumtif, di mana perbankan cukup memotong gaji pegawai yang menjadi nasabah kreditnya dan tidak memerlukan analisis yang rumit. Terkait realisasi penyaluran kredit perbankan, BI Palu mencatat sampai akhir September 2012, jumlah kredit yang disalurkan oleh bank umum mencapai Rp12,80 triliun, tumbuh 17,56% dibanding periode sama 2011.

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit terbesar didominasi oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 32,13% diikuti kredit konsumsi 30,16%, dan kredit modal kerja 4,78%. Ke depan, kata Rachmat, bank sebaiknya diarahkan dalam pembiayaan kredit produktif dan mengurangi penyaluran kredit yang sifatnya konsumtif karena kredit produktif lebih cepat dalam menggerakkan roda perekonomian daerah dan lebih banyak menyerap tenaga kerja.

Sementara sisi kualitas, kredit bank umum membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, tercermin dari jumlah kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) turun dari 3,24% pada 2011 menjadi 2,14% pada triwulan III 2012.

Khusus penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), Rachmat mengemukakan, sampai triwulan III 2012 mencapai Rp451 miliar dengan jumlah rekening penerima sebanyak 37.947 nasabah. Sektor ekonomi yang paling banyak menyerap KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi mencapai 57,95% diikuti sektor pertanian, perburuan dan kehutanan dengan porsi 16,77%.

Dilihat dari segi wilayah penyaluran, kebanyakan usaha yang didanai KUR berada di Kota Palu yaitu sebesar Rp179 miliar atau 38,57%. Ini karena pemohon kredit pada umumnya bergerak di sektor perdagangan dan sektor ekonomi yang biasanya berkembang di kawasan perkotaan.

Dari segi kualitas, kredit bermasalah KUR relatif terukur yaitu sebesar 2,43% dari total KUR atau 0,09% dari total kredit atau masih di bawah batas toleransi yang ditetapkan sebesar lima persen. "NPL KUR sebesar 2,43% masih relatif aman," tutup Rachmat. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah - Wakil Walikota Sukabumi

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah Wakil Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, tingkat…

PENGEMBANGAN BANDARA BERBIAYA RENDAH

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) menyaksikan Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) bertukar naskah perjanjian kerja sama…

Perbankan Dapat Dukungan TelkomGroup - Penuhi Standar PSAK 71

      NERACA   Jakarta - Penetapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)71 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…