BSM Kembangkan Produk MMQ dan Leveraging - Di Tahun 2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menyatakan siap mengikuti arah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengeluarkan lima kebijakan terfokus pada perbankan syariah di 2013. Oleh karena itu, perseroan tengah merancang produk bernama Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dan merevitalisasi peningkatan sinergi dengan induknya, PT Bank Mandiri Tbk, melalui pola leveraging.

Direktur Utama BSM, Yuslam Fauzi menyatakan, pihak telah berdiskusi dengan Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia), BI, MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), bahkan melibatkan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional).

“Kita sudah merancang produk bernama MMQ (Musyarakah Mutanaqisah ), merupakan sistem pembiayaan dengan bagi hasil dengan akad musyarakah yang akan terus menurun porsi atau plafonnya sampai lunas. Itu sudah matang jadi tinggal tunggu aturannya,” kata Yuslam di Jakarta, Kamis (20/12).

Menurut dia, MMQ sangat cocok bagi perkreditan rumah atau apartemen, dan kendaraan bermotor. Namun tidak bisa untuk gudang (warehouse) yang merupakan masuk ke dalam sektor infrastruktur. Mengenai target, Yuslam mengaku belum ada, terutama dalam penentuan uang muka (down payment/DP) dalam MMQ, karena lebih ke kredit konsumer.

Selain itu, lanjut Yuslam, untuk menjalan arah kebijakan BI yang lain, yaitu revitalisasi peningkatan sinergi dengan bank induk, BSM juga sudah melakukan leveraging dengan Bank Mandiri sebagai induknya. Leveraging merupakan pemanfaatan berbagai infrastruktur Bank Mandiri untuk kepentingan pengembangan BSM.

“ Untuk itu juga sudah ada komitmen yang kuat. Misalnya, penyediaan outlet-outlet Bank Mandiri untuk menjual berbagai produk BSM, terutama tabungan dan gadai emas. Ini tinggal eksekusi, termasuk menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) dan sistem online,” tuturnya.

Didukung induk usaha

Bukan hanya leveraging yang dilakukan BSM dengan bank induknya, melainkan juga menerima suntikan modal tambahan dari induknya sebagai komitmen mereka untuk pengembangan anak usahanya. Sebagai pemegang saham utama, yakni 99%, seyogyanya Bank Mandiri memiliki komitmen penuh dalam mendukung permodalan BSM.

Tahun ini saja, kata Yuslam, pihaknya telah mengaajukan dana tambahan sebesar Rp300 miliar, dan disetujui. “Mudah-mudahan terealisasi sebelum akhir tahun 2012. Sedangkan tahun depan, kita juga sudah ada komitmen dengan Bank Mandiri. Angkanya belum bisa kita sebutkan sekarang,” papar dia.

Lebih lanjut Yuslam menuturkan, BSM akan terus mempertahankan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di atas 12%. Pasalnya itu akan berpengaruh ke jumlah penambahan modal. “Saat ini CAR kita sudah hampir 14%,” tambahnya.

Target optimis

Perbankan syariah optimis akan mencapai targetnya di akhir tahun ini. Walaupun memang tidak semua bank syariah mencatatkan pertumbuhan aset menggembirakan di tahun ini, seperti halnya Bank Syariah Mandiri (BSM), yang targetnya melenceng cukup jauh, yakni tidak bisa tumbuh lebih tinggi dari 10%.

Sementara target di awal tahun ini bisa mencapai 20%-25% di akhir tahun ini. “Karena kita selalu achieve target. Pada beberapa tahun lalu kita bisa di atas industri. Tapi tahun ini kemungkinan tidak (tercapai target). Karena ada hal-hal tertentu yang membuat pertumbuhan BSM melambat,” keluh Yuslam.

Menurut dia, hal itu bisa terjadi karena adanya penarikan dana haji dan jumlah gadai emas yang harus diturunkan akibat adanya aturan baru dari BI. “Tapi ini bukan the major one cause. Melainkan ada implementasi core banking yang baru. Tadinya kita sistem Alvabit, sekarang kita ganti menjadi Temenos. Dan itu mulai diimplementasikan tahun ini. Jadi sibuknya luar biasa,” pungkasnya. [ria]

BERITA TERKAIT

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

Infinix Siapkan 3 Jagoan di Awal Tahun

Infinix Siapkan 3 Jagoan di Awal Tahun NERACA Jakarta - Meningkatnya kesuksesan penjualan hingga 30% di tahun 2018 membuat Infinix…

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…