Lepas 30% Saham, PT Pos Targetkan Rp 1,5 Triliun dari IPO

NERACA

Jakarta - PT Pos Indonesia menargetkan dapat memperoleh dana sebesar Rp1,5 triliun lewat IPO pada 2013. Nantinya, dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) akan digunakan untuk mendanai ekspansi.

Direktur PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana mengatakan, persiapan IPO sudah dimulai sejak 2010 lalu. "Kami targetkan dana sebesar Rp1 - 1,5 triliun lewat IPO tahun depan,”katanya seperti dikutip media asing.

Dalam penawaran saham perdana PT Pos Indonesia berharap dapat melepas sekitar 20%-30% saham ke publik. Namun, hal tersebut tergantung dari kebijakan pemerintah. Dana yang diperoleh juga akan digunakan untuk mengembangkan bisnis properti.

Dengan pengembangan usaha tersebut, perseroan optimistis dapat meraih pendapatan Rp4,3 triliun pada 2013 dari target pendapatan pada 2012 senilai Rp3,5 triliun. Laba bersih diharapkan mencapai Rp300 miliar pada 2013 dari target 2012 Rp250 miliar. Selain itu, guna mendukung pengembangan bisnis tersebut perseroan juga sedang menjajaki kerja sama dengan Japan Pos dan Korea Pos untuk e-commerce, termasuk dengan pihak bank Mandiri. “Kerja sama dengan bank Mandiri untuk transaksi pembayaran. Diharapkan kerja sama itu dimulai awal tahun Depan,”kata I Ketut.

PT Pos Indonesia (Persero) semakin gencar melakukan revitalisasi dan diversifikasi usaha. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak kinerja keuangan setelah beberapa tahun merugi. Sebagaimana diketahui, permintaan jasa pos saat ini melemah karena maraknya internet dan mobile phone.

Perusahaan pos milik negara ini pun berupaya berekspansi ke bisnis keuangan dan jasa logistik. Namun upaya IPO ini masih harus menemui jalan panjang yakni persetujuan dari pemerintah dan DPR.

Sebelumnya, I Ketut Mardjana pernah bilang, sejak 2009 pihaknya terus melakukan perbaikan. Hingga Agustus 2012 ini, PT Pos Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp2,13 triliun dan laba sebelum pajak Rp211,04 miliar, “Pendapatan tersebut sudah berhasil melampaui Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang kami susun,"ungkapnya

Menurut Ketut, kinerja tersebut sudah terlihat sejak 2011. Dari sisi pendapatan mengalami kenaikan 14,74% dari Rp2,68 triliun pada 2010 menjadi Rp3,07 triliun di 2011. Laba bersih setelah pajak yang berhasil dibukukan meningkat pesat hingga 220%. Pada 2010 laba bersih tercatat Rp45,31 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp144,98 miliar.

Untuk mencapai kinerja saat ini, lanjut Ketut, PT Pos memang telah melakukan sejumlah modernisasi dan perluasan bisnis. Selain memperkuat dan mengembangkan core bisnis di bidang pengembangan direct mail, paket dan layanan logistik, PT Pos Indonesia juga merambah layanan finansial dan properti.

Bahkan pada 2013 PT Pos Indonesia akan bersinergi dengan sejumlah BUMN seperti Bank Mandiri untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Pengembangan juga dilakukan Pos Indonesia di sektor perhotelan. Hingga 2016 nanti, setidaknya 12 hotel akan dibangun di beberapa kota di Indonesia, seperti Bandung, Malang dan Kediri. (bani)

BERITA TERKAIT

Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK - Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan…

KKP Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia…

TERKAIT RENCANA REVISI UU DUNIA USAHA - Presiden Minta Masukan dari Kalangan Pengusaha

Jakarta-Presiden Jokowi memanggil kalangan pengusaha yang tergabung Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Kadin Indonesia dan Hipmi, untuk meminta masukan terobosan baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…