Harga Kemahalan, Semen Gresik Rencanakan Stock Split - Jangkau Investor Ritel

NERACA

Jakarta- Jangkau investor kecil, PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) bakal melakukan pemecahan nilai saham (stock split) apabila saham perseroan sudah mencapai harga di atas Rp20.000. Pasalnya, harga saham SMGR sempat mencapai level tertinggi, sebesar Rp15.850. Bahkan dari Januari hingga 19 Desember 2012 (year to date), saham SMGR membukukan kenaikan hampir mencapai 39%, melampaui kenaikan IHSG yang sekitar 12,25%. “Untuk melakukan stock split kami punya ancang-ancang, itu dimungkinkan apabila harga saham lebih dari dua puluh ribu,”kata Direktur PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto di Jakarta, Kamis (20/12).

Dwi mengatakan, stock split tersebut dilakukan agar dapat menyerap lebih banyak investor dan mendapatkan harga yang lebih likuid. Secara fundamental, perseroan membukukan pendapatan di kuartal ketiga 2012 sebesar Rp13,6 triliun atau meningkat 17,7% dibanding periode yang sama tahun lalu, sedang laba bersih perseroan meningkat 22,8% menjadi Rp3,38 triliun.

Sementara hingga November 2012, perseroan mencatat penjualan sebesar 20,4 juta ton atau tumbuh 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Konsumsi semen domestik mengalami pertumbuhan sebesar 14,8% menjadi 49,8 juta ton. Perseroan tercatat menguasai pangsa pasar domestik sebesar 40,8%. Terjadinya peningkatan secara fundamental tersebut mengerek kinerja saham di lantai bursa naik sebesar 741% dalam tujuh tahun terakhir.

Menurut Dwi, setelah mendapatkan persetujuan secara resmi dari para pemegang saham untuk berganti nama menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Sahan Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada 20 Desember 2012, pihaknya berharap dapat mendukung kinerja perseroan ke depan. “Dengan adanya penambahan Semen Tonasa dan utilitas yang optimal bisa kita utilisasikan 100%. Penjualan komersil diproyeksikan dapat tumbuh sekitar 18-21%.” jelasnya

Dalam penggantian nama tersebut, lanjut Dwi, pihaknya tidak mengubah porsi saham ataupun kemasan yang sampai saat ini menjadi benchmark perusahaan agar tidak mempengaruhi kinerja perseroan. Apabila kondisi persaingan stabil dan kondusif maka pertumbuhan laba bersih Semen Gresik diperkirakan dapat tumbuh sekitar 10%. Karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan dan sejalan dengan pengembangan yang dilakukan perseroan.

Ekspansi Ke Vietnam

Lebih lanjut Dwi mengatakan, sejalan dengan pengembangan usaha dalam hal akusisi Thang Long Cement di Vietnam, perseroan mengganggarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) pada tahun 2013 sebesar US$ 300 juta. “Tahun depan yang kita cadangkan sebesar US$ 300 juta. Untuk ekspansi regional termasuk Vietnam diperkirakan tidak akan melampaui nilai itu.” jelasnya.

Menurut dia, dari nilai valuasi Thang Long sebesar US$335 juta, perseroan mengambil alih 70% saham Geleximco. Saat ini perseroan telah menurunkan tim integrasi untuk pengembangan usaha di Vietnam untuk melakukan sejumlah penilaian (assesment), baik dari sisi sumber daya manusia maupun teknologi (IT) yang diproyeksikan dapat efektif pada semester kedua 2013. “Pada semester pertama masih menjajaki kapasitas investasi, cita-citanya bisa mencapai kapasitas 1 juta ton.” ujarnya.

Direktur Keuangan PT Semen Gresik, Ahyanizzaman mengatakan, pihaknya menggunakan kas internal perseroan untuk akuisisi ataupun investasi yang dilakukan perseroan. Skema pendanaan yang diterapkan perseroan untuk anggaran belanja modal di tahun depan ditentukan berdasarkan prinsip kehati-hatian. “Bisa dengan pinjaman bank (bank loan), atau obligasi, sesuai kondisi atau profil masing-masing capex.” jelasnya.

Kata Ahyanizzaman, secara keseluruhan target kinerja perseroan di tahun 2012 telah melampaui target. Pertumbuhan EBITDA perseroan mencapai lebih dari 20%, dan laba bersih tumbuh sebesar 10%. Dengan adanya penambahan Semen Tonasa, lanjut dia, pertumbuhan volume produksi diperkirakan mencapai 18-20%. Dibandingkan tahun lalu, secara komersil, pertumbuhan volume hanya sebesar 12-13% atau lebih kecil jika dibandingkan volume nasional yang mencapai 14% yang disebabkan keterbatasan kapasitas. (lia)

BERITA TERKAIT

Perdagangan Domestik - Persaingan Ketat Disebut Sebab Penutupan Gerai Ritel Modern

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan beberapa gerai ritel modern Giant, yang dimiliki oleh PT…

INDEF Nilai Penurunan Harga Avtur Solusi Sesaat

NERACA Jakarta – Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai permintaan pemerintah kepada Pertamina…

AYAM DIBAGIKAN GRATIS AKIBAT HARGA ANJLOK

Warga berebut ayam saat pembagian ayam gratis oleh Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta di Balaikota Yogyakarta, Rabu (26/6). Asosiasi Peternak Ayam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada…

Ketua DPR Dorong Perusahaan Go Public

Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

Tetapkan IPO Rp193 Persaham - Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham. Harga penawaran umum…