Perumahan Karyawan Mulai Dibangun April 2013

NERACA

Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II bersama Perum Perumnas (Perumahan Nasional) melakukan kerjasama untuk mendirikan perusahaan patungan yaitu PT Nusa Dua Bekala dan PT Propenas Nusa Dua. Kerjasama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perumahan untuk para karyawan.

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan, rumah yang dibangun di atas lahan HGU seluas 854,26 Ha tersebut dibangun untuk masyarakat golongan menengah ke bawah. "Ada 10.000 karyawan PTPN yang sudah berminat, tetapi kita lihat nanti perkembangannya seperti apa," kata Himawan di Jakarta, Kamis (20/12).

Salah satu tujuan dibangunnya hunian tersebut adalah untuk memberikan alternatif kompensasi kepada karyawan dalam bentuk rumah siap huni. Untuk pembangunan tahap awal yang dimulai April 2013, Himawan mentargetkan sebanyak 800 unit hunian akan dibangun. "Tahap awal 800 unit dulu itu untuk menengah ke bawah dulu yang kita bangun. Pembangunannya baru dimulai April 2013," tuturnya.

Proyek yang dibangun atas prakarsa kerjasama kedua BUMN ini ditargetkan rampung 10 tahun kemudian. Mengenai permodalan, beberapa bank nasional siap membiayai pembangunan perumahan siap huni tersebut. "Kita targetkan 10 tahun rampung untuk 17.000 rumah. Tetapi bertahap, tahap pertama 800 unit dulu dan kita punya 5 tahap pembangunan. Untuk permodalan ada BRI, BTN dan CIMB Niaga," jelas Himawan.

Himawan juga memaparkan 10 ribu pegawai PTPN sudah mengincar rumah tersebut. "Ada 10.000 karyawan PTPN yang sudah berminat, tetapi kita lihat nanti perkembangannya seperti apa," kata Himawan.

Salah satu tujuan dibangunnya hunian tersebut adalah untuk memberikan alternatif kompensasi kepada karyawan dalam bentuk rumah siap huni. Untuk pembangunan tahap awal yang dimulai April 2013, Himawan mentargetkan sebanyak 800 unit hunian akan dibangun. "Tahap awal 800 unit dulu itu untuk menengah ke bawah dulu yang kita bangun. Pembangunannya baru dimulai April 2013," tuturnya.

Proyek yang dibangun atas prakarsa kerjasama kedua BUMN ini ditargetkan rampung 10 tahun kemudian. Mengenai iwanpermodalan, beberapa bank nasional siap membiayai pembangunan perumahan siap huni tersebut.

Di tempat yang sama, Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution memaparkan perusahaan patungan ini merupakan wujud sinergi business to business antara BUMN melalui kerjasama dengan Perum Perumnas sebagai mitra stratgis yang memiliki kesanggupan dan komitmen yang baik serta berpangalaman dengan prinsip Good Corperate Governance.

Sekedar informasi, PT Nusa Dua Bekala (Asset Management) memiliki komposisi kepemilikan saham yaitu PTPN II (persero) dengan 99% sedangkan Perum Perumnas 1%. Nantinya perusahaan ini akan mengelola lahan eks Kebun Bekala dengan status HGU seluas 854,26 Ha yang terletak di Desa Simalingkar Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dengan mengatur dan melakukan lokalisasi.

Sedangkan PT Propenas Nusa Dua (Developer Management) memiliki komposisi saham yaitu Perum Perumnas 51% dan PTPN II dengan 49%. Tugas dari perusahaan ini nantinya akan melaksanakan pembangunan, perencanaan, pengembangan dan pengelolaan kawasan perumahan serta pengembangan kawasan komersil, pendidikan, rumah sakit dan fasilitas lainnya bagi karyawan PTPN II dan masyarakat umum.

Perjanjian pendirian perusahaan patungan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MOU) antara PTPN II dengan Perum Perumnas pada tanggal 15 Desember 2011 di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

Tutup Gerai dan PHK Karyawan - Saham Hero Supermarket Menuai Pil Pahit

NERACA Jakarta – Keputusan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melakukan efisiensi dengan menutup sebanyak 26 gerai  dan melakukan pemutusan hubungan…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Keterampilan Tenaga Kerja di Sektor Industri Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang gencar memacu keterampilan atau kemampuan dari tenaga kerja industri di Indonesia sesuai kebutuhan era…

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…