Adira Gencar Pasarkan Asuransi Personal Line

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Adira Dinamika ingin memperkokoh pasarnya di sektor ritel atau perorangan dengan lebih memperdalam produk Asuransi Personal Line. Hardianto Wirawan, Corporate Strategic Planning Division Head Adira Insurance, mengatakan contoh produk Asuransi Personal Line yang dimaksud adalah seperti produk gadget, rumah, dan travel.

Apalagi dengan jumlah kelas menengah yang meningkat di Indonesia, serta pendapatan per kapita juga sudah bisa menyentuh angka US$3 ribu. “Kita sadar bahwa kelas menengah yang kita sasar adalah orang yang berpenghasilan di atas Rp2 juta sebulan. Ini mendorong orang untuk belanja untuk sesuatu untuk melindungi aset, karena dari tabungan saja tidak akan cukup,” ungkap Hardianto di Jakarta, Rabu (19/12).

Selain itu, lanjut dia, faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika Asuransi Personal Line antara lain mulai dari profil nasabah, servis dan produk, saluran distribusi, perkembangan teknologi, perubahan UU yang berlaku, hingga manajemen risiko. “Kalau suatu perusahaan asuransi mau ‘go retail’, dia harus tahu profil customer-nya. Misalkan, apa yang mereka suka dan dibutuhkan,” jelasnya.

Namun ketika ditanya pangsa pasar (market share) Asuransi Personal Line, Hardianto pun enggan menjawab dengan alasan angka total di industri asuransi tidak dipisahkan melainkan digabung dari masing-masing produk.

“Saya kasih contoh, asuransi properti (angkanya) berapa, lalu asuransi kendaraan bermotor. Lalu, kontribusi Asuransi Personal Line terhadap portofolio Adira Insurance sebesar 90% produk secara unit, serta preminya sekitar 80%,” ungkap dia.

Sementara dari sisi manajemen risiko, menurut Wayan Pariama selaku Enterprise Risk Management Deputy Director Adira Insurance, menilai produk asuransi ritel yang paling dibutuhkan adalah asuransi kesehatan, disusul asuransi kendaraan dan asuransi rumah.

“Di Singapura dan Inggris, nasabah jarang punya rumah. Di sana apartemen bayar bulanan dan tidak pernah ada hal yang dimiliki. Jadi mereka mengasuransikan isi rumahnya, termasuk kasur dan kulkas,” terang Wayan.

Untung kecil, klaim besar

Dia juga menambahkan, rate asuransi rumah tidak mahal hanya 0,02%-0,05%. Akan tetapi, sambung dia, hal itu tergantung dari sejarah rumah itu sendiri berdasarkan informasi yang perseroan miliki. “Kalau jarang banjir bisa dapat 0,05%. Sedangkan asuransi kebakaran 0,58 per mil,” paparnya.

Untuk rate premi untuk asuransi gadget adalah sekitar 2,5%-3%. Tetapi, kata Wayan, lebih baik nasabah datang bersama kelompok atau komunitas jika ingin menerbitkan polis asuransi tersebut. “Itu sudah termasuk di paket saat beli baru. Kita mesti siapkan di mana orang bisa walk in dan membawa barangnya untuk diasuransi. Kita cover 3-6 bulan, menyesuaikan dengan garansi yang biasanya setahun,” ulas dia.

Wayan juga mengungkapkan bahwa justru pihaknya hanya mendapatkan untung sedikit, namun nasabah bakal meminta klaim yang jauh lebih besar ketika terjadi masalah. “Ini tantangan kalau ‘main’ di asuransi gadget,” tambahnya.

Khusus klaim asuransi gadget, Wayan bilang kalau yang datang ke Adira bisa mencapai 200 laporan setiap bulannya. Rata-rata, yang paling banyak mengasuransikan gadget-nya antara lain produk Blackberry (BB), Samsung, dan LCD TV.

“Untuk klaim kita banyak di telepon selular. Oleh karena itu, kita bekerja sama dengan OkeShop atau service center. Ini biasanya rusak karena pemakaian dan kecelakaan yang tidak disengaja seperti terjatuh, terkena siraman minuman ringan, tercebur, dan lain-lain,” cetus Wayan. [ria]

BERITA TERKAIT

Adira Insurance Buka Kantor Representatif di Mall

    NERACA   Jakarta - Guna mewujudkan pelayanan yang menjangkau seluruh Pelanggan, Adira Insurance buka kantor representatif di Gajah…

Lindungi Peternak Lele dan Udang - KKP Gandeng Konsorsium Asuransi dan Jasindo

NERACA Jakarta – Asuransi Jasindo sebagai leader konsorsium APPIK dan AUBU bersama para member konsorsium bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan…

Mansek Pasarkan Sukuk Tabungan Seri ST005

Perluas distribusi produk investasi yang dirilis pemerintah, PT Mandiri Sekuritas (Mansek) resmi ditunjuk oleh pemerintah dan dalam hal ini Kementerian…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Menkeu Ingin Porsi Asing di SBN Turun

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan basis investor domestik dalam kepemilikan Surat Berharga…

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Bank Global Mulai Pangkas Jumlah Karyawan

  NERACA Jakarta – Berkembangnya era teknologi informasi turut memberikan perubahan di seluruh lini sektor, tak terkecuali di industri perbankan.…