Kota Depok Tidak Ada Peternakan Babi

Depok – Maraknya temuan ada kandungan daging babi dalam produksi bahan baku pangan bakso, Kota Depok belum menemukan adanya hasil penelitian tentang kasus ini. Bahkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanper) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) juga belum melakukan penelitian tentang kasus yang terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun, hari ini (Jumat, red) akan melakukan obsevasi dan pengambilan sample untuk diteliti lebih lanjut. Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh NERACA dari berbagai sumber, kemarin.

Menurut Kepala Distanper Kota Depok, Drs.H.Zalfinus Irwan MM, instansi yang dipimpinnya menjelaskan, bahwa jauh sebelum ramai dibicarakan temuannya di DKI Jakarta, pihaknya telah melakukan penelitian ke seluruh pasar yang ada di Kota Depok, sebulan lalu. Dan, temuan itu sudah ditindaklanjuti dan terus dipantau agar tidak meresahkan masyarakat.

“Hasilnya memang ada daging babi yang dijual di beberapa pasar berupa daging oplosan. Tapi, saat ini para pedagang pangan asal hewan, di Kota depok ini sudah tidak adalagi. Situasinya sudah aman dari daging sapi yang dioplos dengan daging babi,” katanya yang juga menambahkan bahwa daging babi itu berasal dari luar Kota Depok.

Oleh sebab itu, lanjut Zalfinus Irwan, dengan ramainya temuan bakso yang mengandung daging babi tidak perlu menjadi ketakutan warga terhadap pangan bakso yang dijajakan para pedagang di gerobak dorong atau restoran yang menjajakan panganan ini.

Sementara itu. Dinkes Kota Depok Hardiono menjelaskan, belum ada hasil riset dan penelitian yang dilakukan intansinya untuk penelitian makanan jajan bakso yang beredar di berbagai pasar tradisional, moderen dan para pedagang yang menjajakan makanan bakso.

“Sampai saat ini kita belum melakukan riset dan penelitian tentang adanya bakso yang mengandung daging babi. Penelitian yang dilakukan adalah kandungan boraks pada pangan jajanan yang beredar di berbagai tempat termasuk di sekolah,” uajar Hardiono.

Selain itu, Dinas yang dipimpinnya juga telah melakukan penelitian terhadap rokok. Namun, untuk hasil penelitian ini belum dipublikasikan ke masyarakat. “Nanti setelah entry datanya lengkap, maka di awal tahun 2013 akan dipublikasikan hasil riset dan poenelitiannya,” tutur Kadinkes Kota Depok menambahkan.

Kemudian, dari beberapa pedagang bakso yang ditemui NERACA, m,engakui adanya penurunan pendapatan terhadap ramainya pemberitaan bakso yang mengandung daging babi. “Ya, turunnya bisa mencapai separo dari yang pernah diperolehnya. Bahkan ada yang hanya laku kurang dari separo sebelum adanya isu baso daging babi itu, pak,” tutur Sarjan yang sehari-hari menjajakan bakso dengan gerobak di daerah Mampang, Pancoran Mas, Depok.

Pendapat serupa, di Restauran Bakso Kraton yang terkenal di bilangan Jalan Siliwangi Depok, juga mengalami penurunan penjualan dan pengunjung. Sehingga restaurant yang juga menjajakan jenis makanan lain, juga sepi dengan pengunjung. “Sangat besar pengaruh pemberitaan bakso mengandung daging babi, bagi usahanya,” tutur salah seorang pelayan.

Sedangkan pedagang bahan bakso jadi di beberapa pasar yang ditemui NERACA, juga mengeluhkan ramainya pemberitaan bakso mengandung daging babi. Penjualannya menurun drastis hingga ada yang mencapai hanya 30 persen dari penjualan sebelumnya. “Diharapkan pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini, agar dunia usaha bakso dapat kembali normal,” ujat M.Zein, salah seorang pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Kota depok.

Namun, salah seorang penggemar makanan jajan bakso, Erwin harahap mengatakan, masalah ada kandungan daging babi dalam bakso tidak perlu ditakutkan. “Yang penting sebelum kita memakannya, harus tanya dulu ke pedagangnya. Kalau pedagang itu mengatakan tidak ada babi, maka makan saja. Tapi kalau pedagang itu berbohong, maka pedagang harus menanggung dosanya,” ujar putra asal TSelatan yang beragama Islam ini menegaskan.

BERITA TERKAIT

Kota Sukabumi Masuk Nominasi Pengelolaan JDIH Terbaik Nasional

Kota Sukabumi Masuk Nominasi Pengelolaan JDIH Terbaik Nasional NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masuk dalam nominasi pengelolaan Jaringan…

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

KPU Kota Sukabumi Tetapkan Caleg Terpilih dan Perolehan Kursi Parpol

KPU Kota Sukabumi Tetapkan Caleg Terpilih dan Perolehan Kursi Parpol NERACA Sukabumi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menetapkan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan  NERACA Jakarta - Di usianya yang kini mencapai Satu Abad (1919 – 2019),…

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel   NERACA Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama Islam untuk mengedukasi…

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT   NERACA Sukabumi - Bersama dengan tiga Dinas lainya, yakni Diskopdagrin, Dinas Kesehatan, dan Disnakertrans.…