Gaya Hidup Hijau, Dorong Budaya Hidup Lestari

Menyambut perayaan ulang tahun ke-50, WWF menggelar ekspresi seni dan budaya. Kegiatan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki ini digelar untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat luas untuk turut mendukung dalam mengkampanyekan gaya hidup hijau.

Konservasi bukanlah proyek solo semata. Tidak ada pahlawan tunggal dalam konservasi, karena demi mencapai keberhasilan pelestarian alam kolaborasi mutlak diperlukan. Dalam hal ini, masyarakat luas merupakan salah satu aktor kunci bagi keberhasilan upaya konservasi. Melihat hal tersebut, WWF terus berupaya mendorong kesadaran masyarakat luas untuk turut berperan aktif menjadikan bumi tetap lestari.

Salah satu upaya untuk mendorong kesadaran masyarakat, World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia belum lama ini mengadakan pagelaran seni dengan mengusung tema“Golden Path of Love - Persembahan Cinta untuk Bumi” yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM). Kegiatan yang diisi oleh berbagai ekspresi seni dan budaya, seperti pertunjukan tari, musik akustik, talkshow, standup comedy, dongeng alam, happening art, pameran foto, dan lain-lain ini digelar dalam rangka menggalang dana untuk membantu program konservasi WWF di Indonesia.

"Melestarikan alam bisa dimulai dari budaya hidup lestari, itu semua dapat dimulai dari unit terkecil seperti keluarga. Selama acara ini, TIM telah menjadi tempat keluarga untuk memilih aksi-aksi hijau yang bisa dilakukan di rumah," kataDirektur marketing WWF Indonesia, Devy Surandji.

Gaya hidup hijau lebih dari sekedar menyelamatkan planet ini, tapi juga tentang orang-orang. Ini tentang hidup bijaksana yang memperhitungkan dampak dari tindakan yang dilakukan. Hidup hijau berarti berpikir tentang kesejahteraan bagi semua. Setiap langkah, bahkan yang terkecil, menuju hidup yang berkelanjutan dengan lebih baik. Andai saja masing-masing individu dapat mempengaruhi (setidaknya) satu orang lain untuk mulai membuat perubahan hijau, maka akan banyak hal baik yang akan terjadi.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan ekspresi seni dan budaya ini, akan berlangsung selama 8 hari, mulai dari 16-23 Desember 2012, dan melibatkan lebih dari 500 artis, seniman, komunitas, profesional, dan relawan.

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Gaya Hidup Digital di Kalimantan - Telkomsel Akselerasikan Layanan Broadband

NERACA Jakarta – Telkomsel konsisten untuk terus memberikan layanan telekomunikasi khususnya layanan broadband dengan menggelar infrastruktur jaringan di seluruh wilayah…

Investree Dorong Pemberdayaan E-Commerce

Mendekatkan diri kepada masyarakat, pionir fintech-marketplace lending di Indonesia, Investree (PT Investree Radhika Jaya) hadir di acara Pasar idEA selama…

BERITA LAINNYA DI CSR

Pacu Kualitas Pendidikan di NTT - Kredivo “Turun Gunung” Ikut Mengajar di Desa Pogo Tena

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada dunia pendidikan dan peningkatan kualitas belajar dan mengajar, Kredivo, kartu kredit digital untuk…

Bebas Stunting Perlu Kerjasama Antar Kementerian - Lembaga

Mewujudkan generasi-generasi bangsa yang sehat cerdas dan sehat, diperlukan penanganan kesehatan yang optimal dan termasuk bebas dari kasus kekerdilan atau…

Peduli Pendidikan Daerah Terpencil - Lippo Malls Berikan Beasiswa Bagi 1000 Anak

Mewujudkan kepedulian pada dunia pendidikan, khususnya memberikan akses pendidikan bagi generasi muda yang tinggal di daerah terpencil, Lippo Malls Indonesia…